Ketika Hak Memperoleh Pendidikan Dikekang

person
Delia
tag
lainnya
visibility
109
Dekrit Taliban kepada Perempuan Afghanistan

Belum selesai dengan perekonomiannya, Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan kembali setelah kekuasaannya di tahun 1996 hingga 2001 silam, menarik perhatian setelah mengeluarkan aturan baru mengenai pakaian wanita.

Sejak awal perebutan kekuasaan, organisasi global seperti PBB telah mewanti-wanti kepada Taliban untuk tetap memperhatikan kebebasan perempuan, misalnya kebebasan perempuan dalam mengakses pendidikan dan beberapa hak mereka dalam kehidupan sosial. Respon Taliban di awal pemerintahan menyambut positif saran tersebut dengan berjanji untuk berlaku lembut dan memberikan kebebasan kepada para perempuan di Afghanistan.

Namun, tidak berselang lama setelah menguasai Afghanistan, Taliban mengeluarkan aturan bahwa jika perempuan di Afghanistan mau keluar rumah harus ditemani oleh mahramnya. Aturan lain yang menghebohkan yaitu pembatasan untuk mengenyam pendidikan kepada anak perempuan di sana. Pendidikan yang diwajibkan hanya sampai kelas 6 SD, setelah itu anak perempuan disuruh pulang ke rumah mereka. Hal itu sempat menuai berbagai kritik dan penolakan serta memancing amarah, baik dari warga Afghanistan sendiri maupun warga atau lembaga global.

Tidak hanya sampai di situ, Taliban kembali membuat aturan yang membuat banyak pihak heran dan tidak menerima, yaitu aturan bahwa semua perempuan di Afghanistan harus menutup seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, kecuali bagian mata.

Cadar atau Apa?

Bukan cadar, mereka menyebutnya dengan sebutan burqa. Burqa adalah pakaian yang menutup seluruh tubuh tanpa memperlihatkan bentuk tubuh. Satu-satunya yang transparan hanyalah di bagian kedua mata dengan lubang yang terbatas.

Menurut Hibatullah Akhundzada, pimpinan tertinggi Taliban, pakaian tersebut merupakan pakaian tradisi Taliban yang sakral dan terhormat. Oleh karena itu, perempuan di Afghanistan wajib mengenakan pakaian tersebut.

Apakah ada protes atau penolakan?

Dari warga Afghanistan sendiri, mereka mostly tidak berani untuk memprotes karena sanksi untuk aturan ini agak ketat dan akan dikenakan sanksi penjara.

Jadi, jika ada perempuan yang tidak memakai burqa, maka Bapak atau saudara laki-lakinya akan dikenakan sanksi penjara. Bukan hanya itu, aturannya berlanjut jika Ayah atau saudara laki-laki dari perempuan tidak taat aturan tersebut merupakan pegawai pemerintah maka akan ada pemecatan otomatis.

Namun, ada beberapa perempuan yang berani mengeluarkan pendapat dan berunjuk rasa di ibu kota Kabul pada Selasa, 10 Mei 2022. Para demonstran ini menuntut keadilan dan bilang bahwa mereka ingin diperlakukan sebagai manusia dan mendapat hak sosial seperti manusia lain. 

Sedangkan, Sekretaris Jenderal PBB, Antoni Guitterres bilang bahwa tolong Taliban menepati janji di awal untuk bersikap lembut dan memberikan hak-hak kepada perempuan di sana. Melalui akun Twitternya, Antoni mengatakan “Saya sekali lagi mendesak Taliban untuk menepati janji mereka kepada perempuan dan anak perempuan Afghanistan, dan kewajiban mereka di bawah hukum hak asasi manusia internasional”.

Sahabat Edunitas, demikian kondisi yang memprihatinkan yang dialami oleh saudara perempuan kita di Afghanistan. Kebebasan dalam memperoleh pendidikan dikekang sehingga mereka tidak seluwes kita dalam menempuh pendidikan. Oleh karena itu, salah satu bentuk kesyukuran kita adalah dengan memanfaatkan kebebasan tersebut dengan sebaik-baiknya dengan cara mengambil dan mencoba semua peluang pendidikan yang tersedia, baik jenjang S1, S2, hingga seterusnya.

Ada banyak cara memperoleh akses pendidikan, salah satunya di Edunitas yang menyediakan lebih dari 200 kampus yang memiliki program kuliah karyawan, sehingga Sahabat bisa kuliah sambil kerja dan pendidikan tidak terkesampingkan.

Yuk segera cek informasi kampus dan program menarik di Edunitas dan dapatkan diskon biaya pendaftaran dan juga beasiswanya.

 

Baca artikel menarik lainnya di sini.

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus