Burnout Syndrome pada saat Kuliah/Bekerja

person
tag
eduCampus
visibility
456

Pernah ga sih kalian mendengar yang namanya Burnout syndrom? Mungkin masih banyak yang asing dengan istilah tersebut. Menurut seorang ahli psikologi klinis di New York bernama Herbert Freudenberger, burnout syndrom merupakan suatu bentuk kelelahan yang diakibatkan karena seseorang bekerja terlalu intens,  berdedikasi dan berkomitmen tinggi, bekerja terlalu banyak dan terlalu lama, memandang kebutuhan dan keinginan mereka sebagai hal kedua. Atau secara simpel bisa kita katakan sebagai kondisi kelelahan yang dialami oleh seseorang, baik secara fisik, emosional, maupun mental akibat terlalu banyak tekanan atau pekerjaan dan stres dalam waktu yang lama. Burnout syndrome ditandai dengan ciri – ciri seperti merasa kelelahan terus menerus, kehilangan energi, bersikap sinis, merasa tidak produktif, putus asa, insomnia, depresi, kehilangan motivasi, dan tidak peduli pada diri sendiri. 

Burnout syndrom paling rentan dialami oleh generasi muda seperti kita. Apalagi disaat seperti sekarang, dimana banyak dari mahasiswa yang mengeluh soal kuliah online yang dilakukan akibat pandemi COVID-19 di Indonesia. Materi yang sulit dipahami, tugas yang menumpuk, ujian akhir yang semakin dekat, dsb. Itulah yang mengakibatkan kita rentan untuk mengalami burnout syndrome ini. Untuk itu penting bagi kita mengetahui cara untuk mengatasinya. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi burnout syndrome saat kuliah online.

1. Ingat tujuan awalmu saat kuliah

Tips pertama ini wajib banget kamu lakukan disaat apapun kamu mengeluh soal kuliahmu. Tetaplah ingat tujuan awalmu saat memulai kuliah, ingatlah yang susah bukan hanya kamu, melainkan kedua orang tuamu juga. Mereka dengan susah payah mencari uang agar kamu bisa kuliah. Tanamkan itu saat kamu merasa burnout ataupun merasa ingin menyerah. Selain itu ingatlah bahwa banyak orang yang tak seberuntung kamu, mereka banyak yang menginginkan posisimu sekarang namun mereka tak bisa. Ingat juga bagaimana perjuanganmu dulu untuk bisa berada di titik sekarang. Dengan kamu melakukan ini niscaya semangatmu perlahan – lahan akan pulih kembali, semangat!

 

2. Beri jeda istirahat bagi tubuhmu

Sebanyak apapun pekerjaan yang kamu lakukan, ingatlah bahwa tubuh juga perlu istirahat. Jadi ketika kamu sudah merasa kelelahan, tak ada salahnya untuk istirahat dan tidak memaksakan tubuhmu bekerja. Ini merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan, sebab jika kamu memaksakan apa yang kamu kerjakan tapi tubuh sudah tidak kuat, maka itu hanya akan sia – sia. Kinerjamu menjadi berkurang dan kamu akan merasa sangat terbebani dengan apa yang kamu kerjakan. 

3. Lakukan hal yang kamu sukai

Melakukan hal yang disukai tentu menjadi moodbooster tersendiri yang bisa membangkitkan semangatmu. Kamu bisa menyelipkan kegiatan kesukaan di sela – sela kesibukan pekerjaanmu. Kegiatan apapun itu seperti melukis, jika kamu memiliki hobi melukis. Bisa juga dengan mendengarkan lagu, menonton film, memasak, dan lain sebagainya. Intinya berikanlah waktu “me time” untuk dirimu sendiri.

4. Kelilingi dirimu dengan orang – orang yang positif

 

Tips keempat ini bisa banget kamu lakukan ketika kamu sudah jenuh akan pekerjaanmu. Kamu bisa menghubungi teman – teman terdekatmu dan bercerita mengenai hal apapun. Ini bisa menjadi salah satu cara agar kamu merasa rileks. Dengan melepaskan semua beban yang dipendam rasanya pasti akan lebih lega. Curhatpun tak harus kepada teman, kamu juga bisa curhat kepada orang tuamu, saudaramu, dan juga yang lainnya. Intinya carilah orang yang menurutmu bisa membuatmu rileks dan nyaman untuk bercerita. 

5. Mencari motivasi

Burnout ditandai dengan perasaan hilangnya motivasi dalam diri seseorang. Maka dari itu penting bagi kita untuk mencari motivasi kembali agar dapat melakukan pekerjaan seperti sedia kala. Mencari motivasi ini bisa dengan berbagai cara, seperti menonton video motivasi yang lengkap tersedia di youtube, membaca artikel mengenai motivasi, dan membaca buku motivasi. 

Edunitas Author:
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus