Climate Crisis: Ancaman Nyata Generasi Bumi

person
Delia
tag
lainnya
visibility
85
Climate Crisis: Ancaman Nyata Generasi Bumi

Sahabat Edunitas sejak kapan selalu mendengar berita mengenai Climate Crisis or Global Warming? Yup, akhir-akhir ini tentu semakin sering. Apalagi di akhir tahun 2021 hingga awal tahun ini, pemimpin di seluruh dunia sering kali mengadakan rapat khusus untuk membahas tentang climate crisis. Yup, climate crisis, bukan lagi climate change.

Saat ini, India dan Pakistan tengah merasakan dampaknya. Di kedua negara tersebut terjadi gelombang panas terparah dalam ratusan tahun terakhir hingga menyebabkan krisis air dan listrik. Sebelumnya, kawasan Asia Selatan menjadi daerah yang diprediksi akan mengalami dampak perubahan iklim yang paling parah, termasuk India, Pakistan, dan beberapa wilayah lainnya.

Suhu di salah satu daerah di Pakistan, Turbat mencapai 50 derajat celcius, sedangkan suhu di daerah India bagian barat laut dan bagian tengah mengalami suhu tertinggi dalam 122 tahun terakhir. Dengan kondisi tersebut, pemerintah India menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas diluar rumah mulai pukul 12 siang hingga jam 5 sore karena cuaca ekstrim yang bisa mengundang berbagai penyakit, seperti dehidrasi, pusing, dan sering buang air kecil, bahkan bisa heatstroke.

Selain kondisi tubuh yang bisa down tiba-tiba karena terpapar cuaca ekstrim tadi, lingkungan juga menjadi rusak dan terbengkalai. Misalnya, pertanian buah yang ada di kedua negara tersebut mengalami gagal panen akibat cuaca yang ekstrim. Tumbuhan dan buah-buahan seketika layu dan kering. Gandum gagal panen dan berakibat stok gandum di negara tersebut menurun.

Dampak lain dari Climate Crisis

Selain di kedua daerah tersebut yang benar-benar sedang mengalami bencana cuaca ekstrim, ada kabar kurang baik juga dari Great Barrier Reef atau gugusan terumbu karang terbesar di dunia yang terletak di Australia. 

Yup, ini juga dampak dari climate crisis. Seiring dengan meningkatnya suhu bumi yang berdampak pada meningkatnya suhu air laut, gugusan terumbu karang terbesar tersebut mengalami pemutihan. Pemutihan tersebut terjadi di hampir seluruh gugusan dengan tingkat keparahan yang berbeda. Hal ini merupakan kabar buruk mengingat terumbu karang yang seharusnya berwarna-warni kini mengalami perubahan warna menjadi terang yang mengindikasikan bahwa terumbu karang tersebut menuju kerusakan. Dengan demikian, jika terumbu karang sudah rusak maka biota laut lainnya yang berlindung dan menjadikan terumbu karang adalah rumah juga terancam kehilangan habitatnya.

Dengan kondisi tersebut, UNESCO mengusulkan untuk mencabut status Great Barrier Reef dari Warisan Budaya Dunia menjadi “dalam bahaya”, namun usulan ini mendapat perlawanan dari pihak Australia yang berjanji untuk melakukan berbagai cara agar Great Barrier Reef ini tetap terjaga dan tidak rusak.

Lantas, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk climate crisis ini seperti mengurasi produksi batu bara, mengurangi aktivitas tambang, menegaskan kebijakan penebangan hutan, dan lain sebagainya yang berdasar pada kebijakan industri. Namun, tentu kebijakan tersebut bukanlah kebijakan yang semalam jadi, perlu beberapa hal penyesuaian dan bahkan akan menimbulkan beberapa masalah di masyarakat. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, bagaimana pun caranya, organisasi dunia dan juga organisasi lingkungan akan terus memperjuangkan hal tersebut hingga perubahan aktivitas yang mempengaruhi climate crisis berkurang secara drastis.

Lantas, kita sebagai masyarakat, hal apa yang bisa dilakukan untuk turut berpartisipasi dalam misi penyelamatan dunia dari climate crisis ini?

Ada banyak cara, guys. Termasuk yang sudah tidak asing kita temukan di beberapa perusahaan minimarket, yaitu penggunaan tas belanja. Yup, betul banget, hal sederhana dan kecil seperti itu akan sangat berdampak jika dilakukan secara konsisten dan holistik. Selain itu, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Ini sangat berpengaruh, guys. Jika tempat tujuanmu bisa ditempuh dengan jalan kaki, itu lebih baik. Atau ada pilihan kendaraan umum yang semakin kesini semakin tersedia di beberapa daerah.

Selain itu, membeli baju bekas yang sekarang mulai marak dilakukan oleh masyarakat, mengurangi konsumsi daging merah, hingga mengurangi penggunaan listrik adalah langkah kecil yang juga jika dilakukan secara konsisten akan membantu mengurangi penyebab climate crisis.

Jadi, untuk Sahabat Edunitas, mari meningkatkan pengetahuan mengenai lingkungan agar kita bisa bersama merawat peradaban. Karena selain pendidikan, lingkungan adalah kunci masa depan. Mari peduli lingkungan dan peduli pendidikan dengan cara melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi bermutu.

 

Baca artikel menarik lainnya di sini.

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus