International Women's Day dan Hari Wanita Indonesia

person
Delia
tag
lainnya
visibility
141
International Women's Day

International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional yang dirayakan setiap 8 Maret ini berawal dari aksi demo buruh perempuan di US pada tahun 1909 yang membawa beberapa isu, seperti pengakuan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, politik, pendidikan, dan isu-isu penting lainnya. IWD tahun 2022 mengusung tema “Gender equality today for a sustainable tomorrow” (Memajukan kesetaraan hari ini untuk masa depan yang berkelanjutan). Tema ini diharapkan menjadi misi bersama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

Momen IWD menjadi momen yang mengingatkan kita kepada beragam isu perempuan di dunia, khusus di Indonesia, sehari setelah peringatan IWD, yaitu 9 Maret adalah peringatan Hari Wanita Indonesia. 

Isu mengenai perempuan memang sangat luas dan permasalahannya semakin berkembang, tidak hanya sekedar perjuangan kesetaraan gender, misalnya beauty privilege berupa syarat lowongan kerja perusahaan yang mengutamakan perempuan yang berpenampilan menarik dengan kualifikasi tinggi dan berat badan tertentu, pelecehan seksual terhadap perempuan yang semakin hari semakin merajalela dan terus membunuh mental korban, dan isu perempuan lain yang memiriskan hati.

Di tengah permasalahan di atas, pendidikan hadir memberikan solusi, harapan, dan semangat baru kepada para perempuan untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender di dunia ini dan menciptakan masa depan yang cerah. Beberapa influencer perempuan berikut berkecimpung di dunia pendidikan dengan segudang prestasinya.

Maudy Ayunda

Artis yang bernama lengkap Ayunda Faza Maudya telah menyelesaikan kuliah S1 di Bachelor of Arts (B.A.), Philosophy, Politics, and Economics di University of Oxford. Setelah bingung memilih kuliah di Stanford atau Harvard, Maudy akhirnya memilih Master of Business Administration - MBA, joint Degree: MA in Education di Stanford University dengan dukungan beasiswa S2 dari pemerintah, LPDP.

Setelah menyelesaikan kuliah S2, Maudy kembali ke Indonesia dan siap untuk mengimplementasikan ilmunya. Saat ini, dia sedang terjun ke dunia bisnis, khususnya di bidang NFT dan berinvestasi di beberapa start up seperti Segari dan Sirka. Selain itu, ia juga terus menginspirasi masyarakat dengan membuat konten di YouTube. Ia berbagi tentang isi buku-buku yang ia baca. 

Dian Sastrowardoyo

Diandra Paramita Sastrowardoyo mengisi hari-harinya selama pandemi dengan mengikuti berbagai kursus online. Baginya, belajar tak kenal usia dan waktu, itu yang dibagikan oleh Dian sastro saat hadir di podcast Gita Wirjawan. Dian Sastro bahkan memiliki yayasan untuk memberikan beasiswa kuliah kepada para perempuan muda Indonesia yang kurang mampu bernama Beasiswa Dian, dengan jargon Dari Wanita Untuk Indonesia.

Tasya Kamila

Tasya Kamila dikenal sejak kecil saat lagu-lagunya kerap kali memenuhi memori masa kecil anak-anak Indonesia. Setelah menyelesaikan kuliah S1 di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, ia lalu melanjutkan kuliah dengan beasiswa LPDP di Columbia University jurusan Public Administration.

Sekarang, ia berkontribusi di beberapa brand dan konsultan kebijakan sambil mengurus buah hatinya. Sebagai seorang Ibu yang berpendidikan, tidak heran jika Arrasya Bachtiar, anak Tasya, tumbuh menjadi anak dengan kecerdasan di atas rata-rata anak seumurannya. Di umur 2 tahun 9 bulan, Ar (begitu ia disapa) sudah paham konsep uang, macam-macam pekerjaan, ingatan yang baik tentang sebuah lirik lagu, dan bahkan ia bisa membongkar-pasang kipas angin.

Ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan seorang ibu sangat penting untuk menciptakan generasi yang lebih baik, sekaligus menghapus stigma bahwa perempuan tidak perlu untuk sekolah tinggi jika ujung-ujungnya hanya mengurus anak di rumah.

Najwa Shihab

Siapa yang tak mengenal jurnalis kondang satu ini? Keberaniannya dalam menyodorkan pertanyaan tajam kepada para pejabat membuatnya punya tempat tersendiri di hati masyarakat. Najwa Shihab, alumni Fakultas Hukum, Universitas Indonesia merupakan salah satu sosok teladan perempuan Indonesia. Kiprahnya dalam dunia jurnalistik dan kemanusiaan sudah tidak diragukan lagi. Ia menjadi role model para perempuan muda untuk terus belajar, berani menyuarakan pendapat, berkata benar pada kebenaran dan salah pada kejahatan, serta berkontribusi untuk kehidupan yang lebih baik.

Semangatnya dalam kesetaraan gender di Indonesia membuat Najwa mendirikan Narasi, media yang karyawannya delapan puluh persen perempuan.

Athiya Deviyani

Nama yang satu ini mungkin masih asing di telinga masyarakat. Athiya Deviyani merupakan mahasiswa asal Indonesia yang kuliah S1-Artificial Intelligence and Computer Science di University of Edinburgh dan kuliah S2-Artificial Intelligence and Innovation di Carnegie Mellon University. Beberapa bulan lalu, Athiya sempat menghebohkan warga Twitter dengan mengunggah curriculum vitae miliknya. CV tersebut menarik karena memaparkan pengalaman kerjanya. 

Selama kuliah, Athiya memanfaatkan program magang dan berhasil magang di Google, perusahaan raksasa penguasa internet dan yang terbaru, ia diterima magang di Machine Learning Engineering, Apple. Warga Twitter semakin geger mengingat dua perusahaan tersebut merupakan perusahaan impian dengan seleksi yang sangat ketat.

Perempuan-perempuan di atas memiliki prestasi di bidang pendidikan yang luar biasa. Mereka inilah sosok-sosok yang menginspirasi perempuan Indonesia dan memiliki visi yang sejalan dengan tema International Women’s Day 2022, yaitu Memajukan kesetaraan hari ini untuk masa depan yang berkelanjutan.

Baca artikel menarik kami lainnya disini.

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus