Masa Pandemi, Offline Learning atau online learning

person
Suyanto
tag
eduCampus
visibility
125
Masa Pandemi, Offline Learning atau online learning

Sudah setahun lebih pandemi covid-19 (corona virus desease 19) tidak kunjung reda bahkan di beberapa negara mengalami gelombang baru dan corona virus mengalami mutasi dengan munculnya berbagai varian baru yang semakin mengkhawatirkan. Termasuk di Indonesia saat ini memasuki gelombang kedua dan kasus positif baru mengalami peningkatan yang sangat signifikan hingga mencapai 30 ribuan kasus baru perhari. Kondisi ini bisa menyebabkan ada kemungkinan untuk mengubah kebijakan baru dalam hal proses belajar mengajar di mana selama lebih dari dua semester kebijakan proses belajar mengajar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dilakukan secara online (daring).

Selama proses belajar-mengajar dua semester tersebut banyak sekali pendapat pro dan kontra tentang efektifitas proses belajar mengajar daring tersebut, sehingga pemerintah membuat surat keputusan bersama melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK 01.08/Menkes/4242/2021, Nomor -717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, bahwa kita perlu memastikan perkembangan satuan pendidikan di daerahnya masing-masing. Sehubungan dengan hal tersebut kami meminta untuk melakukan hal-hal berikut:

  1. Mendorong seluruh satuan pendidikan melakukan pemutakhiran data dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
  2. Melakukan sosialisasi dan kampanye edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam menangkal penularan penyebaran virus Covid-19.
  3. Melakukan koordinasi antar instansi terkait dan Kepala UPT Kemendikbudristek yaitu LPMP dan BP/PP PAUD dan Diknas setempat untuk pengawasan dan mitigasi resiko PTM terbatas.

Surat Keputusan Bersama (SKB) antar Kementrian ini di buat ketika melihat trend penambahan kasus positif baru mengalami trend yang terus menurun. Bisa jadi SKB antar kementerian ini akan ada perubahan atau revisi mengingat di bulan Juni dan Juli 2021 kasus positif baru mengalami trend yang terus meningkat hingga melampaui rekor sebelumnya. 

Berdasarkan pantauan dilapangan proses pembelajaran online (daring) dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, yang paling kurang efektif adalah di tingkat sekolah dasar maupun menengah, Banyak keluhan orang tua bahwa putra-putrinya tidak bisa mengikuti proses pembelajaran online (daring). Banyak faktor yang menyebabkan proses pembelajaran online di tingkat dasar maupun menengah kurang berjalan baik disebabkan oleh beberapa hal di antaranya :

  1. Orang tua/anak tidak memiliki sarana komputer atau gadget
  2. Keterbatasan orang tua untuk bisa menyediakan internet yang stabil
  3. Banyak daerah pedesaan yang belum terjangkau oleh internet
  4. Banyak orang tua ataupun sebagai pembimbing anak yang belum familiar dengan berbagai aplikasi pembelajaran online/daring
  5. Dalam proses pembelajaran online anak belum bisa mandiri dan harus di bimbing oleh orang tua atau keluarga.

Untuk tingkat pendidikan menengah dan pendidikan tinggi proses belajar mengajar online atau daring ini dapat berjalan lebih efektif karena anak didik lebih dewasa dan mandiri dalam proses belajar sehingga tidak perlu bimbingan orang tua dan rata-rata mereka sudah memiliki gadget atau laptop sebagai sarana belajarnya.

Proses belajar online atau daring ini sangat cocok dengan para pekerja/karyawan yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi mengingat mereka sudah sangat sibuk dengan pekerjaannya dan tidak tersedia waktu di jam reguler, serta kondisi financial yang belum kuat. Adanya program kuliah online ini memberikan solusi bagi mereka untuk lanjut kuliah sehingga selain mengejar karir mereka juga dapat meningkatkan pendidikannya yang sempat tertuda.

Proses pembelajaran online atau daring ini memiliki banyak sekali manfaat di antaranya

  1. Proses belajar mengajar dapat dilaksanakan kapan dan di mana saja
  2. Mahasiswa tidak perlu hadir langsung ke kampus
  3. Mahasiswa dapat menjaga protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona -19
  4. Menuntut mahasiswa harus lebih mandiri dalam belajar
  5. Waktu kuliah bisa fleksible
  6. Biaya kuliah lebih terjangkau
  7. Menghemat pengeluaran biaya transportasi, sewa rumah, dan lebih aman

Dari artikel di atas dapat disimpulkan sesuai dangan judul mana lebih baik penerpan proses belajar mengajar di masa pandemi Offline Learning atau Online Learning?

Yang paling baik penerapan proses belajar mengajar di masa pandemi adalah Online Learning karena dengan sistem Online Learning ini kita dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona-19. Bisa dibayangkan kalau di masa pandemi ini proses belajar mengajar dijalankan secara tatap muka, pasti lebih banyak lagi orang yang terpapar positif covid-19 dari murid, guru, orang tua murid, dan para ppegawai administrasi sekolah pastinya akan banyak sekali cluster-cluster baru penyebaran virus corona-19 ini. Memang proses belajar mengajar online ini kurang efektif di tingkat dasar dan menengah namun dalam kondisi seperti sekarang ini, metode pembelajaran ini masih dianggap tepat dan solutif. Ke depannya agar lebih efektif perlu keterlibatan semua pihak agar kebutuhan proses belajar online/daring dapat dipenuhi dengan baik.

Bagi anda yang lulusan SMU/SMK sederajat, Kejar Paket C, lulusan D-1, D-2, D-3, pindah jurusan atau yang sudah bekerja tetapi memiliki waktu dan biaya yang terbatas tetapi ingin lanjut kuliah silakan klik link di bawah ini :

eduNitas

 
Edunitas Author:
Suyanto
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus