Perbedaan Jurusan Ekonomi Biasa & Ekonomi Syariah!

person
tag
pendidikan
visibility
9661

Saat ini kamu pasti tidak asing dengan istilah ekonomi syariah dan ekonomi konvensional. Belakangan ini banyak yang membandingkan antara ekonomi syariah dan ekonomi konvensional karena kedua ekonomi yang digunakan dalam perbankan. Ada beberapa perbedaan dalam ekonomi syariah dan ekonomi konvensional. 

Baik dari prinsip hingga penerapannya. Secara garis besar, ekonomi syariah dibuat dan berkembang berdasarkan ketentuan dalam agama islam, berbeda dengan ekonomi konvensional.

Perbedaan yang paling sering diketahui adalah mengenai bunga. Dalam ekonomi konvensional, anda akan menemukan adanya bunga, sementara ekonomi syariah hanya mengenal prinsip bagi hasil dan bukan bunga. 

Terlepas dari perbedaan antara ekonomi syariah dan ekonomi konvensional, kedua sistem ekonomi ini memiliki perebedaan. Berikut ini perbedaan antara ekonomi syariah dan ekonomi konvensional : 

#1 Prinsip Dasar

Pada ekonomi konvensional, tujuannya adalah untuk melakukan pertumbuhan ekonomi. Pada sistem ini, ketika pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik, maka setiap orang akan mencapai kepuasan individu yang diinginkan.

Namun, pada ekonomi syariah, agama dan ekonomi memiliki kaitan yang erat dan ekonomi dilakukan sebagai ibadah. Landasan ekonomi syariah didasari oleh syariat Islam.

Ini berarti setiap terjadi permasalahan ekonomi, akan ditinjau, dilihat dan diselesaikan sesuai dengan ajaran islam yaitu dengan prinsip tauhid, khilafah dan keadilan.

 

#2 Aset

Peranan aset di dalam ekonomi syariah memiliki sistem yang berbeda dengan ekonomi konvensional. Pada ekonomi syariah peranan aset adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan memperoleh falah (kemuliaan).

Ekonomi syariah menjamin kepemilikan masyarakat dan penggunaannya itu digunakan untuk kepentingan orang banyak. Karena prinsip tersebut sudah didasari oleh hadist nabi Muhammad SAW. Yang berbunyi “masyarakat punya hak yang sama atas air, padang rumput dan api”.

Hadist tersebut menjelaskan bahwa setiap industri yang ada hubungannya dengan produksi air, bahan tambang, dan bahan makanan wajib dikelola oleh sebuah perusahaan negara.

Sebuah industri juga tidak diperkenankan hanya dikuasai oleh perusahaan individu saja.

Sedangkan hal ini berbeda pada ekonomi konvensional, di dalam ekonomi konvensional peranan aset lebih mementingkan keuntungan dan pemenuhan materi saja.

 

#3 Hak Milik

Perbedaan hak milik pada kedua jenis ekonomi ini berada pada cara mendapatkan hak milik serta ketentuan mengenai hak milik tersebut.

Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam batas tertentu seperti pada kepemilikan alat produksi atau faktor produksinya. 

Namun, hak kepemilikan individu itu tidaklah mutlak dan bersyarat. Di dalam Islam, kepemilikan individu dibatasi oleh kepentingan masyarakat luas. Jika sebuah negara menginginkan suatu aset tertentu maka pemilik aset itu harus melepaskannya.

Hal ini sejalan dengan prinsip yang terkandung dalam syariah yang menyatakan bahwa kepentingan masyarakat luas harus diprioritaskan dan kepentingan seorang individu adalah nomor dua.

 

#4 Perbedaan Investasi

Pada ekonomi syariah, perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah akan meminjamkan dananya sebagai bentuk investasi apabila usaha yang dijalankan baik dan halal.

Sedangkan dalam perbankan konvensional, seseorang boleh mengajukan pinjaman dan mendapatkannya selama usaha yang dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

#5 Pembagian Keuntungan

Pembagian keuntungan merupakan salah satu aspek yang paling berbeda di antara kedua jenis ekonomi tersebut. Dalam memperoleh keuntungan, ekonomi konvensional menerapkan sistem bunga.

Pada ekonomi konvensional, terdapat sistem bunga tetap dan mengembang. Sistem bunga tersebut diaplikasikan dalam semua pinjaman yang diberikan kepada nasabah.

Sementara, pada perbankan syariah, mereka menggunakan ekonomi syariah. Ekonomi syariah tidak menggunakan sistem bunga, baik bunga tetap atau bunga mengambang.

Pada sistem ekonomi syariah diterapkan sistem bagi hasil yang ditentukan oleh rasio untung-rugi untuk memperoleh keuntungan. Pembagian keuntungan dalam bank syariah disesuaikan dengan akad atau kerjasama yang telah disepakati di awal atau pada saat perjanjian.

 

#6 Pengawasan

Pada sistem operasionalnya, bank konvensional diawasi sesuai dengan peraturan pemerintah dan hukum yang berlaku dan mengaturnya. Bank konvensional dapat diawasi oleh lembaga tertentu dan pihak internal di dalamnya.

Hal ini berbeda pada perbankan syariah yang menggunakan ekonomi syariah. Bank syariah tidak hanya diawasi oleh pemerintah atau lembaga tertentu namun juga memiliki dewan pengawas yang berbeda dari bank konvensional.

Dewan pengawas dalam bank syariah terdiri dari ahli ekonomi yang memahami fiqih muamalah dan sekumpulan ulama. Adanya dewan pengawas ini berguna untuk memastikan bahwa seluruh operasional lembaga keuangan syariah sesuai dengan prinsip dan ketentuan Islam.

Dengan kata lain, ekonomi syariah menganut paham bebas tetapi masih dalam pengawasan koridor Islam sedangkan ekonomi konvensional menganut paham kebebasan yang sebebas-bebasnya tanpa intervensi. 

Dan jangan lupa jika kamu berminat salah satu jurusan tersebut terutama dalam bidang Ekonomi syariah, berikut rekomendasi Kampus terbaik Ekonomi Syariah :

Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina MandiriTersedia Jurusan :- S1 Akuntansi Syariah- S1 Manajemen Bisnis Syariah! 

Link Pendaftaran :1. https://edunitas.com/educampus/detail/STEBIS-Bina-Mandiri2. https://edunitas.com/daftar/educampus/Cileungsi/S1-akuntansi-syariah/Program-perkuliahan-karyawan/STEBIS-Bina-Mandiri3. http://binamandiri.web.id 

Edunitas Author:
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus