Mental Health Menjadi Isu Utama Generasi Z

person
Delia
tag
jurusan
visibility
38
Benarkah Mental Gen Z Lemah?

Halo Sahabat Edunitas!

Generasi Z, atau generasi yang lahir antara akhir 1990-an dan awal 2010-an, dikenal sebagai generasi yang lahir dan tumbuh di era teknologi dan internet. Mereka merupakan generasi yang sangat terbiasa dengan teknologi dan memiliki perspektif dan perilaku yang unik terkait kesehatan mental. Namun, meskipun teknologi dan internet memberikan banyak manfaat, ada berbagai risiko yang menyertai bagi kesehatan mental generasi Z. 

Dalam artikel ini, kita akan meninjau beberapa alasan mengapa mental generasi Z dapat dianggap lemah dan bagaimana kita dapat membantu mengatasi masalah ini. Sebenarnya bagaimana fenomena ini bisa muncul dan seperti apa realita sesungguhnya? Sebelum kita bahas lebih jauh, Edunitas mau ngasih tahu dulu nih seputar gen z dan karakteristiknya. 

Baca Juga: Kuota Magang ke Jepang

Karakteristik Gen Z

Gen z atau generasi z atau sering juga disebut sebagai zoomer adalah istilah yang sering digunakan oleh peneliti demografi. Tujuannya adalah untuk mengklasifikasikan generasi berdasarkan tahun kelahirannya. Gen z sendiri diyakini sebagai generasi yang lahir di akhir tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an atau lebih tepatnya 1997–2012. Ada banyak karakter yang melekat pada gen z di antaranya; minat serta kesadaran yang tinggi terhadap kesehatan mental dan pendidikan. 

Selain itu, salah satu karakteristik utamanya adalah keterikatan gen z dengan internet. Bahkan dalam beberapa penelitian gen z disebut sebagai digital native. Dr Sarah Ogilvie, seorang ahli linguistik dari Oxford University menyebut gen z adalah generasi pertama yang tidak pernah mengetahui dunia tanpa internet. Dia juga menyebut bahwa gen z berdedikasi tinggi pada perawatan diri, kesehatan mental, dan penggunaan humor untuk mengatasi kesulitan (meme). 

Dari beberapa definisi dan karakteristik di atas kita dapat memahami betapa kompleksnya kondisi generasi z. Di satu sisi, mereka memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kesehatan mental dan di sisi lain mereka tidak terlepaskan dari internet. Hal ini memungkinkan mereka banjir informasi bahkan mengkonsumsi informasi yang tidak tepat. Pertemuan antara kesadaran terhadap kesehatan mental dengan akses internet tanpa batas inilah yang melahirkan fenomena stigmatisasi terhadap mental gen z. Stigma ini muncul dari keluhan gen z di internet yang kemudian dianggap lemah atau bahkan dari berbagai berita tentang gen z itu sendiri. Dr Sarah Ogilvie, menyampaikan bahwa generasi tua memang memberikan beberapa stigma terhadap gen z. 

Mentalitas Generasi Z

Dalam banyak penelitian dijelaskan bahwa gen z memang rentan terhadap gangguan mental. Hal ini dikarenakan kondisi yang pelik serta kesadaran terhadap kesehatan mental yang meningkat. Jadi, bukan serta-merta karena mental  gen z yang lemah. Gen z dianggap mewarisi banyak sekali permasalahan generasi sebelumnya. Seperti permasalahan lingkungan, kemiskinan, penyakit turunan, biaya pendidikan yang tinggi, serta persaingan kerja yang semakin ketat. Kondisi yang tidak menentu inilah yang membuat gen z cenderung memiliki gangguan mental. 

Menurut American Psychological Association hanya sekitar 47% gen z yang memiliki kondisi mental kondusif dan 37% lainnya pernah melakukan treatment dengan psikolog. Kendatipun demikian, gen z juga seringkali melakukan self diagnosis terhadap kesehatan mental bermodalkan informasi dari internet. Terlepas gen z adalah addicted user internet, diagnosa terhadap kesehatan mental tetap harus dilakukan oleh ahlinya, yaitu Psikolog. 

Baca Juga: Apa Alasan Para Mahasiswa Memilih Teknik Informatika?

Peranan Profesi Psikolog

Di Indonesia, Psikolog adalah salah satu profesi di bidang kesehatan. Seseorang dapat disebut sebagai psikolog ketika sudah menyelesaikan pendidikan strata 1 psikologi dan strata 2 psikologi klinis. Untuk dapat mendiagnosa kondisi mental seseorang psikolog perlu mengadakan pertemuan dengan pasien terlebih dahulu. Gangguan mental tidak dapat diketahui hanya dengan gejala-gejala umum yang ada di internet. Seperti membaca artikel yang mengenali gejala depresi, apakah anda anxiety, dst. 

Jika sahabat merasakan sesuatu yang tidak mengenakan dengan mental maka segera kunjungi psikolog untuk memastikan apakah sahabat benar-benar perlu penanganan profesional atau tidak.  

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental generasi sekarang maka profesi psikolog di masa yang akan datang akan selalu dibutuhkan. Jika sahabat tertarik untuk menempuh pendidikan psikologi, berikut Edunitas share beberapa hal yang akan Sahabat pelajari nantinya; Pengembangan Diri, Kesehatan Mental, Psikologi Kognitif, Pembangunan dan Perubahan Sosial, Kognisi Sosial, Teori Psikologi Perkembangan, dll.

Sahabat juga bisa lho memilih berbagai kampus yang menyediakan jurusan psikolog di seluruh Indonesia dan biaya pendaftaran serta biaya kuliah di link berikut. 

Baca artikel menarik lainnya di sini ya!

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus