Perkembangan Penyakit Cacar Monyet: Darurat Global

person
Delia
tag
kesehatan
visibility
300
Penyakit Cacar Monyet: Darurat Global

Halo Sahabat Edunitas!

Musim yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat semua orang khawatir jatuh sakit. Ditambah lagi dengan munculnya varian baru Covid-19 dan monkeypox yang oleh WHO sudah ditetapkan sebagai Darurat Global atau global emergency. Gimana sih cara membedakan mana gejala covid, mana gejala monkeypox, atau mana gejala demam flu biasa? Simak penjelasan di bawah ini yuk!

Baca Juga: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan

Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jendral WHO, mengatakan bahwa saat ini penyakit cacar monyet sudah menyebar dengan sangat cepat ke seluruh dunia, namun masih banyak negara yang belum sepenuhnya memahami tentang penyakit ini serta mengetahui cara penanganannya. Oleh karena itu, status ini diharapkan menjadi alarm agar seluruh negara di dunia bekerja sama dan melakukan riset, serta saling berbagi vaksin untuk membendung penyebaran penyakit ini. Semoga tidak menjadi pandemi lagi, deh.

Apa itu Cacar Monyet atau Monkeypox?

Okay, well. Monkeypox atau cacar monyet ini merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka monkeypox. Penyakit ini terdeteksi kembali di Inggris pada Mei 2022. Jenis cacar ini menyerang koloni kera hingga monyet, tupai, tikus, dan menyebar ke manusia. Hingga sekarang, perkembangannya semakin mengkhawatirkan karena semakin banyak manusia yang terinfeksi monkeypox dan penyebarannya pun sangat cepat sehingga dikhawatirkan menjadi pandemi seperti covid-19 jika tidak diatasi secara serius. 

Yang membedakan cacar monyet dengan cacar lainnya adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi di beberapa bagian tubuh penderita monkeypox. Gejala lain penderita monkeypox adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan, hingga ruam yang biasanya muncul setelah demam. Ruam tersebut akan pecag seiring berjalannya waktu hingga menyisakan bekas.

Meskipun gejalanya hampir mirip dengan Covid-19, namun perlu digaris bawahi untuk pembengkakan kelenjar getah bening dan juga ruam yang muncul setelah demam, sekitar 1-3 hari setelah demam. Monkeypox ini bisa menyerang manusia selama 2-4 minggu.

Baca Juga: Ancaman Demam Berdarah untuk Negara Tropis

Kapan Cacar Monyet atau Monkeypox Pertama Kali Ditemukan?

Afrika adalah negara pertama ditemukannya penyakit monkeypox ini. Namun, sejak ditemukan di Inggris di Mei 2022, penyakit ini semakin tersebar ke banyak negara dengan tingkat penyebaran yang sangat cepat, misalnya ke negara Eropa, AS, bahkan Asia. Hingga saat ini, data yang tercatat di WHO sebanyak 16.000 kasus di 75 negara di dunia. Penyakit ini patut untuk diperhatikan agar bisa teratasi dengan baik karena monkeypox dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, WHO memberi status darurat ke penyakit ini agar penanganannya bisa sejak dini dan diperhatikan oleh masing-masing negara.

Kasus Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox di Indonesia

Say, Alhamdulillah! Di Indonesia, belum ada kasus yang terkonfirmasi mengenai monkeypox ini. Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak perlu untuk mencari tahu informasi mengenai ini, jangan sampai kecolongan seperti pandemi kemarin. Satu lagi, ini bukan hanya tugas pemerintah tetapi ini adalah tugas bersama sebagai warga negara. Jika mengalami kondisi dan gejala seperti yang disebutkan di atas, segera untuk melapor kepada petugas kesehatan. Dengan demikian, penyebarannya bisa langsung diketahui dan terdeteksi.

Lantas, Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Penyakit Cacar MOnyet atau Monkeypox?

Ya, seperti yang dijelaskan sebelumnya, segera melapor jika mengalami gejala monkeypox. Selain itu, perlu diketahui bahwa penyakit monkeypox ini ditularkan melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi hewan yang terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi. Oleh karena itu, ada imbauan dari Prof Zubaidi dari Ikatan Dokter Indonesia untuk berhati-hati dalam berinteraksi dengan hewan liar, orang yang bergejala monkeypox, jangan kebiasaan untuk memegang benda sembarangan, jangan sharing alat makan dengan sembarang orang, dan selalu cuci tangan pakai sabun, ya Sahabat!

 

Baca artikel menarik lainnya di sini.

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus