Saat memilih untuk melanjutkan pendidikan ke perkuliahan, memilih tempat kuliah adalah hal yang paling sulit. Memilih kuliah di PTN atau PTS, banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Kamu juga harus memperhatikan aspek-aspek yang akan mempengaruhi saat menjalankan kuliah dan keidupan perkuliahan kedepannya nanti.
Aspek yang perlu dipertimbangkan adalah jenis kampus, biaya kuliah, fasilitas, kredibilitas pengajar, dan kenyamanan kampus untuk para mahasiswanya. Kebanyakan orang status negeri atau swasta juga menjadi bahan pertimbangan dalam memilih universitas. Sebagian orang mengatakan bahwa di kedua kampus itu tidak ada bedanya tergantung dengan yang menjalaninya. Memang benar, namun tetap ada perbedaan dari PTN dan PTS yang perlu dipertimbangkan.
Memilih berkuliah di kampus negeri atau swasta masih menjadi hal yang sangat di perdebatkan bagi anak SMA kelas 12. Kebanyakan orang tua ingin anaknya berkuliah di kampus negeri, namun kemampuan dan keberuntungan tidak berpihak kepada si anak. Solusi lain orang tua anak tersebut mengkuliahkan anaknya di kampus swasta.
Supaya tidak bingung untuk melanjutkan berkuliah dimana, berikut ada beberapa perbedaan PTN dan PTS. Baca sampai selesai!
Dari namanya kamu pasti sudah tau, karena ini merupakan perbedaan yang paling mencolok. PTN (Perguruan Tinggi Negeri) sudah jelas kalau ini dikelola dan dimiliki oleh negara. Sedangkan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dikelola dan dimiliki oleh lembaga swasta atau yayasan.
Status kepemilikan memiliki pengaruh besar terhadap pengelolaan lembaganya. PTN akan sangat terikat dengan pemerintah, misalnya dalam perubahan pembiayaan kuliah. Semua PTN menerapkan sistem UKT sejak tahun 2013. Sedangkan PTS akan tergantung kepada lembaga atau yayasan yang mengelolanya, dari biaya perkuliahan, pembangunan kampus, dan lain sebagainya.
Perbedaan PTN dan PTS yang mudah dibedakan yaitu pendaftarannya. Mengetahui pendaftaran yang dibuka masing-masing perguruan tinggi itu sangat penting, karena calon mahasiswa yang tidak mengetahui informasi akan tertinggal dan tidak bisa mendaftar. PTN dan PTS memiliki perbedaan dalam proses pendaftaran mahasiswa baru ini.
Ada tiga jalur penedaftaran mahasiswa baru PTN, pertama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat (SNMPTN), kedua Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan terakhir Seleksi Mandiri. Biasanya penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN dilakukan secara nasional bersama dengan Lembaga Tes Masuk Perguruaan Tinggi (LTMPT). Berbeda dengan Seleksi Mandiri yang diselenggarakan masing-masing oleh perguruan tinggi.
Di PTS tidak ada sistem pendaftaran secara nasional, kecuali PTS mengadakan kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya. Setiap PTS memiliki jalur pendaftaran yang berbeda-beda. Ada juga PTS yang membuka pendaftaran tanpa tes contohnya mendaftar dengan nilai rapor, prestasi, atau nilai UTBK. Selain itu ada PTS yang membuka pendaftaran dengan menggunakan tes berbasis komputer, dan tes-tes lainnya tergantung kebijakan setiap kampus.
Perbedaan dari PTN dan PTS lainnya terletak pada pembiayaan kuliahnya. PTN pasti memiliki keterikatan dengan negara maka biaya kuliah mahasiswanya akan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh negara. Untuk PTS, biaya kuliahnya ditetapkan oleh masing-masih kampus atau lembaga yang menaungi kampus.
Pembiayaan kuliah di PTN dilakukan dengan menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Setiap mahasiswa akan dikenai biaya tetap sesuai dengan golongannya. Mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi akan mendapat UKT golongan rendah contohnya seperti I, II, dan III. Namun untuk mahasiswa dengan keadaan ekonomi yang lebih akan mendapat UKT lebih besar.
Untuk PTS memiliki sistem yang berbeda dalam biaya perkuliahannya. Pihak kampus sudah menetapkan jumlah masing-masing. Besaran setiap semester bisa berbeda tergantung perhitungan dari setiap lembaga.
Kuliah memang menjadi salah satu hal yang sangat dibutuhkan pada era sekarang ini. Hal ini dikarenakan sulitnya mencari kerja bagi lulusan SMA/SMK sederajat.
Kuliah tinggi sebenarnya tidak menjamin akan mendapat kerjaan dengan mudah, lulusan SMA/SMK sederajat banyak yang memiliki keahlian setara dengan anak kuliahan. Mereka memiliki kelebihannya didalam bidang masing-masing.
Dalam mempersiapkan biaya kuliah bisa dilakukan dengan cara menabung, bisa menabung setiap hari, setiap bulan secara rutin dan konsisten jumlahnya agar pada saat ingin berkuliah atau bayaran kuliah biayanya sudah cukup.
Biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan kuliah bisa dijangkau oleh semua golongan. Di PTN bagi mahasiswa yang kurang mampu akan diberikan bantuan biaya pendidikan, biasanya disebut dengan bidikmisi. Bidikmisi akan diberikan dari awal kuliah sampai lulus S1. Bidikmisi ini jika ingin mendapatkannya harus melalui tahap seleksi terlebih dahulu. Atau beasiswa akan diberikan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, karena mendapatkan bidikmisi akan membantu biaya kuliah supaya menjadi ringan.
Selain PTN ternyata ada bidikmisi di PTS juga loh, namun biasanya hanya PTS ternama saja. Jika ingin mendapatkan bidikmisi di PTS harus mencari tahu PTS mana saja yang menyediakan bidikmisi, atau mencari tahu info beasiswa di PTS yang ingin didaftar.
Di PTN biaya kuliah menggunakan UKT, UKT dibayarkan setiap awal semester baru tanpa ada biaya lainnya. Besarnya UKT dari semester 1 hingga semester akhir juga sama. Level UKT terdiri dari 8 kelompok, dari UKT 1 yang terendah hingga UKT 8 yang tertinggi. UKT terendah biasanya Rp. 500.000 dan UKT tertinggi bisa bervariasi besarnya, ada yang lebih dari Rp. 10.000.000 dan ada juga yang dibawah itu.
Yang menentukan besar kecilnya level UKT yaitu terutama pada penghasilan orang tua/wali. Penghasilan orang tua/wali diketahui dari formulir isian yang diisi oleh mahasiswa baru saat registrasi ulang, harus mengisi data dengan jujur.
Sedangkan di PTS, biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah biasanya ada bermacam-macam. Ada biaya bangunan di awal semester, ada biaya kuliah per semester, biaya KTM, biaya almamater, biaya KKN/KKL/KP/PPL dan lain semacamnya, biaya UTS, biaya UAS, biaya proposal dan skripsi, biaya wisuda, dan lain sebagainya.
Biaya pokok kuliah S1 PTS sampai selesai, yaitu:
Jika di total maka biaya pokok kuliah S1 PTS yaitu, Rp. 36.950.000
Perkiraan biaya lainnya selain biaya kuliah atau biaya yang dikeluarkan untuk di dalam kampus. Biaya tersebut belum mencakup biaya di luar kampus contohnya seperti biaya kos-kosan, biaya hidup, biaya tranpsortasi, buku, fotocopy, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah perkiraan biayanya:
Jika ditotal maka perkiraan biaya diluar kampus untuk kuliah S1 PTN atau PTS yaitu, Rp. 57.050.000
Biaya seperti itu yang jarang diperhitungkaan oleh kebanyakan orang. Kebanyakan dari mereka hanya menghitung biaya kuliahnya saja. Selain dari itu masih banyak lagi biaya lainnya yang harus dikeluarkan.
Untuk PTN sudah dijelaskan cukup bayar sekali dalam satu semester yaitu membayar biaya UKT, tidak ada biaya bangunan, proposal, skripsi, dan biaya wisuda. Jika ditotal perkiraan biaya kuliah S1 sampai selesai dari UKT yang dibayarkan ditambah biaya lainnya seperti diatas yaitu, misalnya pembayaran UKT Rp. 3.000.000 dikali 8 semester adalah Rp. 24.000.000, ditambah biaya lainnya Rp. 57.050.000 jadi total biaya kuliah PTN sampai selesai yaitu Rp. 81.050.000.
Sedangkan untuk total biaya perkuliahan S1 sampai selesai di PTS yaitu, biaya kuliah pokok ditambah biaya lainnya seperti di atas. Biaya pokok S1 swasta yaitu Rp. 36.950.000, lalu ditabah biaya lainnya Rp. 57.050.000. Total keseluruhan untuk biaya menempuh pendidikan S1 swasta yaitu, Rp.90.000.000.
Itulah perkiraan biaya kuliah S1 PTN PTS. Perhitungan diatas merupakan perkiraan saja, bisa saja untuk perkuliahan sesungguhnya bisa lebih murah atau lebih mahal. Bahkan bisa gratis karena mendapatkan beasiswa selama 8 semeseter.
Fasilitas yang disediakan PTN biasanya lengkap, semuanya memadai. Seperti wifi, AC, musholla, perpustakaaan, dan ruang terbuka untuk belajar akan selalu ada di PTN. Namun bukan berarti PTS fasilitasnya tidak memadai, ada PTS unggulan yang memiliki fasilitas lebih baik dan lebih lengkap dibanding PTN. Semua fasilitas yang dibangun itu tujuannya untuk mendukung mahasiswa dalam belajar dan digunakan untuk pengembangan ilmu atau jurusan.
Berikut ini daftar PTN yang masuk ke daftar perguruan tinggi terbaik dunia versi QS WUR 2022:
Webometrics melakukan penilaian terhadap seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta yang berbentuk universitas, institut, dan sekolah tinggi. Berikut ini adalah daftar PTN terbaik menurut Webometrics:
Daftar PTS terbaik di Indonesia menurut Webometrics, jadi siswa tidak perlu ragu lagi untuk melanjutkan pendidikan ke PTS. Karena sudah banyak sekali lulusan dari PTS yang bisa sukses mendapatkan pekerjaan.
Dikutip dari situs Webometrics, peringkat pertama universitas terbaik dunia diraih oleh Harvard University Amerika Serikat. Dalam skala Asia, Tsinghua University China berada di peringkat pertama.
Ada empat indikator dalam menentukan universitas terbaik yang digunakan Webometrics, indikator tersebut adalah presence, visibility, tranparency atau openness, dan terakhir excellence atau scholar.
Di Indonesia terdapat lebih dari 2000 universitas negeri dan swasta yang masuk daftar universitas terbaik yang dirilis Webometrics. Berikut ini adalah daftar PTS terbaik Indonesia:
Sebenarnya mau lulusan PTN atau PTS tidak akan menjamin lebih mudah dalam mendapatkan kerjaan. Dalam dunia kerja, yang akan dipandang dari kemampuan adalah hard skill atau soft skill yang dimiliki untuk menunjang pekerjaan.
Jadi tidak perlu khawatir mau berkuliah di PTN atau PTS, karena yang menentukan cepat mendapat pekerjaan adalah usaha diri sendiri.
Harus diingat, kesuksean bukan ditentukan dari universitas mana berasal. Melalui kerja keras dan keinginan yang kuat untuk selalu belajarlah yang bisa membawa kepada kesuksesan.
Biaya kuliah di PTS lebih mahal, maka dari itu banyak orang yang berbondong-bondong untuk masuk PTN. Akan tetapi banyak juga PTS yang memiliki biaya terjangkau. Cari di sini untuk menemukan PTS yang kamu mau, banyak pilihan program, cicilan kuliah, dan masih banyak lagi.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus