Sahabat Edunitas, pernahkah kalian memikirkan tentang ada berapa jumlah manusia di dunia? Berapa jumlah bayi yang lahir dalam sehari? Atau berapa jumlah manusia yang meninggal dalam satu jam?
Pertanyaan-pertanyaan itu terlihat seperti pertanyaan iseng yang sebenarnya adalah kunci untuk memahami apa yang terjadi di sekitar kita.
Magang ke Jepang: Belajar sambil Magang dengan Penghasilan 15-25 Juta per Bulan
Salah satu rutinitas dua tahun sekali PBB adalah mengeluarkan laporan populasi dunia. Report yang seharusnya dikeluarkan di 2021 ini merupakan report ke-27, namun tertunda karena alasan Covid-19 dan baru bisa dipublikasikan di tahun 2022.
World Population Prospect menjelaskan mengenai populasi manusia di dunia yang akan mencapai 8 Miliar pada 15 November tahun ini. Sejak 1975, populasi dunia terus bertambah hingga satu miliar setiap 12 tahun. Namun, jika dilihat lebih rinci, sejak 2019, angka pertumbuhan populasi manusia turun hingga 1%. Hal tersebut dikarenakan tingkat kesuburan global terus menurun. Jumlah tersebut akan terus bertambah dan pada tahun 2086 diperkirakan akan mencapai 10,4 miliar manusia. Wow, sebanyak itu ya.
Pada tahun 1950, rata-rata setiap wanita melahirkan sebanyak 5 kali seumur hidup. Namun, angka tersebut terus menurun bahkan lebih dari setengahnya. Hingga tahun 2021, angka tersebut hanya menjadi 2,3 kelahiran per wanita. Oleh karena itu, pada tahun 2050 diprediksi angka kelahiran per wanita turun menjadi 2,1.
Informasi uniknya adalah, Our World in Data menemukan fakta bahwa kebanyakan orang di dunia tinggal di negara-negara yang tingkat kesuburannya di bawah rata-rata. Hal inilah yang akan menyebabkan pertumbuhan populasi akan menyusut. Sedangkan, PBB melaporkan bahwa dua pertiga masyarakat negara yang berpenghasilan tinggi, seperti Jepang, Italia, Spanyol, Korea Selatan hanya memiliki angka 1,3 kelahiran per wanita. Silakan simpulkan sendiri dua premis data di atas :) Tidak heran jika negara seperti Jepang dan Korea Selatan repot-repot memberi insentif kepada masyarakatnya agar mau memiliki anak :)
Nah, ada banyak! Namun yang harus selalu diingat bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk terus merawat planet ini demi generasi selanjutnya agar cita-cita bersama untuk mempertahankan harapan hidup global semakin baik.
Jika Sahabat penasaran, karena keadaan pandemi, WHO melaporkan bahwa 14,9 juta kematian dalam kurung waktu Januari 2020 hingga Desember 2021 mengakibatkan tingkat harapan hidup global turun dari data terakhir 72,8 (2019) menjadi 71 (2021).
Berdasarkan laporan PBB, lebih dari setengah proyeksi peningkatan populasi global hingga 2050 nanti akan terkonsentrasi pada delapan negara, yaitu Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Tanzania.
Bahkan, tahun 2023 PBB memperkirakan India akan mengambil alih gelar dari China sebagai negara terpadat di dunia. Meskipun kedua negara ini memiliki angka kesuburan yang menurun, namun tingkat penurunan di India lebih lambat dari China yang pesat dan signifikan.
Tingkat kesuburan global bisa disiasati dengan meningkatkan pengetahuan mengenai gizi yang dibutuhkan seorang wanita dan manusia. Pengetahuan tersebut bisa didapatkan baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Namun, jika melalui pendidikan formal, bukan hanya ilmu yang Sahabat bisa dapatkan, tetapi juga otoritas dalam pembuatan kebijakan sehingga mampu terjun secara langsung ke lapangan ataupun dengan bergabung ke lembaga legislatif untuk hal ini.
Yuk, turut serta dalam menyelamatkan dunia melalui kuliah jurusan gizi di Edunitas.
Daftar Sekarang di Link Berikut.
Baca artikel lengkapnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus