“Pandangan yang Anda adopsi akan sangat mempengaruhi cara Anda menjalani hidup” - Carol Dweck di buku Mindset.
“Yang buta huruf di abad ke-21 bukanlah mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi mereka yang tidak bisa belajar, melupakan, dan belajar kembali,” Ucap Alvin Toffler, seorang penulis dan futurolog Amerika, yang dikenal karena karya-karyanya membahas mengenai revolusi digital, revolusi komunikasi, dan singularitas teknologi.
Artikel kali ini akan membahas mengenai pentingnya untuk terus belajar dan mempelajari apa yang sudah kita pelajari. Hehehe plis jangan bingung dulu!
Di poin ini akan menjelaskan lebih spesifik mengenai pernyataan Carol Dweck di atas.
Perkembangan dunia yang sangat dinamis membuat manusia ditantang untuk terus lebih aktif menggunakan kreativitas dan kecerdasannya untuk mengolah dan mempelajari apa yang ada dan terjadi di sekitarnya.
Perubahan dan perkembangan ini tentunya tidak hanya berdampak pada teknologi, ekonomi, dan lain sebagainya yang kita sadari, tetapi lebih dari itu. Hal yang jarang kita sadari bahwa manusia atau diri sendiri menjadi objek utama yang mengalami perubahan dinamis itu.
Mengapa teknologi berkembang pesat? Mengapa kebijakan berganti? Mengapa climate change sangat dinamis? Semua jawabannya karena manusia.
Tanpa kita sadari, manusia bertindak karena merespon tindakan manusia lain, dan berdampak pada manusia secara umum. Misalnya saja, perkembangan digital marketing yang ada sekarang sangat berbeda dengan marketing pada 7-8 tahun yang lalu. Mengapa? Karena kebiasaan manusia yang berubah. Manusia semakin hari semakin ingin mendapatkan atau mengerjakan sesuatu dengan cepat dan cara yang sederhana sehingga mendorong manusia lain untuk menjawab kebutuhan itu. Akhirnya, terciptalah teknologi yang mendukung semua itu. Namun, permasalahannya tidak hanya sampai di sana. Ketika teknologi canggih berhasil diciptakan oleh sekelompok manusia, manusia lain berusaha memahami dan mempelajari cara penggunaannya untuk berbagai tujuan demi menyenangkan manusia lain.
Dari pola perilaku manusia yang saling berkaitan itulah, pola pikir dan sudut pandang terbentuk sangat dinamis yang tanpa disadari mempengaruhi perilaku manusia.
Di poin ini akan menjelaskan lebih spesifik mengenai pernyataan Alvin Toffler.
‘Mempelajari apa yang sudah dipelajari’ akan kita sebut dalam bahasa yang sederhana, yaitu evaluasi.
Poin dari pernyataan Alvin Toffler terletak pada kata kunci “belajar, melupakan, dan belajar kembali”.
Poin ini sangat berkaitan dengan poin sebelumnya yang disampaikan oleh Carol Dweck yang menjelaskan mengenai pembentukan perilaku manusia. Alvin Toffler mencoba menyampaikan bahwa setelah sukses menerapkan pengetahuan sebelumnya, maka ambillah waktu untuk berhenti untuk mengevaluasi. Lupakanlah ilmu sebelumnya jika memang itu sudah tidak relate dengan keadaan baru, dan belajarlah kembali untuk mendalami dan memahami keadaan terbaru.
Jika Sahabat Edunitas lebih familiar dengan istilah growth mindset, poin Alvin Toffler bisa diganti dengan kata tersebut. Dengan demikian, Sahabat tidak akan terperangkap dengan pola pikir konvensional dan bisa bersaing apapun keadaan yang ada.
Seiring dengan dua poin itu, Edunitas hadir untuk mengajak dan memfasilitasi generasi muda untuk terus membangkitkan semangat belajarnya meskipun sudah terjun ke dunia industri. Hal ini tidak lain untuk memantik growth mindset yang selaras dengan yang dikatakan oleh Carol Dweck dan Alvin Toffler.
Bentuk Growth Mindset dengan Pendidikan bersama Edunitas
Baca artikel menarik lainnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus