Tertarik untuk berkarier di luar negeri tapi bingung negara tujuan yang tepat? Jepang adalah jawabannya! Pertumbuhan industrinya bagus, ditambah dengan etos kerjanya juga tidak diragukan. Gak perlu khawatir susah, ribet, dll. Because of Jepang sedang dan akan terus membutuhkan tenaga kerja asing.
Bahkan baru-baru ini, perwakilan Japan Human Support Union (JHSU) Kunihiro Tomoaki mendatangi Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari touring beliau ke beberapa negara lain untuk mempromosikan penerimaan peserta pemagangan dan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau specific skilled worker (SSW).
Kenapa ya, Jepang sampai harus menawarkan tenaga kerja dari negara lain untuk bekerja di negaranya? Padahal di Indonesia sendiri, lapangan kerja sangat terbatas sementara pencari kerja terus meningkat.
Jawaban sederhana dan sementaranya karena Indonesia sedang mengalami bonus demografi sehingga jumlah penduduk dengan usia produktif terus meningkat, sementara Jepang sebaliknya, kekurangan penduduk usia produktif.
Baca Juga: Kampus Swasta Terbaik di Surakarta
Jepang mengalami penurunan jumlah penduduk untuk pertama kalinya pada saat perang dunia II. Jepang diperkirakan kehilangan setidaknya 2.3 juta pasukan militer dan 800.000 warga sipil. Kemudian, setelah perekonomian Jepang mulai bangkit, Jepang mengalami apa yang dinamakan baby boom yaitu peningkatan angka kelahiran karena meningkatnya minat masyarakat dalam membangun keluarga dan keturunan pasca peperangan. Kendati demikian, demografi Jepang hari ini ditandai dengan menurunya angka kelahiran secara terus menerus dan meningkatnya angka harapan hidup. Puncaknya, pada rentan tahun 2005 hingga 2009 penduduk Jepang dengan usia lebih dari 65 tahun melampaui jumlah penduduk usia muda (0-14 tahun) beberapa ahli menyebut bahwa demografi Jepang cukup mengkhawatirkan.
Kurangnya penduduk usia produktif membuat Jepang sangat mengandalkan tenaga kerja asing. Penduduk usia muda di Jepang tidak terlalu tertarik untuk membangun keluarga, mereka sibuk dan fokus bekerja. Hal ini dikarenakan biaya hidup yang cukup tinggi terutama di kota-kota besar sehingga penduduk dengan usia matang dan siap menikah lebih memilih fokus bekerja.
Budaya kerja adalah salah satu hal yang membuat Jepang menjadi mencolok dibandingkan negara lain. Kita mungkin sudah lazim mendengar tentang etos kerja dan kedisiplinan masyarakat Jepang. Kira-kira selain disiplin, etos kerja seperti apalagi ya yang diterapkan masyarakat Jepang? Kemampuan untuk memahami budaya kerja adalah modal besar untuk dapat beradaptasi dengan baik di dunia kerja. Yuk, disimak beberapa etos kerja masyarakat Jepang berikut.
Baca Juga: STIH Litigasi Jakarta, Program Kuliah Karyawan
Okey jika Sahabat sudah mantap mau memulai karier di Jepang. Pertanyaan selanjurnya adalah kira-kira tenaga kerja di bidang apa yang paling dibutuhkan oleh Jepang? Khusus untuk tenaga kerja spesifik asal Indonesia, kebanyakan akan bekerja di bidang industri pertanian, manufaktur makanan dan minuman, perawat lansia, permesinan, dan perikanan dan akuakultur. Adapun tenaga kerja asing secara keseluruhan bekerja pada bidang berikut.
Jika sudah mengetahui hal di atas, saatnya Sahabat Edunitas mengetahui informasi pendaftaran magang ke Jepang di link berikut.
Oh ya, agar nanti Sahabat Edunitas bekerja di negeri orang dengan aman dan tentram, Sahabat Edunitas harus memastikan agar mengikuti semua regulasi yang berlaku. Lagi-lagi tidak perlu khawatir karena sudah ada kerjasama pemerintah Jepang-Indonesia dalam penerimaan pemagangan dan tenaga kerja spesifik ini. Selain itu, lembaga yang mengadakan juga sudah tersertifikasi dan terjamin.
Yuk daftar sekarang dan raih kesempatan untuk mengupgrade kariermu di Jepang!
Baca artikel menarik lainnya di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus