Industri Fast-Fashion: Berdampak Buruk Bagi Bumi

person
Delia
tag
kesehatan
visibility
156
Dampak Buruk Industri Fast-Fashion!

Halo Sahabat Edunitas!

Fashion sangat dekat dengan masyarakat di segala lapisan dan strata karena fashion dalam artian pakaian merupakan kebutuhan primer manusia. Oleh karena itu, pakaian disediakan dalam berbagai variasi, baik dari model, bahan, peruntukan, dan lain sebagainya. Namun, tidak sedikit yang masih bingung untuk bersikap bijak terhadap pemilihan pakaian. Hal tersebut karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak tidak langsung pemilihan pakaian terhadap keberlanjutan lingkungan di bumi.

Fast-Fashion

Fast-fashion adalah model bisnis yang menekankan produksi pakaian dalam jumlah besar dengan harga rendah dan siklus produksi yang cepat. Hal ini mendorong konsumen untuk membeli pakaian baru secara terus-menerus untuk mengikuti tren terbaru. Model bisnis ini dapat menghasilkan beberapa dampak negatif terkait penumpukan pakaian dan limbah yang dihasilkan.

Biasanya, Sahabat akan tergoda untuk membeli fast-fashion karena harga yang terjangkau, trend terbaru dan mode cepat, pilihan yang beragam, pengaruh media sosial dan influencer. Namun, dibalik segala hal yang membuat nyaman dan bahagia di atas, ternyata memiliki dampak negatif yang sangat luas.

Baca Juga: Gunakan Waktumu Seproduktif Mungkin!

Dampak Negatif Fast-Fashion

Salah satu dampak utama fast-fashion adalah penumpukan pakaian per orang. Sebab, pakaian yang diproduksi dengan cepat dan dijual dengan harga murah, orang cenderung membeli lebih banyak pakaian daripada yang mereka butuhkan. Ini menyebabkan akumulasi pakaian yang tidak terpakai di lemari, dan pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan limbah tekstil.

Adapun beberapa masalah limbah tekstil tersebut adalah sebagai berikut.

  • Volume limbah tekstil. Setiap tahun, industri fashion menghasilkan sekitar 92 juta ton limbah tekstil. Jumlah ini mencakup limbah dari proses produksi pakaian, limbah pakaian yang dibuang oleh konsumen, dan limbah yang dihasilkan selama pemrosesan tekstil.
  • Tingkat daur ulang yang rendah. Saat ini, hanya sekitar 13% limbah tekstil yang didaur ulang. Sisanya, sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau dibakar, menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan.
  • Pengaruh terhadap lingkungan. Proses produksi pakaian menggunakan banyak sumber daya alam seperti air, energi, dan bahan kimia. Penggunaan yang tidak terkendali dari sumber daya ini dan pembuangan limbah tekstil dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, polusi air, dan emisi gas rumah kaca.
  • Penggunaan bahan non-terbarukan. Industri fashion juga menggunakan bahan-bahan non-terbarukan seperti minyak bumi untuk produksi serat sintetis seperti poliester. Permintaan yang tinggi terhadap serat sintetis berkontribusi pada peningkatan ketergantungan pada bahan yang tidak dapat diperbaharui.
  • Penumpukan limbah pakaian. Kebiasaan konsumen yang membeli pakaian dengan cepat dan membuangnya dengan cepat juga berkontribusi pada penumpukan limbah pakaian. Banyak pakaian yang masih dapat digunakan berakhir di tempat pembuangan sampah, menyebabkan pemborosan sumber daya.

Namun, beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif fast-fashion terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Banyak orang mulai beralih ke praktik mode yang lebih bertanggung jawab, seperti membeli pakaian bekas, mendaur ulang pakaian, atau memilih merek yang berkomitmen pada produksi yang lebih berkelanjutan.

Pertimbangan Membeli Pakaian Berkualitas

Secara umum, membeli pakaian yang mahal tapi tahan lama lebih disarankan daripada membeli pakaian murah tapi tidak berkualitas. Namun, keputusan ini tergantung pada preferensi dan kebutuhan masing-masing individu. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang dapat Sahabat perhatikan.

  • Kualitas. Pakaian yang mahal cenderung dibuat dengan bahan yang lebih baik dan menggunakan teknik produksi yang lebih baik pula. Mereka sering kali dirancang untuk tahan lama dan mungkin memiliki jahitan yang kuat. Pakaian murah yang tidak berkualitas cenderung menggunakan bahan yang lebih rendah dan mungkin memiliki kualitas jahitan yang buruk. Jadi, jika Sahabat mencari pakaian yang akan bertahan lama, membeli yang berkualitas lebih baik.
  • Daya tahan. Pakaian yang tahan lama dapat digunakan berkali-kali dan tetap terlihat baik. Meskipun mungkin memerlukan investasi awal yang lebih besar, dalam jangka panjang, Sahabat dapat menghemat uang karena tidak perlu membeli pakaian baru terlalu sering. Pakaian murah yang tidak tahan lama cenderung cepat rusak dan perlu diganti lebih sering.
  • Keberlanjutan. Pakaian yang tahan lama mendukung prinsip-prinsip keberlanjutan karena mereka tidak perlu diganti dengan cepat. Mengurangi konsumsi pakaian dan memilih pakaian yang tahan lama membantu mengurangi limbah tekstil dan dampak negatif terhadap lingkungan. Pakaian murah yang tidak tahan lama cenderung berkontribusi pada penumpukan limbah pakaian.
  • Nilai jangka panjang. Meskipun pakaian yang mahal memiliki harga yang lebih tinggi pada awalnya, mereka sering kali memberikan nilai jangka panjang. Mereka dapat tetap terlihat baik, nyaman dipakai, dan mempertahankan nilai mereka dalam jangka waktu yang lebih lama. Pakaian murah yang cepat rusak atau keluar dari gaya dapat kehilangan nilai dengan cepat.

Namun, penting untuk diingat selalu periksa bahan, metode produksi, dan reputasi merek sebelum membeli pakaian. Selain itu juga jangan lupa mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran pribadi Sahabat saat memilih pakaian. Jika Sahabat memiliki keterbatasan anggaran, mencari pakaian yang berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau atau membeli pakaian bekas bisa menjadi alternatif yang baik. Yang terpenting adalah membeli pakaian sesuai kebutuhan, mempertimbangkan kualitas, dan menjaga pola konsumsi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

 

Baca artikel menarik lainnya di sini!

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus