Penyakit Leptospirosis

person
Fahmi
tag
kesehatan
visibility
104
Mengenal Penyakit Leptospirosis dan Cara Pencegahannya

Kamu pernah mendengar penyakit Leptospirosis? Jika belum sangat bagus sekali untuk membaca artikel ini. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri Leptospira bisa menyebar melalui darah atau urine hewan yang terinfeksi. Contoh hewan yang dapat menjadi perantara penyebarannya adalah sapi, babi, anjing, dan tikus.

Leptospirosis juga bisa menyebar melalui tanah atau air yang sudah terkontaminasi urine hewan yang membawa bakteri leptospira. Jika ada seseorang terkena urine atau berkontak langsung dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi, maka orang tersebut akan dapat terserang penyakit leptospirosis.

Gejala penyakit leptospirosis sangat mirip dengan penyakit flu. Namun, jika tidak mendapatkan pengobatan dengan tepat, maka leptospirosis akan dapat menyebabkan kerusakan pada organ dalam tubuh, bahkan bisa mengancam nyawa.

Penyebab Penyakit Leptospirosis

Leptospirosis bisa terjadi karena disebabkan oleh baketeri Leptospira interrogans yang dibawa oleh hewan. Bakteri leptospira bisa hidup selama beberapa tahun pada ginjal hewan yang terjangkit tanpa menimbulkan gejala.

Berikut ini adalah beberapa hewan yang dapat menyebarkan bakteri Leptospira:

  • Tikus
  • Kuda
  • Babi
  • Anjing
  • Sapi

Bakteri Leptospira akan dapat keluar bersama urine sewaktu-waktu sehingga akan megontaminasi air dan tanah, hal itu bisa terjadi karena hidup pada ginjal hewan yang terjangkit. Saat bakteri Leptospira berada di air dan tanah, bakteri tersebut dapat bertahan selama beberapa bulan hingga tahunan.

Manusia akan tertular jika:

  • Adanya kontak langsung antara kulit dengan urine hewan yang terjangkit bakteri Leptospira
  • Kontak langsung antara kulit dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan yang terjangkit bakteri Leptospira
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi urine hewan yang terjangkit bakteri Leptospira

Bakteri Leptospira bisa masuk ke dalam tubuh melalui luka, baik luka kecil maupun luka besar. Selain itu, bakteri Leptospira bisa masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, mulut, dan saluran pencernaan.

Leptospirosis juga dapat menular antar manusia melalui ASI atau hubungan seksual, namun kasus penularan antar manusia sangat jarang terjadi.

Faktor Risiko Leptospirosis

Penyakit leptospirosis sangat banyak ditemui pada negara tropis dan subtropis, contohnya seperti Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki iklim yang panas dan lembab, sehingga dapat membuat bakteri Leptospira bisa bertahan hidup lebih lama lagi. Selain itu, leptospirosis akan cenderung menyerang seseorang yang:

  • Sering berkontak langsung dengan hewan, seperti dokter hewan, peternak, bahkan pemilik hewan peliharaan
  • Tinggal pada daerah yang rawan banjir
  • Menghabiskan sebagian besar waktunya di luar ruangan, seperti petani, nelayan, dan pekerja tambang
  • Memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan selokan atau saluran pembuangan
  • Sering berekreasi atau olahraga di alam bebas

Gejala Leptospirosis

Ada hanya pada beberapa kasus saja, orang yang terkena penyakit leptospirosis tidak memiliki gejala sama sekali. Namun, sebagian besar penderita, gejala leptospirosis ini muncul pada 2 hari hingga 4 minggu setelah terjangkit bakteri Leptospira.

Setiap pasien memiliki gejala yang berbeda dan awalnya sering dianggap sebagai gejala penyakit lain, seperti demam berdarag atau flu. Gejala dan tanda awal yang biasanya muncul pada penderita yaitu:

  • Sakit kepala
  • Mual, muntah, hingga tidak nafsu makan
  • Demam tinggi
  • Sakit perut
  • Bintik-bintik merah pada kulit
  • Mata merah
  • Diare
  • Nyeri otot

Gejala yang muncul seperti di atas biasanya akan pulih dalam waktu 1 minggu. Namun, ada sebagian penderita yang dapat mengalami penyakit leptospirosis tahap dua, biasanya disebut dengan penyakit Weil. Penyakit ini terjadi karena adanya peradangan yang disebabkan oleh infeksi.

Penyakit Weil akan berkembang 1 – 3 hari setelah munculnya gejala leptospirosis. Keluhan pada pasien juga berbeda, tergantung organ mana yang terinfeksi. Gejala dan tanda penyakit Weil yaitu:

  • Sulit buang air kecil
  • Penyakit kuning
  • Demam
  • Sakit kepala dan leher kaku
  • Jantung berdebar-debar
  • Sesak napas
  • Lemas dan keringat dingin
  • Pendarahan, seperti batuk berdarah atau mimisan
  • Pembengkakan pada tangan atau kaki

Periksakan Ke Dokter

Jika mengalami gejala-gejala di atas segera periksakan ke dokter. Gejala leptospirosis terkadang memiliki gejala yang mirip dengan gejala penyakit infeksi lainnya, maka dari itu sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan untuk bisa mengetahui apa penyebab pastinya sebelum terjadi komplikasi.

Segera bawa ke IGD jika mengalami gejala-gejala leptospirosis yang lebih parah lagi, seperti sulit buang air kecil, penyakit kuning, nyeri dada, sesak napas, batuk berdarah, dan tangan atau kaki bengkak.

Jika sudah melakukan pemeriksaan dan di diagnosis menderita leptospirosis, maka harus secara rutin kontrol untuk pengobatan. Tujuannya agar dokter bisa memantau perkembangan keberhasilan terapi dan kondisi penyakit.

Pencegahan Leptospirosis

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk bisa mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit leptospirosis, yaitu:

  • Mengonsumsi air minum yang kebersihannya sudah terjamin
  • Melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan atau ternak
  • Menghindari kontak langsung dengan air yang sudah terkontaminasi
  • Menutup luka dengan plester yang tahan air

Itulah beberapa hal penting mengenai penyakit leptospirosis yang wajib kamu tahu, karena dengan mengetahuinya kamu akan dapat lebih berhati-hati lagi dalam melakukan aktivitas. Jika kamu ingin memperdalam mengenai berbagai jenis penyakit dan cara pencegahannya sangat disarankan untuk berkuliah pada jurusan kesehatan. Di edunitas ada banyak sekali kampus yang membuka jurusan kesehatan, kamu hanya tinggal memilih kampusnya saja.

Edunitas Author:
Fahmi
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus