Monkeypox Berganti Nama Menjadi Clade untuk Menghindari Diskriminasi

person
Delia
tag
kesehatan
visibility
160
Monkeypox Berganti Nama, Kenapa?

Halo Sahabat Edunitas!

Apa kabar? Semoga dalam keadaan sehat wal afiat ya, Sahabat. Kenapa? Karena monkeypox yang kemarin kita bicarakan di beberapa artikel sebelumnya ternyata sudah berkembang dan beranak pinak. Bukan hanya itu, monkeypox sudah berkembang dan masuk juga di Indonesia. Hal itu dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan dalam website resminya pada 20 Agustus 2022.Pasien yang merupakan seorang laki-laki berusia 27 tahun terkonfirmasi positif cacar monyet setelah perjalanannya ke Belanda, Swiss, Belgia, dan Perancis.

Baca Juga: Cara Penyebaran Monkeypox

MonkeyPox Berganti Nama

Namun, tahukah Sahabat mengenai info terupdate dari Monkeypox?Ternyata, namanya telah diubah oleh WHO yang awalnya Monkeypox menjadi Clade. Pergantian nama ini disebabkan oleh banyaknya ahli yang menilai nama ini terlalu diskriminatif ke salah satu hewan saja, yaitu monkey atau monyet yang akhirnya menimbulkan perspektif negatif. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa nama penyakit itu harus diganti agar tak memicu stigmatisasi terhadap suatu makhluk hidup.Nama Clade ini diambil dari nama asal tempat ditemukannya penyakit ini, yaitu di Kongo, Afrika Barat.

Perkembangan Varian Clade

Sejauh ini, ditemukan ada dua varian Clade. Clade I ditemukan di Kongo, Clade II ditemukan di Afrika Barat. Tidak hanya berhenti sampai di situ, Clade II telah berkembang dan menghasilkan dua varian baru, yaitu Clade IIa dan Clade IIb. Ohiya, mengenai penulisan varian Clade ini, harus strict seperti itu, Sahabat! Penulisan varian Clade ditulis dalam angka romawi dan diikuti oleh subvarian dalam huruf kecil.

Pencegahan Apa yang Harus Dilakukan?

Tidak bukan dan tidak lain adalah mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Protokol kesehatan bukan hanya untuk mencegah diri dari Covid-19, Sahabat, tetapi juga untuk mencegah dan melindungi diri dari berbagai penyakit. Karena sejatinya, penyakit menular itu biasanya ditularkan melalui droplet sehingga harus berhati-hati, misalnya tidak makan menggunakan alat makan bersama, menggunakan masker, dan juga cuci tangan sesering mungkin demi menghindari penularan penyakit.

Namun, penularan Clade yang hanya bisa ketika terjadi interaksi erat ini dinilai lebih terkontrol daripada Covid-19 sehingga meskipun kasus penularan secara global sudah mencapai angka ratusan ribu, angka kematiannya hanya 12 orang.

Baca Juga: Perkembangan Penyakit Cacar Monyet: Darurat Global

Bagaimana Prosedur Pengobatan Clade di Indonesia?

Sejauh ini, pemerintah telah menyediakan 1.200 reagen untuk pemeriksaan Clade jika terdapat pasien dengan gejala Clade. Namun, penderita Clade tidak disediakan ruang isolasi seperti penderita Covid-19. Pemerintah juga menyediakan terapi perawatan klinis untuk cacar monyet kepada pasien.

Untuk vaksinasi, WHO belum memberikan rekomendasi untuk vaksinasi massal untuk Clade ini sehingga pemerintah Indonesia hanya menyediakan berbagai fasilitas lain yang memungkinkan untuk mengurangi gejala, mengelola komplikasi, dan mencegah sisa jangka panjang.

Untuk Sahabat Edunitas sekalian, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan ya!

Baca artikel menarik lainnya di sini!

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus