Sebaran Informasi Palsu di Platform Digital

person
Delia
tag
lainnya
visibility
84
Sebaran Informasi Palsu di Platform Digital

Halo Sahabat Edunitas!

Tahukah Sahabat bahwa dunia sekarang sangat bergantung dengan digital. Dari populasi bumi dengan jumlah total 339.1 juta, terdapat 311.3 juta pengguna internet aktif dan 282.34 juta pengguna internet mobile. Rata-rata waktu yang dihabiskan menggunakan internet di perangkat mobile adalah 3 jam 28 menit per hari. Selain itu, data menunjukkan bahwa beberapa media sosial mengalami pertumbuhan.

TikTok mengalami pertumbuhan yang sangat besar, mencapai 41.8 miliar kunjungan pada tahun 2023, dengan 78.35% akses melalui perangkat mobile. WhatsApp juga mengalami pertumbuhan, dengan 31.3 miliar kunjungan dan 35.79% akses melalui mobile. LinkedIn dan Twitch juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam hal kunjungan.

Dari kedua data tersebut, kita bisa mengetahui bahwa manusia di era modern sekarang ini sangat dekat dengan akses internet di mobile mereka. Sebuah kemajuan peradaban yang patut untuk disyukuri. Sebab, jika melihat jauh ke belakang, sejarah kehidupan manusia sudah sangat jauh berkembang sehingga penting untuk memahami kemajuan sejarah ini demi menghargai kemajuan yang telah dicapai umat manusia dan mengakui potensi perbaikan kondisi hidup global di masa depan.

Baca Juga: Pemanfaatan AI dalam Aspek Pendidikan

Namun, perkembangan ini semakin hari semakin membawa bahaya, terlebih pada terjadinya penumpukan informasi yang tak terbendung atau biasa disebut flooding information.

Penelitian Sebaran Informasi Palsu

Sebuah contoh penelitian yang relevan tentang sebaran informasi palsu yang sangat berdampak kepada masyarakat ditemukan dalam kasus pemilihan presiden AS tahun 2016. Penelitian ini menemukan bahwa berita palsu yang mendukung Donald Trump lebih banyak dibagikan daripada yang mendukung Hillary Clinton, menyarankan kemungkinan bahwa berita palsu ini berpengaruh pada hasil pemilihan. Misinformasi ini menyebabkan insiden serius seperti teori konspirasi "Pizzagate" yang memicu aksi kekerasan. Studi ini juga menunjukkan bahwa upaya untuk menangkal misinformasi dengan informasi yang benar bisa berdampak negatif, dikenal sebagai "efek balik", di mana upaya ini malah memperkuat keyakinan orang pada informasi yang salah.

Begitu pula dengan yang terjadi pada konspirasi yang tersebar di media sosial mengenai keberadaan Princess Kate Middleton yang “menghilang” pasca hari Natal tahun 2023. Berbagai media, baik di UK maupun di seluruh dunia memberikan teori-teori konspirasi terkait hal buruk yang menimpa Kate. Hal tersebut bahkan masih dipercayai oleh sebagian masyarakat ketika Princess Kate muncul memberikan tanggapan dan juga pertanyaan-pertanyaan mengenai menghilangnya dari publik. Namun, video tersebut justru bukannya menghapus konspirasi yang beredar, tetapi memberi tuduhan balik yang menganggap bahwa video tersebut adalah hasil AI.

Begitulah cara kerja informasi yang bisa sangat mempengaruhi cara pikir manusia. Misinformasi seringkali disebarkan melalui media sosial dan penelitian telah menunjukkan bahwa berita palsu menyebar lebih cepat dan lebih luas daripada jenis informasi lain di Twitter. Studi juga menunjukkan bahwa misinformasi politik menyebar lebih luas daripada kategori berita palsu lainnya. Penyebaran misinformasi tentang COVID-19 di sosial media juga telah dianalisis dan ditemukan bahwa ia menyeberang batas negara.

Oleh karena itu, penelitian dalam bidang ini memperlihatkan pentingnya memahami bagaimana misinformasi dibuat, disebarkan, dan dampaknya terhadap masyarakat, terutama dalam konteks sosial media. Penelitian ini menunjukkan perlunya strategi yang efektif untuk mengatasi penyebaran misinformasi untuk mencegah dampak negatif pada masyarakat dan perilaku individu berupa regulasi dan kebijakan pemerintah.

Informasi Penting: Daftar Kuliah Karyawan dengan Biaya yang Bisa Dicicil Tanpa Bunga!

Regulasi dan kebijakan pemerintah

Regulasi dan kebijakan pemerintah serta upaya industri dalam mengatur konten digital sangat bervariasi di berbagai negara, dan mereka berusaha untuk menyeimbangkan kebutuhan melindungi masyarakat dari informasi yang merugikan dengan mempertahankan kebebasan berekspresi.

Di Inggris misalnya, ada beberapa inisiatif regulasi, seperti Rancangan Undang-Undang Keselamatan Online yang tengah ditinjau oleh parlemen dan Kode Desain yang Sesuai Usia dari Komisioner Informasi yang bertujuan melindungi data pribadi anak-anak. Pemerintah Inggris juga sedang mengembangkan Strategi Data Nasional dan kerangka kerja cyber serta keamanan digital untuk memastikan bisnis, infrastruktur kritis, dan warga negara tetap aman dan terlindungi. Dalam konteks cyber dan keamanan digital, terdapat berbagai kerangka kerja keamanan siber yang berlaku untuk bisnis e-commerce, seperti GDPR Inggris dan Skema Dasar Cyber yang diawasi oleh Pusat Keamanan Cyber Nasional Inggris.Sementara itu, di Uni Eropa, terdapat peraturan yang lebih berfokus pada pemoderasian konten.

Di Jerman, Undang-Undang Penegakan Jaringan yang memaksa platform media sosial besar untuk segera menghapus konten ilegal, dengan denda yang cukup berat jika tidak mematuhi aturan tersebut. Di Uni Eropa secara keseluruhan, Undang-Undang Layanan Digital sedang dipersiapkan yang akan menciptakan mekanisme penegakan hukum yang lebih luas dan meningkatkan tanggung jawab platform media sosial untuk menghapus konten yang melanggar hukum.

Dengan semakin banyaknya waktu yang dihabiskan online, tekanan untuk meningkatkan moderasi konten meningkat, dan kebutuhan akan regulasi yang lebih ketat menjadi lebih mendesak. Namun, penting bagi pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan efek dari upaya regulasi terhadap persaingan, karena hambatan masuk dan ekspansi bisa diciptakan di struktur pasar yang sudah sangat terkonsentrasi. Pada akhirnya, pendekatan yang berbeda dalam mengatur konten online mencerminkan berbagai norma budaya dan politik di setiap negara.

Harapannya, dengan berbagai regulasi yang sudah dikembangkan oleh berbagai negara-negara adidaya dapat mendorong negara-negara berkembang seperti Indonesia juga turut termotivasi dan memperhatikan kesejahteraan informasi di berbagai platform digital khususnya, seluruh aspek pada umumnya.

 

Baca artikel menarik lainnya mengenai pendidikan dan karir di sini!

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus