Mental Health: Gangguan Mental pada Remaja

person
Delia
tag
jurusan
visibility
160
Jurusan Psikologi, Mempelajari Gangguan Mental dan Kejiwaan

Halo Sahabat Edunitas!

Kali ini kita akan membahas mengenai hal yang belakangan ini marak disoroti dan menarik perhatian para remaja, gen Z, dan millennial, yaitu gangguan mental, khususnya gangguan mental pada remaja.

Baca Juga: Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak Disebabkan Oleh Paracetamol?

Seperti yang Sahabat ketahui beritanya melalui media sosial, belum lama ini seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada dinyatakan meninggal dunia setelah melompat dari lantai 11 sebuah hotel di Yogyakarta. Belakangan diketahui yang bersangkutan mengalami gangguan mental berdasarkan surat riwayat kesehatan yang ditemukan di tas korban. 

Tepat dua hari setelah kejadian, yaitu pada 10 Oktober 2022 diperingati sebagai hari kesehatan mental dunia (World Mental Health Day). Peristiwa ini seakan-akan memberi sinyal penegasan bahwa kesehatan mental di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kasus bunuh diri ini menjadi pengingat untuk kita semua bahwa kesehatan mental bukan lagi isu yang ekslusif, ini adalah isu kita bersama, bukan hanya urusan psikolog atau psikiater.Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa lingkungan yang positif berpengaruh terhadap kestabilan mental seseorang, begitu juga sebaliknya. Lingkungan yang dimaksud meliputi; keluarga, sekolah, dan lingkaran pertemanan. 

Mental Health

WHO menyebutkan 1 dari 4 remaja usia 16–24 tahun mengalami gangguan mental. Sementara itu, di Indonesia berdasarkan riset yang dilakukan oleh The Conversion bekerjasama dengan University of Queensland di Australia dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa 1 dari 20 remaja usia 19–24 tahun terdiagnosa mengalami gangguan mental. Artinya, ada sekitar 245 juta remaja Indonesia yang mengalami gangguan mental. Gangguan mental yang dialami beragam, mulai dari; kecemasan yang berlebihan, depresi, hingga fobia sosial dengan penyebab yang beragam pula. Keberagaman situasi sosial, budaya, ekonomi, dan latar belakang setiap orang menyebabkan asesmen terhadap gangguan mental setiap orang akan berbeda, sehingga diagnosa pribadi dengan gejala umum sangat tidak dianjurkan.

Ketersediaan informasi mengenai mental health menjadikan kita mengenal banyak seputar kesehatan mental. Bahkan “mental health” menjadi salah satu kata yang paling dicari di internet. Berdasarkan laporan year in search yang dikeluarkan oleh Google pada tahun 2020 menyebutkan bahwa pencarian pengguna Google di Indonesia terhadap kesehatan mental mengalami kenaikan sebanyak 70% dari tahun sebelumnya. Data ini menjelaskan setidaknya dua kondisi; yaitu angka gangguan mental di Indonesia terus meningkat dan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan mental meningkat. 

Ketersedian informasi di internet terutama soal kesehatan mental juga berdampak buruk. Alih-alih meningkatkan kesadaran, orang-orang menelusuri seputar kesehatan mental untuk melakukan self diagnosis. Padahal, diagnosis gangguan mental harus dilakukan oleh ahlinya. Kita hanya dapat mengenal beberapa kondisi yang menandakan mental kita sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Jakarta Marathon 2022

Gangguan Mental Umum

Gangguan mental umum atau common mental health disorder (CMD) adalah gangguan mental yang lazim atau banyak dijumpai dalam sebuah populasi. National Library of Medicine USA menyebutkan beberapa penyakit mental yang tergolong CMD. Diantaranya adalah depresi, gangguan kecemasan umum (GAD), gangguan panik, fobia, gangguan kecemasan sosial, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Center for Public Mental Health (CPMH), Fakultas Psikologi UGM menyebutkan bahwa CMD ini sangat mempengaruhi suasana hati seseorang dalam kurun waktu yang panjang. Oleh sebab itu, jika teman-teman merasakan suasana hati yang tidak tenang atau cepat berubah-ubah dalam waktu singkat, segera datangi psikolog. Di beberapa kota di Indonesia psikolog sudah dapat diakses di faskes tingkat pertama atau puskesmas. 

Psikolog

Psikolog adalah praktisi psikologi yang diberikan hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam menangani kasus-kasus gangguan mental. Di Indonesia, untuk menjadi seorang psikolog setidaknya harus menempuh dua jenjang pendidikan tinggi, yaitu sarjana Psikologi dan magister Psikologi Klinis. Jurusan psikologi secara umum (strata 1) sangatlah luas. Misalnya, psikologi pendidikan, psikologi industri, psikologi sosial, dan psikologi klinis. Tingginya angka gangguan mental dan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental menjadikan Psikolog sebagai salah satu profesi yang selalu dibutuhkan dan rumpun ilmu psikologi menjadi jurusan yang diminati oleh semua orang.

Psikologi di Edunitas

Jurusan ini cukup mudah ditemukan di berbagai perguruan tinggi, tidak hanya di perguruan tinggi negeri, tetapi juga perguruan tinggi swasta. Bahkan, ada beberapa perguruan tinggi swasta yang berdiri dengan jurusan khusus untuk psikologi.

Di Edunitas, prodi ini tersedia di beberapa perguruan tinggi, silakan cek di sini.

Selain menyediakan program kuliah karyawan online di jurusan ini, Edunitas ini juga menyediakan kemudahan dalam pembayaran, yaitu mahasiswa bisa membayar biaya kuliah dengan metode angsuran atau cicil tanpa bunga. So, untuk masalah biaya tidak akan memberatkan. Hal ini sesuai dengan visi misi Edunitas dalam memajukan pendidikan Indonesia.

Daftar sekarang juga di Edunitas dan nikmati berbagai kemudahan dalam menempuh studi. Klik di sini!

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia

Baca artikel menarik lainnya di sini.

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus