Sahabat penasaran gak sih rumpun ilmu Hubungan Internasional itu belajar apa saja? Sejauh mana ia mempelajari politik dan sejarah internasional? Seperti apa ia memandang kejadian di luar negeri yang menarik atensi masyarakat dunia?
Kali ini kita akan membahas mengenai serba-serbi Ratu Elizabeth II yang meninggal pada 8 September 2022 kemarin serta gejolak politik yang terjadi pasca meninggalnya.
Baca Juga: Jurusan Bahasa Arab Semakin Diminati Seiring Maraknya Wisata di Tanah Arab
Kamis 8 September 2022, Istana Buckingham mengumumkan kematian Ratu Elizabeth II di usia 96 tahun. Sebelumnya, dokter kerajaan mengumumkan bahwa kesehatan sang ratu dalam pantauan tim medis. Tidak berselang lama, diumumkan bahwa Ratu Elizabeth II meninggal. Para pejabat dari berbagai negara mulai menyampaikan pesan duka cita mereka atas meninggalnya sang ratu. Sebagian rakyat Inggris bahkan langsung mendatangi Istana Buckingham, London, meskipun saat itu kota London sedang dilanda hujan.
Disisi lain, sebagian masyarakat di negara bekas jajahan Inggris menolak untuk berduka cita atas meninggalnya Sang Ratu karena mengingat apa yang sudah dilakukan Inggris di bawah kepemimpinan Elizabeth terhadap negara mereka.
Pertanyaan yang muncul: “Kenapa, sih, meninggalnya Ratu Inggris ini mendapatkan atensi besar dari masyarakat dunia dan memunculkan pro dan kontra?”
Ada banya alasan kenapa kematian Ratu Elizabeth II menjadi perbincangan panjang masyarakat dunia, terutama di negara-negara persemakmuran. Selain dinobatkan sebagai raja (a.k.a Ratu) yang paling lama memimpin, yakni selama kurang lebih 75 tahun, Elizabeth II adalah Raja Kerajaan Inggris sekaligus raja bagi negara-negara negara persemakmuran atau yang sering disebut Commonwealth Realm.
Kebayang gak? Selain menjabat sebagai Raja Inggris, Elizabeth II juga sebagai ketua dari perkumpulan negara persemakmuran ini.Jika selama ini kita familiar dengan istilah Negara Persemakmuran (Commonwealth Nation), ternyata ada istilah lain yang jarang muncul, yaitu Alam Persemakmuran (Commonwealth Realm).
Semua negara anggota Alam Persemakmuran (Commonwealth Realm) adalah anggota dari Negara Persemakmuran (Commonwealth Nation). Bedanya adalah negara-negara Alam Persemakmuran mengakui raja Inggris sebagai raja atau simbol dari negara mereka, kurang lebih ada 15 negara anggota Alam Persemakmuran. Sementara itu, Negara Persemakmuran atau Commonwealth Nation mengakui raja Inggris sebagai ketua atau pemimpin dari komunitas Commonwealth Nation itu sendiri, bukan sebagai kepala negara.
Dikutip dari Wikipedia, The Commonwealth adalah sebuah komunitas sukarela dari negara-negara berdaulat yang didirikan atau pernah dijajah oleh Inggris. Hingga saat ini, ada 56 negara yang menjadi anggota The Commonwealth.
Setelah meninggalnya Elizabeth II, Charles diangkat sebagai Raja Inggris dan sekaligus menggantikan semua posisi Ratu Elizabeth II. Sementara itu, isu penolakan atas sistem monarki terus muncul, baik dari dalam Inggris sendiri maupun dari negara-negara Commonwealth Realm. Oleh karena itu, Raja Charles III diprediksi akan menjadi transisi keberhasilan atau kegagalan monarki Inggris kedepannya. Sejarawan Inggris menyampaikan bahwa Raja Charles III akan menghadapi tantangan yang belum pernah dihadapi oleh keluarga kerajaan sebelumnya.
Membahas kematian Ratu Elizabeth II adalah membahas sejarah dunia, geopolitik, demokrasi, dan monarki. Sederhananya, sistem demokrasi memberikan kesempatan yang sama terhadap warga negara untuk menjadi kepala negara. Hal ini berbanding terbalik dengan sistem monarki atau kerajaan dimana kepala atau pemimpin negara hanya berada di tangan raja dan keluarganya. Lebih dari itu, sistem demokrasi memberikan kebebasan serta penghargaan terhadap suara individu atau masyarakat.
Saat demokrasi dicitrakan sebagai sebuah kemajuan dan keterbukaan, Inggris sebagai salah satu negara maju belum menerima demokrasi dalam sistem pemerintahannya. Di sisi lain, demokrasi adalah sistem yang banyak diterima oleh negara-negara di dunia saat ini. Dalam perjuangan sistem demokrasi, monarki berhasil ditumbangkan di berbagai negara melalui berbagai cara, Arab Spring misalnya. Dalam sejarah perjalanan demokrasi di dunia, monarki adalah lawannya.
Baca Juga: Dunia Digital dan Keamanan Data Masyarakat Indonesia
Apakah demokrasi adalah sistem terbaik bagi semua negara?Dengan terus bermunculannya penolakan atas sistem monarki apakah Raja Charles III berhasil membawa Inggris menjadi lebih kuat? Apa kepentingan Inggris terhadap The Commonwealth? Bagaimana Raja Charles menghadapi kesulitan ekonomi yang melanda Inggris saat ini?
Pertanyaan-pertanyaan di atas akan dapat terjawab secara komprehensif dengan memahami kondisi geopolitik dunia. Hal inilah yang akan menjadi kajian ilmu Hubungan Internasional (HI).
Singkatnya, HI adalah ilmu yang interdisipliner dimana pendekatan yang digunakan membutuhkan pemahaman sejarah, politik, sosial, dan ekonomi. Kelas HI adalah kelas yang mempelajari interaksi negara maupun swasta dalam konteks global.
Tertarik untuk belajar Hubungan Internasional? Daftarkan dirimu di kampus mana saja kamu bisa belajar HI dengan sistem online dan bisa dimana saja. Cek link berikut untuk mengeksplor keingintahuanmu tentang politik luar negeri! Klik di sini!
Baca artikel menarik lainnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus