Sebagai manusia, kita perlu memiliki sikap open-minded alias berpikiran terbuka. Tidak bijaksana untuk berpikir bahwa ilmu yang kita miliki sudah cukup banyak atau bahwa apa yang kita yakini sudah pasti benar. Manusia selalu punya kekurangan dan bisa salah, jadi bersedialah untuk belajar berbagai sudut pandang baru dari orang-orang di sekitar kita.
Namun, awas, sikap open-minded itu gak sama dengan plinplan alias gak punya pendirian. Sekilas keduanya mungkin mirip, tapi sebenarnya jauh berbeda. Pelajarilah lima perbedaannya berikut ini supaya kamu bisa memiliki sikap open-minded yang benar.

Perbedaan yang paling mendasar, open-minded berarti sikap bersedia mempertimbangkan pemikiran yang berbeda. Meskipun sudah yakin akan satu hal tertentu, kita perlu tetap mempertimbangkan pemikiran yang berbeda dari orang lain.
Jangan langsung menolaknya mentah-mentah karena bisa jadi justru pemikiran kitalah yang salah, sementara pemikiran orang lain lebih tepat. Namun, bisa juga setelah kita pertimbangkan, ternyata pemikiran kita sejak awal memang sudah benar. Apa pun kesimpulan akhirnya, yang jelas siap open-minded akan membuat kita bersedia mempertimbangkan segala kemungkinan.
Sementara, sikap plinplan akan membuat kita langsung setuju saja dengan pemikiran orang lain, tanpa mempertimbangkan lebih dulu. Lalu, ketika mendengar pemikiran dari orang lain lagi, bisa jadi pemikiran kita berubah lagi. Akhirnya, kita jadi terombang-ambing dan gak punya pendirian sendiri yang teguh.

Supaya bisa mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan benar, orang yang open-minded tentu akan mengandalkan logikanya. Ia akan berusaha bersikap objektif dalam menilai pendapat mana yang paling tepat. Ia juga gak akan terlalu condong pada pendapatnya sendiri karena lagi-lagi ia tahu bahwa selalu ada kemungkinan pendapatnya itu ternyata gak tepat.
Hal itu sangat berbeda dengan orang plinplan yang lebih mengandalkan perasaan. Karena itulah pendapatnya bisa berubah-ubah karena perasaan seseorang memang bisa berubah-ubah. Bahkan, ia kerap menilai sebuah pendapat berdasarkan perasaan pribadinya terhadap orang yang mengatakan itu, bukan berdasarkan esensi pendapat itu sendiri.

Seorang yang open-minded tahu bahwa setiap orang berhak memiliki pendapat masing-masing. Makanya, selama pendapat seseorang tidak merugikan orang lain, orang yang open-minded tidak akan mempermasalahkannya. Meskipun tidak setuju, ia akan tetap menghargainya.
Sebaliknya, orang yang plinplan justru akan mengikuti pendapat orang lain begitu saja. Ia selalu merasa bahwa pendapat orang lain lebih benar daripada dirinya sehingga perlu diikuti. Itu mungkin terlihat seperti menghargai pendapat orang lain, tapi di sisi lain sikap itu sebenarnya gak menghargai diri sendiri.

Setelah mempertimbangkan suatu pendapat, orang yang open-minded bisa sampai pada kesimpulan bahwa orang lain benar. Namun, itu gak selalu berarti mengaku salah. Orang open-minded tahu bahwa kadang kebenaran itu gak hanya satu. Jika orang lain benar, belum tentu kita jadi salah. Bisa jadi kedua-duanya benar sesuai situasinya masing-masing.
Sementara, orang yang plinplan cenderung merasa bahwa kebenaran itu hanya satu. Makanya, jika orang lain benar, otomatis dirinya salah sehingga ia pun harus mengubah pandangannya. Padahal, gak harus seperti itu. Kita bisa kok mengakui kebenaran pendapat orang lain tanpa harus menggugurkan pendapat sendiri.

Apakah kamu beranggapan bahwa orang yang open-minded selalu bersedia menerima pendapat orang lain sehingga tidak mau berdebat? Anggapan tersebut keliru. Orang open-minded memang bersedia menghargai pendapat orang lain. Namun, ada syaratnya: pendapat itu gak boleh berpotensi merugikan orang lain.
Kalau suatu pendapat bisa merugikan orang lain, orang yang open-minded gak akan menerimanya. Ia bersedia berargumen bahkan berdebat untuk menentang pendapat tersebut. Ya, menjadi open-minded bukan berarti kita harus welcome terhadap semua pendapat. Pendapat yang bisa merugikan orang lain tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Sebaliknya, orang yang plinplan akan ikut-ikutan saja dengan pendapat orang lain, bahkan pendapat yang salah sekalipun. Ia cenderung cari aman dan tidak mau berargumen. Memang, sikap seperti itu tampaknya bisa menghasilkan perdamaian, tapi itu perdamaian semu. Bisa jadi, akan ada orang yang dirugikan karena pendapat salah tersebut. Makanya, cegahlah hal itu terjadi.
Itulah lima perbedaan antara sikap open-minded dengan sikap plinplan alias gak punya pendirian. Setelah tahu bedanya, pastikan kamu memiliki sikap open-minded yang benar ya!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus