Apakah Kecanggihan Artificial Intelligence Akan Membuat Tenaga Kesehatan Kehilangan Pekerjaan?

person
Delia
tag
kesehatan
visibility
111
Perdebatan Apakah AI Bisa Menggantikan Manusia?

Halo Sahabat Edunitas!

Kecemasan masyarakat di Indonesia, bahkan masyarakat global mengenai Artificial Intelligence (AI) akan menggantikan posisi dan fungsi manusia belum menemukan kabar baik. Semua hal terasa mungkin dilakukan oleh robot jika formulasi rumus yang kompleks dan teknologi pengintai emosi dan perasaan dari saraf dan organ tubuh lainnya semakin bisa terjamah oleh teknologi. Lantas, selain kabar yang belum pasti tersebut, bagaimana perkembangan AI berkontribusi dalam dunia kesehatan? Akankah AI dapat mengganti peran tenaga medis yang menangani pasien dengan telaten dan empati yang tinggi?

Perkembangan AI dalam Dunia Kesehatan

Para ahli kesehatan sudah melakukan beberapa penelitian yang sampai pada kesimpulan bahwa mesin AI akan mampu mendeteksi beberapa penyakit berdasarkan riwayat medis yang terekam pada mesin AI. Samira Abbasgholizadeh-Rahimi, professor di McGill University, dalam wawancaranya dengan Al Jazeera menyampaikan bahwa kehadiran AI dalam dunia kesehatan sangat menjanjikan untuk kemajuan kesehatan kedepannya, lebih lanjut, disampaikan bahwa saat ini teknologi AI sudah mampu mendeteksi dan mendiagnosis penyakit kardiovaskular, kondisi mata, diabetes, kanker, kondisi ortopedi, dan penyakit menular.

Dunia Kesehatan: Peluang Berkarir dan Menempuh Pendidikan Secara Bersamaan!

Cakupan kerja mesin AI dalam perawatan kesehatan juga sangat luas, mulai dari memindai gambar radiologis untuk deteksi dini hingga memprediksi hasil dari catatan kesehatan elektronik pasien.  Adapun beberapa tahap atau cara kerja AI dalam dunia kesehatan adalah sebagai berikut.

  • Pekerja medis perlu menyediakan data sebagai input untuk mesin AI, data yang di maksud meliputi gambar medis (CT scan atau MRI), data laboratorium, riwayat kesehatan pasien, dan catatan medis lainnya. Semakin tinggi kualitas input yang diberikan maka akan menghasilkan kesimpulan AI yang berkualitas tinggi. 
  • Pra-proses data. Setelah data terkumpul akan dilakukan cleansing data yang meliputi mengidentifikasi data yang salah atau hilang dan menormalkan format data yang tersedia. Kemudian, mesin learning akan mempelajari pola kunci yang ada dalam data medis untuk kemudian dilakukan identifikasi tanda-tanda penyakit. Identifikasi ini akan menghasilkan sebuah diagnosa hingga prediksi penyakit pada pasien. 

Tantangan AI dalam Dunia Kesehatan

Keterlibatan AI dalam kesehatan tentu masih menemui berbagai hambatan dan tantangan, sebab dukungan penuh dalam dunia teknologi memang masih belum merata di semua negara, apalagi negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa tantangannya sebagai berikut.

  • Ketersediaan data medis berkualitas tinggi. Untuk menciptakan aplikasi AI yang akurat, diperlukan data medis yang besar dan berkualitas tinggi. Sementara itu, data medis saat ini berada pada sistem dan lembaga kesehatan yang berbeda, sehingga butuh waktu lama untuk mengintegrasikan data-data tersebut ke dalam standar atau satuan yang sama. Selain itu, data medis juga berkaitan dengan regulasi privasi sehingga perlu beberapa penyesuaian. 
  • Kekurangan data yang bisa dijadikan referensi pada beberapa penyakit langka. AI memerlukan banyak data untuk melatih aplikasi secara efektif. Namun, pada beberapa penyakit langka, akan ada kekurangan data yang memadai. Hal ini bisa menjadi hambatan dalam mengembangkan model AI yang akurat untuk mendeteksi dan mendiagnosis penyakit-penyakit tersebut.
  • Tantangan etika. Penerapan AI dalam praktik medis menimbulkan berbagai pertanyaan etika dan kehati-hatian. Bagaimana AI harus mengambil keputusan mengenai perawatan pasien? Siapa yang bertanggung jawab jika ada kesalahan? Bagaimana memastikan bahwa keputusan AI sejalan dengan etika medis dan nilai-nilai kemanusiaan? Poin etika ini menjadi salah satu bantahan bahwa AI  benar-benar menggantikan profesi dokter. Dengan demikian, tenaga manusia yang memiliki simpati, empati, ragam emosi, dan menyesuaikan diri dalam nilai-nilai kemanusiaan tetap akan eksis seiring dengan perkembangan kecanggihan teknologi.
  • Keterbatasan Teknis dan Kompleksitas Model AI, Meskipun AI menawarkan potensi yang menarik, namun teknologi ini tidak selalu sempurna. Model AI cenderung kompleks dan sulit untuk diinterpretasi oleh manusia. Hal ini membuat para dokter dan profesional medis perlu memahami bagaimana model AI membuat keputusan untuk , sehingga dapat mengandalkan hasilnya dengan percaya diri.

Kepala Ilmuwan WHO Dr. Soumya menyampaikan bahwa jika resiko AI dalam dunia kesehatan tidak di evaluasi maka resiko tersebut akan jauh lebih berbahaya atau merugikan dibandingkan dengan kebaikan yang ditawarkan. Oleh karena itu, perkembangan dan kecanggihan teknologi yang ada harus dibarengi dengan analisis yang baik agar peluang kebermanfaatannya meluas dan dampak buruknya berkurang.

Raih kesempatanmu dalam dunia pendidikan kesehatan dengan biaya murah. Daftar sekarang!

 

Baca artikel menarik lainnya tentang kesehatan di sini!

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus