LPK Serba Indo dan Edunitas; Wadah Karier di Jepang

person
Delia
tag
lainnya
visibility
199
Kesempatan Magang di Jepang dan Kuliah Online

Halo Sahabat Edunitas!

Tertarik untuk berkarier di luar negeri tapi bingung negara tujuan yang tepat? Jepang adalah jawabannya! Pertumbuhan industrinya bagus, ditambah dengan etos kerjanya juga tidak diragukan. Gak perlu khawatir susah, ribet, dll.  Because of Jepang sedang dan akan terus membutuhkan tenaga kerja asing. 

Magang Jepang

Bahkan baru-baru ini, perwakilan Japan Human Support Union (JHSU) Kunihiro Tomoaki mendatangi Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari touring beliau ke beberapa negara lain untuk mempromosikan penerimaan peserta pemagangan dan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau specific skilled worker (SSW). 

Kenapa ya, Jepang sampai harus menawarkan tenaga kerja dari negara lain untuk bekerja di negaranya? Padahal di Indonesia sendiri, lapangan kerja sangat terbatas sementara pencari kerja terus meningkat. 

Jawaban sederhana dan sementaranya karena Indonesia sedang mengalami bonus demografi sehingga jumlah penduduk dengan usia produktif terus meningkat, sementara Jepang sebaliknya, kekurangan penduduk usia produktif.

Baca Juga: Kampus Swasta Terbaik di Surakarta

Demografi Jepang

Jepang mengalami penurunan jumlah penduduk untuk pertama kalinya pada saat perang dunia II. Jepang diperkirakan kehilangan setidaknya 2.3 juta pasukan militer dan 800.000 warga sipil. Kemudian, setelah perekonomian Jepang mulai bangkit, Jepang mengalami apa yang dinamakan baby boom yaitu peningkatan angka kelahiran karena meningkatnya minat masyarakat dalam membangun keluarga dan keturunan pasca peperangan. Kendati demikian, demografi Jepang hari ini ditandai dengan menurunya angka kelahiran secara terus menerus dan meningkatnya angka harapan hidup. Puncaknya, pada rentan tahun 2005 hingga 2009 penduduk Jepang dengan usia lebih dari 65 tahun melampaui jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun) beberapa ahli menyebut bahwa demografi Jepang cukup mengkhawatirkan. 

Kurangnya penduduk usia produktif membuat Jepang sangat mengandalkan tenaga kerja asing. Penduduk usia muda di Jepang tidak terlalu tertarik untuk membangun keluarga, mereka sibuk dan fokus bekerja. Hal ini dikarenakan biaya hidup yang cukup tinggi terutama di kota-kota besar sehingga penduduk dengan usia matang dan siap menikah lebih memilih fokus bekerja.

Budaya Kerja di Jepang

Budaya kerja adalah salah satu hal yang membuat Jepang menjadi mencolok dibandingkan negara lain. Kita mungkin sudah lazim mendengar tentang etos kerja dan kedisiplinan masyarakat Jepang. Kira-kira selain disiplin, etos kerja seperti apalagi ya yang diterapkan masyarakat Jepang? Kemampuan untuk memahami budaya kerja adalah modal besar untuk dapat beradaptasi dengan baik di dunia kerja. Yuk, disimak beberapa etos kerja masyarakat Jepang berikut.

  • Kaizen (continuous improvement). Konsep ini sangat dipegang teguh oleh masyarakat Jepang. Kaizen sendiri berarti pengembangan yang dilakukan secara terus menerus. Simple nya mungkin tidak pernah berhenti belajar ya tidak memandang usia ataupun jabatan; intinya terus melakukan perbaikan atas pengetahuannya. 
  • Bushido. Budaya ini lebih dikenal sebagai budaya kerja ksatria dan samurai tetapi juga diterapkan oleh masyarakat Jepang di kesehariannya. Bushido kurang lebih berkaitan dengan kesederhanaan, kesetiaan, dan kemampuan bela diri. 
  • Meishi Kokan. Meishi Kokan adalah sebuah kebiasaan untuk saling tukar kartu nama, tujuannya adalah untuk selalu menjaga hubungan profesional.
  • Keishan. Kebiasaan ini sangat menekankan pada pembaharuan. Keishan berarti sebuah sikap yang produktif, inovatif, dan kreatif. Oleh sebab itu, kita menjumpai masyarakat Jepang tidak hanya giat bekerja (produktif) mereka juga selalu menghasilkan ide-ide yang kreatif dan inovatif.
  • Ganbatte. Mungkin ini adalah etos kerja yang paling familiar bagi masyarakat Indonesia. Kita tentu sudah tidak asing dengan teriakan Ganbatte! kurang lebih maknanya sama. Orang Jepang sangat menjunjung tinggi nilai pantang menyerah dan selalu bersemangat. 

Baca Juga: STIH Litigasi Jakarta, Program Kuliah Karyawan

Industri Dibutuhkan Jepang

Okey jika Sahabat sudah mantap mau memulai karier di Jepang. Pertanyaan selanjurnya adalah kira-kira tenaga kerja di bidang apa yang paling dibutuhkan oleh Jepang? Khusus untuk tenaga kerja spesifik asal Indonesia, kebanyakan akan bekerja di bidang industri pertanian, manufaktur makanan dan minuman, perawat lansia, permesinan, dan perikanan dan akuakultur. Adapun tenaga kerja asing secara keseluruhan bekerja pada bidang berikut.

  • Manufaktur 29.7%
  • Jasa Lainnya (pemeliharaan otomotif, layanan penempatan kerja, alih daya, dst) 15.8%
  • Grosir/Ecer 12.7%
  • Akomodasi dan Pangan 12.7%Bantuan pendidikan dan pembelajaran 4.8%
  • Konstruksi 4.7%
  • Informasi dan Komunikasi 3.9%
  • Kesehatan dan Kesejahteraan 1.8%

Jika sudah mengetahui hal di atas, saatnya Sahabat Edunitas mengetahui informasi pendaftaran magang ke Jepang di link berikut.

Oh ya, agar nanti Sahabat Edunitas bekerja di negeri orang dengan aman dan tentram, Sahabat Edunitas harus memastikan agar mengikuti semua regulasi yang berlaku. Lagi-lagi tidak perlu khawatir karena sudah ada kerjasama pemerintah Jepang-Indonesia dalam  penerimaan pemagangan dan tenaga kerja spesifik ini. Selain itu, lembaga yang mengadakan juga sudah tersertifikasi dan terjamin.

Yuk daftar sekarang dan raih kesempatan untuk mengupgrade kariermu di Jepang!

Baca artikel menarik lainnya di sini!

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus