Penyebab Layoff Startup secara Besar-besaran dan Mendadak

person
Delia
tag
jurusan
visibility
177
Layoff Startup Mendadak dan Besar-besaran, Apa Penyebabnya?

Halo Sahabat Edunitas!

Sadar ga sih, akhir-akhir ini berita mengenai layoff di beberapa startup selalu menghiasi timeline media sosial kita. Jika dilihat di LinkedIn, ramai-ramai para karyawan layoff memberi review dan mengumumkan bahwa dia “Open to Work”. Tidak hanya itu, fenomena berbagai perusahaan yang menawarkan “penampungan” untuk mereka juga ramai di waktu yang bersamaan. Namun, sebelum melangkah lebih dalam, ada baiknya kita mengetahui lapisan-lapisan luar mengenai startup, khususnya startup di Indonesia. Simak yuk!

Baca Juga: Begini Cara Detoks Digital dari Perangkat Digitalmu!

Startup di Indonesia

Pertumbuhan startup di Indonesia telah mengubah orientasi kerja generasi muda. Angkatan kerja baru (milenial dan generasi setelahnya) berbondong-bondong untuk bisa bekerja di perusahaan startup. Startup berhasil membranding diri sebagai tempat kerja yang fleksibel, stabil, dan progresif. Beberapa literatur menyebutkan bahwa karakter generasi mulai dari milenial dan setelahnya menyukai sesuatu yang fleksibel dan ingin selalu dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Hal ini menjadikan startup lebih menarik minat mereka ketimbang perusahaan konvensional. Selain itu, generasi milenial dianggap sangat mementingkan kenyamanan lingkungan kerja dibandingkan upah yang besar sehingga budaya kerja santai yang dipromosikan startup berhasil menarik minat generasi milenial. 

Namun, melihat realita sekarang, apakah berita layoff yang berkepanjangan selama tahun ini akan mempengaruhi ketertarikan generasi milenial untuk bekerja di startup? pertanyaan ini bisa dijawab di kemudian hari seiring perkembangan dan pertumbuhannya. Pertanyaan terpenting hari ini adalah kenapa terjadi gelombang layoff?

Layoff itu Apa Sih?

Menurut Cambridge Dictionary, layoff adalah keputusan ketika perusahaan melakukan pemberhentian kerja terhadap seseorang atau beberapa pekerja untuk sementara waktu atau selamanya dikarenakan perusahaan kekurangan uang atau konsentrasi pekerjaan yang mengecil. 

Lalu, sebenarnya apa yang terjadi? Apakah alasan gelombang layoff oleh startup saat ini adalah kekurangan uang atau konsentrasi pekerjaan yang mengerucut? Apakah gelombang layoff ini terjadi pada startup di seluruh dunia? 

Gelombang pemutusan hubungan kerja atau layoff oleh startup ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, pemberhentian karyawan dalam jumlah besar ini sedang terjadi di seluruh dunia. Berdasarkan data yang dikutip dari website layoff.fyi menyebutkan bahwa gelombang layoff pada kuartal kedua 2022 meningkat signifikan dibandingkan layoff pada kuartal pertama. Setidaknya sepanjang tahun 2022, ada sekitar 703 startup yang melakukan layoff dengan total 93.156 karyawan yang diberhentikan. 

Baca Juga: 8 Gejala Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak

Bubble Burst

Banyak pendapat soal penyebab layoff oleh startup saat ini, bubble burst adalah pendapat yang paling banyak dijelaskan oleh para ahli. Bubble burst adalah kondisi dimana kenaikan nilai pasar secara drastis diikuti dengan penurunan nilai atau harga yang cepat yang kemudian mempengaruhi keputusan dan perilaku investor. 

Ekonom sekaligus Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan bahwa permasalah utama dari bubble burst terhadap startup adalah pendanaan. Lebih lanjut, Nailul juga menjelaskan bahwa saat ini startup masih membutuhkan biaya operasional yang tinggi sehingga ketika mereka gagal mendapatkan pendanaan maka startup akan kesulitan untuk beroperasi secara normal. Kondisi ekonomi geopolitik yang tidak menentu membuat para investor lebih berhati-hati dalam memberikan pendanaan terhadap startup. Investor lebih memilih mendanai startup yang mampu bertahan dan menghasilkan uang walaupun dalam jumlah kecil sehingga kedepannya startup diharapkan bisa keluar dari strategi bakar uang yang selama ini mereka lakukan. Startup diharapkan dapat menemukan strategi yang lebih stabil untuk jangka panjang dalam menjangkau pengguna dengan catatan bahwa pasar Indonesia sangat sensitif terhadap persaingan harga.

Di tengah banyaknya pembicaraan mengenai kegagalan startup, beberapa ahli menilai bahwa badai yang menimpa startup saat ini tidak serta merta membuat semua startup tumbang untuk selamanya. Startup diyakini memiliki pondasi yang kuat. Proses yang dilalui startup agar produk bisa diterima pasar adalah usaha yang panjang. Mulai dari mengumpulkan dan menciptakan inovasi, menentukan dan memetakan pasar, membangun struktur perusahaan, mencari pemodal, dst sehingga kondisi ekonomi global yang tidak menentu saat ini bukanlah kali pertama startup berbenturan dengan masalah.

Melihat problematika yang terjadi di dunia startup saat ini, tentunya bukan akhir. Namun, yang perlu untuk diperhatikan adalah pentingnya memiliki ilmu dasar dalam dunia startup sehingga bisa menemukan solusi atas masalah dasar yang biasanya terjadi. Ilmu yang paling relate dan dasar untuk dunia ini, yaitu bisnis digital. 

Di Edunitas, jurusan ini disediakan oleh beberapa perguruan tinggi dengan sistem online, mulai dari pendaftaran, administrasi, pembayaran, hingga pembelajaran. Sahabat Edunitas bisa langsung cek info lengkapnya di sini.

Daftar sekarang, dan bersiaplah menjadi generasi kebangkitan startup!

Baca artikel menarik lainnya di sini.

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus