Kamu pernah dengar mitos yang melekat di jurusan teknik? Misalnya nih, katanya jurusan teknik tuh kebanyakan isinya cowok semua. Jadi, mahasiswi bakal minder kalo ambil jurusan ini. Terus, sekalinya udah lulus, nanti cuma bakal jadi tukang bangunan doang?
Wah, kabar-kabar nggak pasti seperti ini, jangan dipercaya ya, Quipperian! Sebab, namanya juga mitos, sama sekali nggak bisa dijadikan acuan referensi yang benar sesuai kenyataan. Quipperian yang cerdas, jangan sampai menelan mentah-mentah semua mitos yang didengar. Lebih baik, kita telusuri dulu kebenarannya.
Daftar Mitos di Jurusan Bidang Teknik
Lagipula, jurusan di bidang teknik emang terkenal sebagai jurusan yang unik dengan segudang mitos sejak dulu kala. Namun, ada fakta yang perlu diungkap dari mitos-mitos tersebut. Mau tahu apa saja mitos-mitosnya? Nah, berikut ini beberapa mitos yang melekat di jurusan bidang teknik versi Quipper Blog. Cek yuk!
1. Jurusan teknik cuma buat cowok
Mitos yang satu ini masih banyak yang percaya lho! Jurusan teknik katanya cuma buat cowok saja. Udah gitu, masih ditambah lagi kalau cowok-cowoknya katanya pada jarang mandi. Beneran?
Mungkin saja, ketika super sibuk mengerjakan tugas kuliah atau menggambar teknik, mereka jadi lupa waktu mengurus diri, dan terburu-buru berangkat ke kampus. Namun, urusan mandi ini sih kembali ke orangnya masing-masing ya Quipperian, cowok di jurusan apapun kalau memang malas, pasti jarang mandi deh!
Lalu, perlu kamu ketahui, jurusan bidang teknik sejatinya nggak cuma buat cowok saja, karena banyak juga cewek yang kuliah di jurusan ini. Memang kalau dilihat dari jumlahnya, cewek di jurusan rumpun teknik jumlahnya nggak sebanyak cowok. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau cewek bisa sukses di bidang teknik!
2. Jurusan teknik cuma buat anak IPA
Mitos ini juga sudah nggak asing lagi pastinya buat Quipperian. Memang benar kalau anak teknik itu selalu perlu skill matematika dan fisika. Namun, bukan berarti jurusan IPS nggak bisa kuliah teknik.
3. Kuliah teknik susah lulusnya
Mitos yang paling mengerikan buat anak teknik adalah susah lulus. Alasannya banyak, ada yang bilang dosen-dosennya super killer, skripsinya susah, magangnya juga susah, dan lain sebagainya.
Namun, faktanya lebih banyak anak teknik yang bisa lulus dalam waktu normal yaitu 4 tahun. Juga banyak mahasiswa dari jurusan lain yang nggak lulus-lulus kuliah. Jadi, mau cepat lulus, susah atau gampang lulusnya sebenarnya bukan mitos, tapi tergantung orangnya. Kalau sungguh-sungguh, pastinya bisa cepet lulus juga kok.
4. Anak teknik cuma jadi tukang bangunan
Ini salah besar Quipperian! Perlu kamu ketahui, jurusan teknik itu banyak sekali jenisnya dan tidak hanya berhubungan dengan bangunan saja. Ada juga jurusan lain seperti Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Informatika.
Kalau pilihan jurusan di bidang teknik saja sudah sangat luas, pasti bidang pekerjaan untuk lulusan teknik sekarang sangat beragam. Misalnya, untuk lulusan Teknik Mesin bisa kerja di bidang otomotif, industri kedirgantaraan, industri penerbangan, industri manufaktur, dan otomatisasi alat, sampai bidang bioteknologi.
Belum lagi untuk Jurusan Teknik Elektro, lulusannya bisa kerja jadi teknisi telekomunikasi, teknisi radar, teknisi selular, teknisi network system, dan sebagainya. Jadi, anggapan kalau anak teknik cuma jadi tukang bangunan cuma mitos!
5. Lulusan teknik susah dapat kerja
Lulusan teknik dinilai memiliki kesempatan kerja yang sempit dibandingkan jurusan lain. Faktanya, sekarang sudah banyak jenis jurusan di bidang teknik dan luasnya peluang kerja di jurusan ini.
Misalnya, untuk lulusan Teknik Industri yang punya peluang besar buat kerja sebagai divisi produksi, divisi engineering, spesialisasi teknik industri, divisi perencanaan biaya, bahkan bisa juga jadi HRD.
Apalagi kalau buat lulusan Teknik Informatika. Lulusannya punya prospek yang sangat luas di berbagai perusahaan yang bergerak dibidang software engineer & developer, analis & konsultan, ahli jaringan, keamanan sistem & jaringan, network maintenancing, sampai perluasan sistem komputer.
6. Anak teknik sulit sosialisasi
Kalau mitos yang satu ini bisa dibilang mitos yang paling ‘kejam’ buat anak teknik, khususnya buat yang cowok. Katanya, cowok teknik itu susah dapat pacar karena selalu berhubungan dengan alat-alat.
Bahkan, lebih sadis lagi cowok teknik dikatakan bakalan jadi jomblo abadi. Buat cewek teknik juga nggak kalah sadisnya. Karena pada umumnya mahasiswa teknik itu cowok, maka cewek-cewek teknik dicap sebagai cewek tomboy yang kurang disukai oleh cowok.
Belum lagi dipengaruhi filosofi klasik yang mengaitkan dengan ilmuwan ahli teknik zaman dulu seperti Nikola Tesla yang jomblo sampai mati. Nah, sejatinya anak teknik itu selalu berhubungan dengan mesin-mesin yang rumit, sehingga harus senantiasa bersikap teliti agar tidak salah. Maka, ketika anak teknik dikatakan susah dapat pacar, bisa jadi karena sangat teliti saat memilih pacar sehingga tidak mudah bagi anak teknik untuk mendapatkannya.
Jadi, dalam urusan sosialisasi dan cari pasangan, anak teknik bukannya kesulitan, tetapi penuh kecermatan dan kehati-hatian karena menentukan keberhasilan hubungan di masa depan. Hmm.. Gimana menurut kamu?
Itulah gambaran mitos yang melekat di jurusan teknik yang belum tentu benar. Kalau kamu tertarik dengan dalam rumpun ini, nggak perlu takut akan berbagai mitos tersebut ya! Kamu tetap akan punya peluang kerja yang luas dan nggak menjamin kamu bakalan jadi jomblo abadi. Semua kembali pada diri kamu masing-masing.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus