Seperti yang sudah kita ketahui bahwa tahun ini seleksi masuk perguruan tinggi berubah total, terutama terkait dengan skema soal yang akan diujikan dan pemilihan jurusan serta perguruan tinggi. Sebelum kita ngobrol lebih jauh, Edunitas mau ngasih tahu dulu beberapa informasi dasarnya ya. Sistem seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB) tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2022 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri. Model tes dan seleksi mengacu pada prinsip-prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, dan akuntabel. SNPMB ini dilaksanakan oleh tim yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan.
Baca Juga: Penelitian Teknologi dan Kesehatan Terupdate
Terdapat 3 jalur seleksi dalam SNPMB 2023 di antaranya, seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) yang tahun sebelumnya dikenal sebagai SNMPTN, kemudian ada seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) yang selama ini kita mengenal sebagai SBMPTN, dan terakhir adalah seleksi mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing PTN. Selain pergantian nama seleksi, ada beberapa perubahan dari tahun sebelumnya, ya Sahabat, misalnya yang akan dijelaskan berikut ini.
Siswa dapat memilih dua program studi dengan ketentuan salah satu program studi yang dipilih harus berada di PTN yang berlokasi di provinsi sama dengan sekolah asal siswa. Jika hanya memilih satu program studi siswa dapat memilih PTN yang berada di provinsi manapun. Siswa IPA, IPS, dan Bahasa diperbolehkan memilih program studi apapun tanpa memperhatikan latar belakang jurusan saat sekolah. Hal ini mendukung prinsip merdeka bertanggung jawab dalam program merdeka belajar Kemendikbudristek.
Seleksi nasional berdasarkan tes akan diselenggarakan melalui ujian tulis berbasis komputer atau UTBK. Materi yang akan diujikan sama sekali berbeda dengan materi ujian tahun-tahun sebelumnya. Materi ujiannya meliputi
SNBT akan diselenggarakan dalam dua gelombang dimana setiap peserta hanya bisa mengikuti satu kali tes dan hanya boleh diikuti oleh siswa yang tidak lulus dalam SNBP. Jadi, jika Sahabat sudah lulus seleksi berdasarkan prestasi Sahabat sudah tidak bisa lagi mengikuti seleksi berdasarkan tes atau SNBT. So, pertimbangkan dengan matang prodi dan PTN apa yang menjadi pilihan Sahabat.
Oh ya, metode seleksi nasional ini didukung oleh banyak pakar lho, terutama terkait dengan materi yang akan diujikan saat SNBT nanti. Pengamat menganggap materi yang akan diujikan sejalan dengan prinsip kompetensi holistik dan multidisiplin.
Baca Juga: Mengenal Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Sahabat perlu persiapan ekstra nih, karena Sahabat adalah angkatan pertama yang akan diujikan dengan skema di atas. Jangan panik apalagi gundah, karena gak ada gunanya. So, Edunitas mau ajak Sahabat sekalian untuk fokus ke persiapan.
Jika Sahabat memiliki kesempatan mengikuti SNBP maka pastikan Sahabat benar-benar cocok dengan program studi dan PTN yang dipilih. Caranya? Sahabat bisa diskusi dengan guru atau bahkan senior di program studi tersebut. Selain itu, Sahabat juga bisa melakukan riset kecil-kecilan lewat internet. Cari tahu informasi seputar program studi dan PTN pilihan Sahabat mulai dari materi yang akan dipelajari, lingkungan belajar, biaya, hingga prospek setelah lulus. Sebab, saat dinyatakan lulus dalam seleksi ini Sahabat sudah tidak bisa mengikuti tes tertulis tahun ini ataupun tahun berikutnya.
Mulai latihan soal SNBT dari sekarang! Seleksi jalur ini memiliki kuota terbanyak yaitu minimal 40% mahasiswa baru PTN harus melalui seleksi SNBT. Mengingat materi yang akan diujikan adalah materi baru dan contoh soal belum banyak beredar Sahabat bisa mengikuti tryout SNBT yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga terpercaya.
Kenapa try out? Sebab, dengan mengerjakan soal dalam jumlah banyak dan berulang-ulang akan membantu Sahabat memahami medan soal secara keseluruhan. Selain itu, biaya mengikuti try out tidak semahal biaya les masuk perguruan tinggi. Sebenarnya jika tidak lulus SNBT Sahabat masih memiliki kesempatan mengikuti ujian mandiri hanya saja untuk mahasiswa yang masuk melalui ujian mandiri akan dikenakan biaya uang pangkal.
Try out sekarang juga dengan Edunovasi untuk persiapan UTBK-SNBT 2023 mu!
Baca artikel menarik lainnya di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus