95 Persen Masyarakat Indonesia Cuek Terhadap Isu Resesi 2023

person
Fahmi
tag
lainnya
visibility
98
Jangan Khawatir Terhadap Resesi 2023

Sahabat Edunitas saat ini pasti banyak sekali di antara kalian yang sedang mengikuti isu mengenai Resesi 2023, tidak usah terlalu khawatir karena kali ini akan kita bahas mengenai isu Resesi 2023 secara tuntas dengan riset yang sudah di lakukan. Simak baik baik ya!

Diperkirakan sudah ada 95, 9 persen masyarakat yang sangat optimis jika Indonesia tidak akan mengalami resesi pada tahun 2023 mendatang, dan mereka juga sama sekali tidak khawatir dengan adanya isu resesi pada tahun 2023.

Natasha Yulian sebagai Analis Data pada Continuum Data Indonesia dalam acara Respons Indef Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-3 Tahun 2022, pada Selasa (8/11/2022) mengatakan “Atau setidaknya jika terjadi resesi mereka sangat yakin jika dampak ke Indonesia tidak akan seburuk yang dikhawatirkan”.

Data tersebut didapatkan dari riset melaui media sosial, dengan total akun media sosial sebanyak 51.525, dan dengan 60.781 total pembicaraan mengenai resesi 2023, dimana sebanyak 78,5 persen pembicaraan berasal dari Pulau Jawa dalam periode 17 Oktober hingga 1 November 2022.

Dengan adanya riset tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hanya 4 persen saja pembicaraan yang menunjukkan masyarakat khawatir terhadap isu resesi pada tahun 2023 mendatang.

Hal yang membuat masyarakat Indonesia optimis

Menurut analis pada perusahaan riset tersebut, optimisme masyarakat tersebut berasal dari berbagai macam berita yang memperlihatkan kondisi Indonesia yang semakin baik, salah satunya data perekonomian Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di ASEAN bahkan menjadi lebih tinggi dari negara Eropa dan Amerika Serikat.

Pada survei yang sama juga memperlihatkan jika seluruh pembicaraan mengenai resesi terhitung positif, hal itu dapat diketahui dengan adanya 69,33 persen pembicaraan positif yang berisi optimisme Indonesia aman dari resesi 2023, 21,6 persen berisi jika pemesanan iphone ludes berarti tanda tidak jadi resesi, dan 4,24 persen himbauan untuk tidak takut terhadap resesi dan hidup normal.

Selanjutnya ada 3,69 persen pernyataan positif yang berisi tidak takut resesi karena sudah melewati masa pandemi, dan terakhir 1,14 persen soal tidak perlu khawatir dengan adanya resesi 2023.

Sementara itu ada pembicaraan negatif yang meliputi, sebanyak 45 persen pembicaraan negatif yang berisi kritik untuk pemerintah yang ketar-ketir dengan resesi 2023, 30,34 persen influencer yang memanfaatkan situasi untuk fear monerging, dan 8,09 persen masyarakat yang merasa jika setiap hari sudah mengalami resesi.

Lalu sebanyak 8,01 persen pembicaraan negatif yang berisi resesi sudah di depan mata namun pejabat sibuk dengan pencitraan, 7,13 persen mengimbau untuk menyimpan duit sebanyak-banyaknya sebelum resesi, dan 1,4 persen masyarakat menyatakan jika pasar mulai sepi berarti itu merupakan tanda resesi.

Natasha juga mengungkapkan, dengan adanya survei ini memperlihatkan bahwa masyarakat sangat khawatir dengan kenaikan harga jika benar terjadi resesi, yaitu sebanyak 52,8 persen responden. Selain itu, masyarakat juga khawatir terhadap krisis pangan sebanyak 30,6 persen, dan susah dalam mencari pekerjaan sebanyak 4,2 persen jika terjadi resesi.

Sehingga, sangat direkomendasikan jika masyarakat harus berhemat dan menabung untuk menghadapi resesi jika berdasarkan survei yang telah dilakukan, yaitu sebanyak 50,1 persen.

Namun pada sisi lain, masyarakat juga disarankan untuk tetap belanja yaitu sebanyak 21 persen, hal itu karena belanja akan membantu perputaran perekonomian domestik sehinga akan jauh dari resesi.

Resesi ekonomi dunia 2023 sudah pasti akan datang, namun kamu tidak perlu khawatir dengan berlebihan. Indonesia saat 2008 pernah merasakan resesi dan masih berdiri sangat kokoh sampai saat ini. Khawatir boleh, namun jangan berlebihan apalagi sampai tidak ingin berkuliah karena lebih memilih menyimpan uangnya untuk berjaga-jaga kalau terjadi resesi.

Di Edunitas ada banyak sekali kampus yang membuka Program Kuliah Online dan Program Kuliah Kelas Karyawan dengan harga terjangkau yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga nantinya jika benar terjadi resesi kamu masih memiliki simpanan uang dan juga untuk berkuliah.

Edunitas Author:
Fahmi
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus