Hai hai, Sahabat Edunitas!
Siapa di antara Sahabat yang tertarik dengan isu politik? Ada yang bercita-cita jadi politikus? Atau pengamat politik? Raise your hand! Yup, now put your hand down!
Oke, orang-orang yang angkat tangan tadi besar kemungkinan memiliki sudut pandang bahwa politik adalah pusat dari segala urusan masyarakat. Pendidikan, budaya, ekonomi, bahkan makanan, wisata, pekerjaan, pengadaan konser, turnamen olahraga, atau kegiatan apapun itu pasti memerlukan proses politik dan berada dalam jangkauan politik. Entah untuk legalisasi, keabsahan, aturan halal-nonhalal, legal ataupun ilegal, dan lain sebagainya.
Nah, baik secara nasional maupun global, saat ini kondisi politik sedang heboh-hebohnya. Misalnya saja berita politik tanah air yang semakin gencar menjelang pemilu serentak 2024. Bukan hanya para elit partai yang sedang aktif-aktifnya melobi sana-sini, makan malam dengan kubu A atau B, atau silaturrahmi santuy dengan si A atau si, dan berbagai macam kegiatan “santai” lainnya untuk menyusun rencana kolaborasi di pagelaran besar pemilu dua tahun yang akan datang. Para elit di dalam kabinet Indonesia Maju pun juga sedang aktif-aktifnya untuk terus meningkatkan kinerjanya jika tidak ingin diganti alias direshuffle.
Since whose reign are you familiar with the word "reshuffle"? Hehehe :)
Oke, untuk yang belum paham, reshuffle adalah perombakan atau penyusunan ulang suatu struktur. Nah, reshuffle yang dimaksud kali ini adalah reshuffle menteri di jajaran kabinet Indonesia Maju, kabinetnya Pak Joko Widodo selama menjadi Presiden Indonesia di periode kedua ini.
Selama pemerintahan 2 periode Jokowi, reshuffle telah dilakukan sebanyak empat kali di periode pertama dan dua kali di periode kedua, termasuk yang minggu lalu (15 Juni 2022) yang dilakukan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo.
Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia–dan banyak negara lainnya sedang berjuang menghadapi beberapa masalah global yang berimbas pada masing-masing aspek di suatu negara. Sebut saja ekonomi yang terhambat karena pandemi Covid-19 dan perang invasi Rusia-Ukraina, pendidikan yang terhambat karena tidak meratanya internet dan berbagai infrastruktur, hingga bahan pangan yang harganya terjun bebas akibat cuaca ekstrem dan pengelolaan yang kurang bijaksana.
Dengan berbagai masalah di atas, diperlukan adanya strategi dalam pemerintahan dan kabinet agar meningkatkan kinerja kementerian dalam menangani berbagai masalah dalam negeri dan luar negeri. Perubahan strategi inilah salah satu penyebab reshuffle. Selain itu, alasan lain seperti kinerja menteri yang kurang ciamik hingga tersandung kasus korupsi menjadi alasan yang sering mendasari adanya reshuffle.
Nah, adapun reshuffle yang terakhir ini dilakukan di dua kementerian, yaitu Kementerian Perdagangan dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertahanan Nasional. Kemendag sebelumnya, Muhammad Luthfi lengser dan digantikan oleh Zulkifli Hasan. Selain itu,Sofyan Djalil juga lengser dari jabatan Menteri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertahanan Nasional dan digantikan oleh Yaitu Hadi Tjahjanto.
Hadi Tjahjanto atau biasa dipanggil Jenderal Hadi merupakan mantan panglima TNI yang sudah memasuki masa purna jabatan. Sebelumnya, di tahun 2015-2016, Jenderal Hadi juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden dan aktif di Kementerian Pertahanan RI.
Sedangkan Pak Zulikifli Hasan merupakan Ketua MPR RI 2014-2019 serta merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional di tahun 2020 hingga 2025 mendatang.
Siapapun yang menggantikan dan digantikan di kursi elit politik Indonesia tersebut, sudah pasti memiliki background politik dan ilmu politik. Bagaimanapun, politik adalah hal yang kompleks karena menjangkau dan memayungi segala aspek kehidupan lainnya, terlebih di negara kita Indonesia yang merupakan negara hukum. Namun, bagaimana menggapai keilmuan tersebut? Jawabannya, of course dengan memiliki titel pendidikan di bidang ilmu politik alias kuliah di jurusan politik.
Jurusan yang membahas politik sendiri terdiri dari beberapa variasi, jika ingin politik internasional dan luar negeri akan cocok dengan jurusan hubungan internasional, jika ingin mengerti dasar ilmu politik dan pemerintahan dalam negeri bisa mengambil jurusan ilmu politik, demikian pula jika ingin lebih luas dalam memaknai politik bisa mengambil ilmu lain seperti kebijakan manajemen publik atau administrasi niaga.
Jurusan-jurusan tersebut bahkan menjadi jurusan favorit di bidang sosial sehingga tak heran jika beberapa institusi membuka perguruan tinggi yang khusus untuk jurusan-jurusan politik seperti di atas. Misalnya sebagai berikut.
Jurusan Hubungan Internasional
Jurusan Manajemen Kebijakan Publik/Administrasi Niaga
Keuntungan Kuliah di Edunitas
Edunitas menyediakan program kuliah karyawan online yang dilaksanakan di luar jam kerja dengan biaya yang terjangkau, bisa diangsur, sistem online, dan cara daftar yang mudah. Dengan berbagai layanan tersebut, dipastikan tidak ada yang lebih mudah dari Edunitas. Segera kunjungi website Edunitas untuk info lebih lanjut dan raih cita-citamu sebagai politikus Indonesia.
Baca artikel menarik lainnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus