Halo Sahabat Edunitas!
Pernahkah Sahabat mendengar mengenai henti jantung? Atau familiar dengan istilah serangan jantung? Keduanya merupakan kondisi dimana jantung bermasalah sehingga tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, tahukah Sahabat bahwa henti jantung dan serangan jantung adalah dua hal yang berbeda?
Baca Juga: Info Sekolah Kesehatan yang Terjangkau di Semua Provinsi!
Berdasarkan data WHO menyebutkan bahwa setiap tahunnya, kematian akibat penyakit kardiovaskular mencapai lebih dari 17,8 juta. Sedangkan data dari Kemenkes RI pada tahun 2023 di Indonesia angka kematian akibat penyakit ini mencapai 650.000 penduduk per tahun. Dengan jumlah yang banyak ini, penting rasanya untuk menyebarkan seluas-luasnya mengenai penanganan pertama yang sederhana dan mudah untuk dilakukan agar menyelamatkan banyak jiwa.
Henti jantung juga dikenal sebagai cardiac arrest, yaitu keadaan dalam dunia media yang mengharuskan tindakan cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang keselamatan penderita. Pada kondisi ini, jantung tiba-tiba berhenti berdenyut, mengakibatkan aliran darah ke seluruh tubuh terhenti. Ini adalah situasi darurat yang membutuhkan reaksi segera dan penanganan yang tepat, misalnya sebagai berikut.
Henti jantung memiliki berbagai penyebab, misalnya diawali oleh serangan jantung yang arah sehingga menimbulkan kerusakan otot jantung karena aliran darah yang terhambat atau terhenti. Bisa juga disebabkan oleh aritmia sehingga denyut jantung tidak beraturan.
Selain itu, bisa juga disebabkan oleh cedera serius. Misalnya, cedera parah akibat kecelakaan yang mempengaruhi jantung. Atau memang memiliki penyakit jantung yang terbawa dari lahir.
Beberapa gejala yang dapat diketahui dari henti jantung ini adalah sebagai berikut.
Henti jantung dapat diderita oleh siapapun di sekitar kita, entah dengan sanak saudara atau orang-orang disekitar kita. Salah satu cara penyelamatan dan bantuan yang cepat dan mudah adalah dengan melakukan RJP. Oleh karena itu, pelatihan RJP harusnya menjadi suatu pelatihan dasar dan dilakukan di semua orang yang sudah bisa mandiri atau setidaknya di usia SMP atau SMA. Hal ini diharapkan mampu mengurangi kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung yang tidak pernah terprediksi kapan menyerang.
Yuk daftar jurusan kesehatan yang kuliahnya online dan biayanya bisa dicicil di edunitas! Klik di sini untuk daftar!
Baca artikel menarik lainnya di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus