Mumpung masih dalam suasana pergantian tahun tidak ada salahnya kita ngobrolin soal resolusi. Bagi sebagian orang, ini terasa basi karena resolusi demi resolusi hanya jadi tumpukan kertas tanpa ceklis.
So, sebelum membahas bagaimana merumuskan resolusi 2023, mungkin Sahabat bisa throwback dulu nih, sudah berapa banyak goals tahunan yang dibuat dan seberapa banyak yang sudah dikerjakan? 100 juta pertama, diet 2022, mobil baru, sekolah lagi, dst. Banyak target-target yang sudah dituliskan tapi tidak dikerjakan. Kira-kira kenapa tidak dikerjakan? Apakah resolusi tahunan ini penting?
Let’s talk more.
Kenapa Resolusi Tahunan Kebanyakan Gagal? Hal ini menjadi pertanyaan sejuta umat. Mengapa resolusi dengan tulisan indah bersama semangat yang menggebu tidak bekerja, bahkan sama sekali? Kurtis Pykes salah seorang blogger Medium pernah menjawab pertanyaan ini dengan sangat gamblang. Dia bilang, selama ini kebanyakan dari kita menulis resolusi hanya berfokus pada hasil yang diharapkan. Konsekuensinya apa? Kita menjadi hanyut dalam imajinasi hasil yang kita tuliskan. Misalkan, tahun 2022 turun 10kg, kemudian otak kita bekerja dengan mengimajinasikan betapa indahnya tubuh kita jika tanpa lemak 10kg. Atau mungkin membayangkan kenaikan gaji atau jabatan kalau saja sahabat melanjutkan sekolah lagi.
Yang seharusnya dilakukan menurut Pykes adalah membangun sistem. Goals atau tujuan biasanya berangkat dari gejala yang kita rasakan sementara sistem berangkat dari penyebab gejala tersebut.
Baca Juga: Kuliah Karyawan Yogyakarta, Kesempatan Kerja Sambil Kuliah
“Kenapa ya gue bisa berlebih berat badan sampai 10kg? Apa sih dampak dari berlebih berat badan ini? Gimana cara menguranginya? Olahraga atau defisit kalori? Olahraga jenis apa yang tepat untuk masalah ini? dst”. Sistem yang baik akan terbangun dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Contoh lain, merasa kurang diapresiasi di tempat kerja.
Apresiasi apa sih yang sebenarnya Sahabat butuhkan? Bagaimana cara mendapatkannya? Harus melanjutkan sekolah lagi atau hanya sekedar memperbaiki komunikasi? Terus kalau sekolah lagi, apa yang perlu disiapkan? Kapan mau mulai? Hal-hal kecil inilah yang perlu Sahabat tuliskan dalam resolusi. Serangkaian hal-hal kecil dan praktis ini akan membantu Sahabat membangun sistem dan kemudian mendapatkan apa yang Sahabat inginkan. Membuat resolusi dengan membangun sistem yang kuat akan membantu Sahabat mengurangi imajinasi berlebih pada hasil yang ideal dan menikmati setiap langkah kecil yang Sahabat lakukan. Sebab, pada dasarnya semakin besar tujuan yang ingin dicapai semakin panjang juga proses yang harus dilalui.
Setelah mengetahui teknik membuat resolusi yang tepat untuk tahun 2023, sekarang mari memulai dengan mencari tahu penyebab dari gejala yang kita rasakan a.k.a membangun sistem. Akan tetapi, seberapa penting resolusi yang tiap tahun kita singgung-singgung itu? Apakah jangan-jangan resolusi itu sendiri sebenarnya gak terlalu penting?
Sebenarnya, resolusi awal tahunan ini cukup penting sih. Kenapa? Sebab, poin-poin yang Sahabat tuliskan akan membantu Sahabat untuk mengatur serta membatasi diri sendiri. Semakin ke sini dunia jadi semakin cepat sekali berubah, world changes so fast, resolusi dibuat bukan untuk mengikuti perubahan yang sangat cepat ini tetapi untuk membantu Sahabat agar tidak terdistraksi dan selalu berada pada jalan Sahabat sendiri. Misalkan sepanjang tahun kemarin banyak sekali isu yang muncul ke permukaan, mulai dari 100jt pertama, beli rumah, dan di akhir tahun investasi saham. Sahabat tidak punya banyak waktu dan kesempatan untuk mengikuti semua isu yang banyak diperbincangkan. Entah seberapa hebohnya circle Sahabat menabung untuk membeli rumah jika resolusi Sahabat adalah melanjutkan pendidikan, ya teruskan aja tabungan tersebut untuk pendidikan. Selain itu, resolusi tahunan juga akan membantu kita untuk mengevaluasi diri sendiri. Resolusi adalah salah satu bentuk evaluasi diri yang terukur. Sejauh mana usaha yang telah dilakukan, apa yang perlu diperbaiki, hal apa yang seharusnya dihindari kedepannya, dst.
Dari banyaknya poin-poin yang Sahabat temukan, mau kasih beberapa bocoran tentang apa saja yang perlu Sahabat pertimbangakan untuk jadi resolusi di sepanjangan 2023.
Baca Juga: Kuliah Karyawan Medan
Kesehatan, pandemi covid-19 menjadikan isu kesehatan adalah milik semua orang. Kita bertanggung jawab atas tubuh sehat kita. Untuk detail seperti apa resolusi kesehatan ini balik lagi ke kebutuhan Sahabat masing-masing. Olahraga teratur, menghindari fast food, mendaftarkan asuransi kesehatan, dst.
Pendidikan formal, poin ini penting untuk semua orang yang terlahir dari keluarga kelas menengah. Menurut penelitian pendidikan adalah salah satu faktor utama terjadinya mobilitas vertikal pada masyarakat kelas menengah. Mungkin saja melanjutkan pendidikan adalah salah satu hal yang perlu Sahabat lakukan. Lagi-lagi jangan fokus pada tujuan besar dan hasil yang ideal mulai saja dengan langkah kecil. Menabung, mengumpulkan informasi seputar jurusan, kampus, dan bahkan beasiswa yang tersedia.
Dana darurat, ini menjadi sangat penting setelah kita semua pernah melewati fase yang penuh dengan ketidakpastian. Besaran dana darurat setiap orang berbeda-beda kembali kepada kesanggupan dan kebutuhan.
Lalu resolusi apa yang akan Sahabat buat? Lagi-lagi kenali diri sendiri apa keresahan yang Sahabat rasakan cari tahu apa penyebab keresahan ini dan kemudian buatlah langkah-langkah kecil.
Pada saat yang tepat, bahwa banyak di antara kalian yang tidak peduli lagi dengan pendidikan, no! Itu salah besar! Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah disesali!
Daftar sekarang untuk meraih impian kariermu!
Baca artikel menarik lainnya di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus