Indonesia termasuk negara dengan tingkat kelahiran yang tinggi di mana generasi mudanya menjadi harapan bangsa dan penerus estafeta kepemimpinan di bangsa ini untuk menuju indonesia yang lebih baik dan lebih maju kedepannya.
Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut tentunya melalui jalur pendidikan, disisi lain juga karena hak setiap warga negara untuk mendapat pendidikan, sesuai tercantum dalam pasal 31 ayat (1). Tentunya dengan harapan mereka generasi muda Indonesia bisa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya serta bisa membentuk dan memperkuat karakter bangsa. Namun berbicara mengenai pendidikan di Indonesia berikut ada beberapa fakta tentang pendidikan di Indonesia yang mungkin belum anda ketahui:

(Foto :pixabay/StockSnap)
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tentang pendidikan Indonesia pada 2017. Dalam rilisan tersebut didapati pertumbuhan jumlah sekolah dan perpustakaan sekolah di tanah air. Meski jumlah sekolah SD mengalami penurunan sebesar 0,02 persen (147.503 sekolah), namun itu tak terjadi pada jenjang pendidikan lain. Jumlah sekolah di tingkat SMK mengalami peningkatan tertinggi sebesar 4,56 persen dengan total 13.236 sekolah disusul SMA (3,59 persen jadi 13.144 sekolah) dan SMP (2 persen jadi 37.763 sekolah).
Peningkatan jumlah sekolah diiringi pula dengan pertumbuhan jumlah perpustakaan di sekolah tiap jenjangnya. Adapun SD menjadi penyumbang angka terbesar jumlah perpustakaan sebanyak 81.714 bangunan diikuti SMP (18.510), SMA (5.626) dan SMK (2.665). Jumlah ini tak bisa dibilang sedikit, meskipun masih perlu penambahan mengingat jumlah perpustakaan dengan jumlah bangunan sekolah masih terpaut jauh.

(Foto : worldbank.org)
Masih dari data BPS, jumlah guru yang menggenggam gelar sarjana minimal S1 atau D4 menunjukkan kenaikan. Pada tahun ajaran 2015/2016, jumlah guru bergelar sarjana baru sebesar 84,86 persen sedangkan pada 2016/2017 angka tersebut naik menjadi 88,29 persen. Meski sudah banyak guru telah merengkuh gelar di pendidikan tinggi nyatanya kompetensi guru masih harus dibenahi.
Data Neraca Nasional Pendidikan tahun 2017 mencatat bahwa nilai rata-rata Uji Kompetensi Guru (UKG) masih berada di bawah 60 dari skala 0-100. Hanya pada jenjang SMA saja nilai rata-rata UKG mencapai 61,74. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian agar kualitas guru dalam mendidik para siswa kian meningkat.

(Foto : worldbank.org)
Hingga 2017, Indonesia sudah menerapkan beberapa kurikulum pendidikan. Awal mula kurikulum pendidikan di tanah air diterapkan pada 1947 atau dua tahun setelah Indonesia merdeka. Data dari Kemdikbud mencatat ada 11 kurikulum yang pernah dipakai di dunia pendidikan tanah air. Adapun kurikulum-kurikulum tersebut antara lain :
5. Pernah Menjadi Kiblat untuk Pendidikan di Malaysia
(Foto : unicef.org)
Pada tahun 1960-1970an, Indonesia pernah mengirimkan guru-guru ke Malaysia karena Malaysia tidak memiliki banyak guru yang berkualitas. Malaysia bahkan mengirimkan putra-putri terbaik mereka untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
Melihat fakta-fakta yang ada, kita selaku anak bangsa perlu mawas diri dan segera berbenah atas apa yang menjadi kekurangan sistem pendidikan di Indonesia. Inilah tugas yang harus diemban oleh generasi muda atau sapaan hitsnya adalah generasi milenial sebagai agent of change atau agen perubahan.
(Sumber 1 : https://www.idntimes.com/life/education/dewa-putu-ardita/fakta-potret-pendidikan-indonesia/5 )
(Sumber 2 : https://www.kompasiana.com/penaaddict/5c15e85343322f0cf53a9005/ada-apa-dengan-pendidikan-di-indonesia-inilah-fakta-fakta-mencengangkannya?page=2)
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus