Mendengar istilah obesitas, bukanlah hal yang asing bagi kita. yang tergambar oleh kita obesitas adalah orang yang memiliki berat badan yang berlebih yang disebabkan oleh banyaknya lemak di dalam tubuhnya. Berdasarkan laman resmi Kemenkes, obesitas (overweight) merupakan kondisi penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh akibat tidak seimbangnya asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu yang lama. Obesitas merupakan masalah kesehatan yang memiliki risiko terkena penyakit dan gangguan kesehatan lainnya hingga kematian. Sebagai contoh beberapa waktu yang lalu Muhammad Fajri, seseorang yang mengalami obesitas dengan berat badan hampir 300 Kg yang meninggal dunia diakibatkan oleh kegagalan multi organ.
Namun demikian, tidak sedikit masyarakat yang tidak menyadari obesitas memiliki dampak buruk bagi kesehatan, apalagi jika dialami di usia muda. Banyak faktor yang menyebabkan orang menderita obesitas, contohnya mengonsumsi makanan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor lainnya.
Beban tubuh yang berlebih bagi penderita obesitas dapat memberikan tekanan atau beban yang lebih pada persendian pada kaki, terutama pada sendi lutut. Hal itu tentunya dengan seiringnya waktu akan merusak persendian. Selain itu, banyak dampak risiko dan berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan oleh obesitas, diantaranya sebagai berikut :
Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang terjadi akibat gula darah terlalu tinggi. Berat badan berlebih dapat menyebabkan resistensi insulin, yang dimana insulin tidak dapat digunakan secara efektif oleh tubuh untuk mengendalikan kadar gula darah. Hal ini yang menyebabkan meningkatnya gula darah. Dengan berjalannya waktu, gula darah yang tinggi dapat menyebabkan penyakit lainnya bermunculan.
Penyakit jantung atau masalah jantung seperti irama jantung yang abnormal, gagal jantung, serangan jantung dan lainnya. Lemak yang berlebih dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah, kolesterol tinggi dan lainnya, yang merupakan faktor terjadinya penyakit jantung.
Lemak yang berlebih di dalam tubuh penderita obesitas dapat mempengaruhi fungsi pembuluh darah dan meningkatkan darah, yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hipertensi ini dapat menjadi penyebab utama stroke.
Bahaya selanjutnya dari obesitas adalah penyakit Stroke. Stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak yang dimana suplai darah ke otak terputus karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak atau leher.
Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang dimana seseorang dapat berhenti bernafas sesaat ketika tidur. Orang yang mengalami obesitas dan memiliki berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi mengalami sleep apnea. Hal ini terjadi karena menumpuknya lemak di sekitar leher yang mengakibatkan menyempitnya saluran udara. Hal ini yang menyebabkan kesulitan bernapas di malam hari.
Penderita obesitas memiliki risiko terkena batu empedu yang tinggi. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam empedu penyintas obesitas. Hal ini dapat menyebabkan batu empedu yang bisa menyakitkan dan membutuhkan tindakan operasi.
Obesitas membuat ginjal bekerja lebih keras (Hiperfiltrasi). Meningkatnya peran fungsi ini dapat merusak ginjal dan tidak dapat menyaring darah seperti seharusnya.
Baca juga: Polusi udara di Jakarta : Ancaman Kesehatan yang Mendesak..
Bahaya dari obesitas yang telah disebutkan diatas tentunya perlu menjadi perhatian untuk sahabat menjaga berat badan. Caranya dengan menerapkan pola makan teratur dan bergizi seimbang,Tidak mengkonsumsi Gula, Garam, Lemak secara berlebihan, beraktivitas fisik secara teratur dan menjaga IMT (Indeks Massa Tubuh). Menurut laman resmi Kemenkes seseorang dikatakan obesitas jika memiliki IMT > 27. Cara mengukur IMT adalah IMT = Berat Badan (kg) : Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m).
Baca artikel menarik lainnya di sini.
https://edunitas.com
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus