Meskipun Covid-19 sudah sudah mulai menurun bahkan di beberapa negara sepakat akan menurunkan status pandemi menjadi endemi, namun masalah kesehatan seperti tidak ada habisnya.
Saat ini, ada penyakit baru yang berpeluang menjadi pandemi, yaitu hepatitis akut misterius yang kerap menyerang anak-anak. Berdasarkan penyebarannya, diperkirakan dalam waktu yang relatif cepat, penyakit ini akan menjadi penyakit global dan mengakibatkan pandemi meskipun tidak separah Covid-19.
Jika Sahabat Edunitas belum tahu, hepatitis adalah penyakit peradangan di hati atau liver yang disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab hepatitis biasanya karena pola hidup yang tidak sehat, misalnya rutin mengonsumsi alkohol sehingga berlebihan, rutin mengonsumsi obat-obatan secara berlebihan, autoimun, adanya infeksi pada organ tubuh, dan berkembangnya cacing hati dalam organ.
Pada umumnya, hepatitis menyerang orang dewasa. Namun, hepatitis akut misterius yang ditemukan pertama kali di China ini malah menyerang anak-anak sehingga menimbulkan beberapa gejala yang bisa membahayakan nyawa anak-anak.
Sejauh ini, kasus yang ditemukan menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun. Secara global, laporan tentang kasus ini rata-rata menyerang anak usia 10 tahunan dan sudah dilaporkan oleh kurang lebih 20 negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. di Amerika Serikat sendiri, kasusnya sudah mencapai 109 kasus dengan lima kematian.
Hepatitis akut misterius ini menyerang pencernaan dan pernapasan. Tak heran, gejala awal biasanya mual, muntah, diare berat, dan demam ringan. Namun, gejala tersebut sangat umum dan susah membedakan dengan penyakit biasa sehingga harus memperhatikan gejala lanjutan seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB putih pucat, kulit dan mata menguning, terjadi pembekuan darah, kejang-kejang, dan kesadaran menurun.
Di Indonesia sendiri, data per 9 Mei 2022 kasus hepatitis akut misterius ini sudah memakan korban jiwa sebanyak 15 anak. berdasarkan data, 3 korban berasal dari DKI Jakarta, 1 dari Tulungagung, dan yang lain belum terpublikasi ditemukan di daerah mana. Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa penyebab penyakit ini sampai sekarang masih dalam tahap koordinasi dengan negara-negara lain yang juga masih mencari tahu penyebab dan menganalisis kasusnya.
Kemenkes terus berkoordinasi dengan berbagai organisasi global dan juga organisasi kesehatan nasional seperti IDAI untuk mengidentifikasi penyakit ini. Misalnya, penyebabnya apa, penyebarannya bagaimana, pencegahannya seperti apa, obatnya apa, dan fasilitas kesehatan mana saja yang bisa dimintai tolong ketika mengalami gejala hepatitis akut misterius ini.
Sejauh ini, Kemenkes yang kerja sama dengan IDAI terus melakukan observasi dan penelitian mengenai penyakit ini hingga membuat skema protokol bagi pasien pengidap penyakit misterius ini dengan melakukan pemeriksaan terhadap hati para pengidap penyakit ini.
Meskipun penyakit ini belum dianalisis secara mendalam, namun sudah ada beberapa saran untuk mencegah penularan penyakit ini, misalnya menghimbau untuk seluruh orang tua semakin memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan keluarga, khususnya si kecil.
Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga informasi mengenai hepatitis ini disimak baik oleh seluruh masyarakat sehingga tidak menjadi pandemi yang beruntun. Kesehatan adalah nomor satu, jadi tetap jaga protokol kesehatan dan makan makanan yang baik setiap harinya tanpa peduli sedang ada pandemi atau tidak.
Baca artikel menarik lainnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus