Halo Sahabat Edunitas!
Sejak awal pandemi COVID-19, pendidikan tinggi telah mengalami transformasi yang signifikan. Dengan keterbatasan fisik yang diberlakukan untuk mengurangi penyebaran virus, perguruan tinggi di seluruh dunia terpaksa mengadopsi metode pembelajaran yang lebih fleksibel, yaitu E-Learning. Metode E-Learning yang dominan dipakai mencakup dua hal, yaitu hybrid dan blended. Walaupun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, ada perbedaan penting yang harus dipahami.
Dalam artikel pendidikan kali ini akan menggali lebih dalam perbedaan tersebut dan akan memberikan wawasan untuk membantu Sahabat Edunitas memilih pendekatan yang terbaik dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurut survei terbaru oleh EDUCAUSE (2020), sebuah lembaga penelitian pendidikan, sekitar 73% lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat melaporkan peningkatan penggunaan teknologi pembelajaran sebagai respons terhadap pandemi, hal ini termasuk metode hybrid dan blended learning yang diterapkan untuk tetap mengakses dan menjalankan proses belajar-belajar secara online. Survei yang sama menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga mahasiswa menyatakan preferensi mereka untuk menggabungkan beberapa bentuk pembelajaran online dengan instruksi tatap muka. Pendekatan ini membantu menjelaskan mengapa hybrid dan blended learning menjadi sangat penting, bukan hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Namun, istilah hybrid dan blended belum begitu dipahami oleh banyak masyarakat sehingga seringkali disalahartikan dan dianggap memiliki pengertian yang sama. Oleh karena itu, berikut adalah penjelasan detail dan jelas mengenai kedua hal tersebut.
Hybrid learning sering merujuk pada situasi di mana mahasiswa bisa memilih antara menghadiri kelas secara fisik atau secara online pada waktu yang sama. Model ini biasanya memerlukan teknologi yang memungkinkan transmisi sesi kelas secara real-time, memungkinkan partisipasi jarak jauh yang efektif. Ini sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan siswa yang tidak dapat secara konsisten menghadiri kelas karena alasan kesehatan, logistik, atau terkendala dengan aktivitas kerja.
Blended learning adalah model pendidikan yang menggabungkan metode instruksi tatap muka tradisional dengan elemen pembelajaran online. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas dalam pengaturan waktu dan tempat belajar, namun masih mempertahankan interaksi langsung antara pengajar dan siswa. Ini ideal untuk kursus yang membutuhkan diskusi mendalam, praktik laboratorium, atau aktivitas kelompok.
Jadi jelas, perbedaannya adalah hybrid mengacu pada penggabungan cara penyampaian materi sedangkan blended adalah variasi belajar mandiri dan belajar bersama.
Studi dari Journal of Educational Research (2021) mengungkapkan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam blended learning cenderung menunjukkan peningkatan motivasi dan hasil belajar dibandingkan dengan metode tradisional saja. Sebaliknya, hybrid learning menawarkan adaptabilitas yang lebih besar, namun bisa menimbulkan tantangan dalam hal konsistensi pengalaman belajar antara siswa yang menghadiri secara fisik dan yang online.
Selama pandemi, kedua model ini telah diadaptasi secara luas dengan variasi yang signifikan tergantung pada kebutuhan dan sumber daya perguruan tinggi masing-masing. Misalnya, universitas dengan sumber daya lebih besar mampu menyediakan infrastruktur teknologi yang lebih baik untuk mendukung hybrid learning secara efektif. Sebaliknya, institusi dengan sumber daya lebih terbatas mungkin lebih memilih blended learning yang membutuhkan investasi teknologi yang lebih rendah.
Kedua metode tersebut sudah tersedia dan berjalan dengan baik di program kuliah karyawan Edunitas. Sahabat bisa mengakses pendidikan melalui kedua metode tersebut di semua kampus swasta yang telah bekerja sama dengan Edunitas. Sahabat hanya perlu untuk memilih jurusan dan kampus yang sesuai dengan minat, bakat, dan domisili Sahabat agar bisa mengenyam pendidikan modern yang menawarkan fleksibilitas.
Cek info kampus dan jurusan di sini!
Cek informasi promo dan berbagai penawaran menarik di berbagai platform media sosial Edunitas.
Instagram EdunitasTikTok Edunitas
Rasakan pendidikan terjangkau, fleksibel, dan berkualitas bersama Edunitas, daftar sekarang juga!
Baca artikel pendidikan lainnya di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus