3 Faktor Utama Resesi Ekonomi Global

person
Delia
tag
lainnya
visibility
155
3 Faktor Utama Resesi Ekonomi Global

Hai Sahabat Edunitas! First of all, I suggest being wise and saving your money from now on! Why? Check it out!

Resesi Global

Yup, because the global recession is around you! Resesi kali ini benar-benar mengkhawatirkan. Kepala International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva memprediksi bahwa tahun 2022 ini akan menjadi tahun tersuram dan juga sulit bagi beberapa negara-negara untuk survive dari resesi global. Pertumbuhan ekonomi diprediksi akan minus di tahun 2022 ini.

Penyebab dan Dampak Resesi Global

Kabar resesi global ini sudah berguling sejak tengah pandemi tahun 2021 kemarin, oleh karena itu bisa dipastikan bahwa penyebab keadaan ini salah satunya adalah efek domino pandemi covid-19. Tidak hanya sampai disitu, penyebab terparah datang dari invasi Rusia-Ukraina yang menjadikan pasokan makanan tidak stabil ke seluruh dunia. 

Hari ini, bertepatan dengan 100 hari berlangsungnya invasi Rusia-Ukraina. Hingga saat ini, dampaknya nyata dirasakan di seluruh dunia. Ditambah lagi, global warming yang sudah memasuki level “krisis”. Jika Sahabat membaca berita dan update info tentang global warming, kata climate change sudah tidak berlaku lagi, tapi yang dipakai sekarang adalah climate crisis. Ya, betul. Kondisi iklim dunia sekarang sudah masuk dalam level krisis. Hal ini sangat berpengaruh, bukan hanya kepada lingkungan alam kita seperti yang dijelaskan dalam artikel ini, tetapi juga berdampak langsung dengan kebutuhan pangan manusia.

Indonesia adalah salah satu negara yang terimbas. Seperti yang kita rasakan, Indonesia mengalami drama minyak goreng, padahal Indonesia adalah pemasok bahan baku minyak goreng terbesar ke berbagai negara. Dengan drama ini, pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan larangan ekspor dalam waktu tertentu demi memenuhi kebutuhan dan stok minyak goreng dalam negeri. Namun, masalahnya tidak serta merta selesai karena kebijakan tersebut justru menimbulkan masalah baru. Para pedagang kelapa sawit Indonesia mengeluh karena harga kelapa sawit merosot jauh atau terjun bebas dan merugikan pedagang.

Belum lagi India yang menghentikan ekspor gandum dan buah-buahan. Seperti kita ketahui bahwa India adalah salah satu negara pemasok gandum terbesar di dunia. Kemarin, Malaysia baru saja mengumumkan bahwa ia memberlakukan kebijakan larangan ekspor daging ayam karena kurangnya stok makanan ternak ayam berupa biji-bijian yang biasanya didapatkan dari Ukraina. Hal ini membuat harga makanan di negara penerima pasokan daging ayam Malaysia seperti Singapura meningkat drastis.

Selain efek domino pandemi, invasi Rusia-Ukraina, dan juga global warming yang melanda bumi, faktor lain seperti dollar AS yang sudah kembali naik dan lockdown yang terjadi di China juga adalah dua dari beberapa faktor resesi global yang menyebabkan harga bahan pokok naik.

covid-19 + Global warming + Invasi + Dollar AS naik = Resesi Global

Tindakan Pemerintah

Sejauh ini, pemerintah melalui Menteri Keuangan telah mengeluarkan kebijakan pemangkasan dana belanja tahun 2022 ke seluruh pimpinan kementerian dan lembaga negara sebesar Rp24,5 Triliun. Dana tersebut akan dijadikan dana cadangan jika terjadi kebutuhan mendesak yang diakibatkan naiknya harga komoditas energi dan pangan.

Meskipun demikian, perlu kita pahami bahwa pemulihan ekonomi memang terbilang sulit. Bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Ini adalah risiko yang tidak bisa dihindari dari pandemi, invasi, dan global warming.

So, Sahabat Edunitas yang kami sayangi, kurangi budget self-reward dan segera penuhi dana darurat atau dana investasi agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan, you can still survive.

Ohya, terakhir, jangan lupa untuk tetap memperhatikan investasi pendidikanmu bersama Edunitas ya. Dapatkan berbagai kesempatan menarik untuk investasi masa depan dalam kondisi apapun di Edunitas.

 

Baca artikel menarik lainnya di sini.

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus