Hai, Sahabat Edunitas.
Bagi Sahabat yang sudah bekerja, selamat menanti gajian. Bagi Sahabat yang masih di bangku sekolah atau universitas, selamat menghemat uang bulanan, ya!
Btw this time, we will discuss about the economy, more specifically about financial management. Because of what? Yup smart cookie! Selain karena banyak kebutuhan masa depan yang bertumpu pada keuangan, kondisi global yang suram sedang membayang-bayangi all of us.
Untuk alumni atau mahasiswa ekonomi, keuangan, akuntansi, atau ilmu bisnis, mengatur keuangan individu bukanlah masalah besar, mereka bahkan terlatih untuk mengatur keuangan perusahaan, bahkan suatu negara. So, mari bertindak seperti mereka yang profesional.
Mungkin di antara Sahabat ada yang tidak terlalu mengikuti perkembangan kondisi ekonomi–and that's what this article is for :)
Percayalah, situasi global sedang rumit. Pemecatan karyawan start-up nasional dan global besar-besaran terjadi. Jika pekan kemarin Netflix melakukan pengurangan karyawan besar-besaran, kemarin Shopee dikabarkan juga akan melakukan hal serupa. Belum lagi dengan invasi yang terus berlanjut, dampak global warming makin menjadi-jadi yang menyebabkan krisis pangan di beberapa negara dan ancaman resesi global. Ok, I think that's enough for the warning. Kita cukup membahas itu di artikel-artikel sebelumnya.
Pada intinya, ada krisis global ataupun tidak, kita tetap harus bijak dalam mengelola keuangan. Jangan tergiur dengan kata self-reward yang bertebaran di media sosial. Nyatanya, menghemat keuangan juga merupakan bentuk self-reward yang bisa kita rasakan nikmatnya di masa depan, right?
Okey, tips-tips mengatur keuangan banyak sekali bertebaran di media sosial, bahkan sudah banyak dijual di toko-toko buku mengenai panduan dalam mengatur keuangan hingga memberikan gambaran lifestyle dengan keuangan yang baik. Sebelum ke tips-tips tersebut, hal utama yang harus ditanamkan dalam diri adalah mengetahui antara keinginan dan kebutuhan. Apakah yang akan Sahabat keluarkan itu untuk kebutuhan atau hanya keinginan semata? Setelah itu, Sahabat bisa memulai pengaturan keuangan dari hal-hal berikut.
Percaya atau tidak, dengan membuat budgeting di setiap bulan, Sahabat akan memiliki gambaran untuk keuangan di satu bulan tersebut. Selain itu, budgeting akan berfungsi sebagai evaluasi di akhir bulan untuk menyusun rencana keuangan di bulan berikutnya.
Untuk tips budgeting, Sahabat bisa menggunakan prinsip 50:30:20. Itulah adalah prinsip paling umum yang digunakan.
50% dari total pendapatan disisihkan untuk kebutuhan primer. Misalnya makan sehari-hari, bayar listrik, bayar cicilan, ngasih ke orang tua, sedekah, belanja bulanan, dan lain sebagainya yang rutin dan wajib dibayarkan atau dikeluarkan setiap bulan. 30% dari total pendapatan disisihkan untuk kebutuhan sekunder, seperti makan cantik di luar, nongkrong, atau membeli baju–jangan keseringan. Nah, 20% dari total pendapatan disisihkan untuk tabungan dan dana darurat.
Jika sudah melakukan budgeting di awal bulan, ingatlah untuk mencatat setiap pengeluaran yang terjadi di bulan tersebut. Sekecil apapun itu harus dicatat karena akan mempengaruhi keuanganmu.
Di akhir bulan, Sahabat bisa mengevaluasi secara keseluruhan budgeting dan pengeluaran. Mencatat di kategori mana biasanya menggunakan uang yang paling banyak. Jika bisa dikurangi, maka lebih baik dikurangi. Misalnya, budget 30% untuk kebutuhan sekunder ternyata kebanyakan, itu akan lebih baik. Budgetnya bisa ditukar sehingga akan menjadi 50% untuk kebutuhan primer, 30% untuk tabungan dan dana darurat, serta 20% untuk kebutuhan sekunder.
Oke, oke. Dana darurat itu singkatnya adalah dana yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan hidupmu jika terjadi sesuatu yang di luar dugaan. Misalnya, PHK atau bencana yang mengakibatkan pemasukanmu tidak lancar. Dana darurat ini hampir mirip dengan tabungan, hanya saja tabungan digunakan untuk hal-hal yang sudah direncanakan. Misalnya, traveling atau merencanakan membeli barang mewah. Namun, tetap saja dana darurat dan tabungan tidak diperkenankan untuk digabung karena memiliki ‘tugas’ yang berbeda.
Nah, untuk tabungan jangka panjang, lebih baik Sahabat semua menggunakan investasi di tempat yang terpercaya. Namun, perlu pemahaman lebih sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan investasi. Oleh karena itu, mintalah teman terdekatmu yang lebih paham untuk menentukan di mana tempat yang aman dan instrumen apa yang Sahabat cocok pakai.
Kredit sekarang sudah bertransformasi ke beberapa bentuk, misalnya paylater, shop**paylater, dan berbagai later lainnya. Sudah banyak kasus yang biasa disiarkan di TV atau thread di Twitter mengenai kasus pinjaman online ini. Jangan hanya karena mengejar standar lifestyle yang tinggi agar terlihat keren, pinjaman menumpuk dimana-mana. Itu sudah jelas kesalahan besar.
Jika Sahabat menggunakan kartu kredit, maka bijaklah menggunakannya. Hal ini akan berpengaruh terhadap trek record ketika suatu saat membutuhkan pinjaman yang lebih besar, misalnya membutuhkan pinjaman untuk modal membangun rumah atau lain sebagainya.
Nah, freelance ini merupakan jalan tikus bagi beberapa orang yang merasa butuh tambahan uang. Jika memiliki waktu kosong di sela-sela 24 jam, pilihan ini memang sangat menggoda. Selain mendapat tambahan uang yang bisa digunakan untuk menabung atau tabungan membeli barang tertentu, freelance juga bisa dijadikan kegiatan baru untuk membasmi kejenuhan dan kesuntukan harimu.
Pada dasarnya, semakin banyak pemasukan akan semakin baik, namun jangan lupa untuk istirahat dan memperhatikan kesehatan mental.
Nah, tips di atas hanyalah tips sederhana untuk mengelola keuangan pribadi. Jika ingin lebih expert di bidang keuangan, ekonomi, ilmu bisnis, dan akuntansi, Sahabat bisa menempuh pendidikan di jurusan tersebut. Di Edunitas, ada tips buat kamu agar bisa mendapatkan paket combo, yaitu ilmu dan uang.
Caranya, mendaftar perguruan tinggi dengan program kuliah karyawan di Edunitas. Sahabat bisa kerja di siang hari dan kuliah di malam hari sehingga tidak bentrok. Biayanya juga murah dan mudah, bisa diangsur. Sistem kuliahnya online sehingga tidak harus membutuhkan mobilitas untuk menjangkaunya.
Segera jemput masa depanmu dengan menentukan jurusan dan kuliahmu di link berikut:
Link ini untuk calon financial expert
Link ini untuk calon businessman
Bersama Edunitas, being successful is easy.
Baca artikel menarik lainnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus