Siapa yang gak asing dengan berbagai sebutan jenis mahasiswa di dunia kampus? Mahasiswa kupu-kupulah, mahasiswa ambislah, mahasiswa penjaga lablah, dan lain sebagainya. Pernah ga Sahabat memikirkan, akan menjadi jenis mahasiswa apakah Sahabat jika menjadi mahasiswa nanti? Lalu, mahasiswa jenis manakah yang paling ideal?
Baca Juga: Jurusan Perpajakan, Bagaimana Prospek Kerjanya?
Setiap mahasiswa memiliki cerita dan cara menjalani perkuliahan sesuai dengan kondisi masing-masing. Oleh karena itu, setiap orang punya kisah dunia kuliahnya masing-masing. Entah dari kehidupan akademiknya maupun kehidupan sosialnya. Hal ini menarik mengingat masa kuliah memang menjadi momen yang tepat untuk mengembangkan potensi diri dan mencoba berbagai hal. Masa saat trial-error masih diwajarkan karena masih dianggap sebagai manusia yang sedang mengeksplor kemampuan dan mencari jati diri.
Banyak pilihan jenis kehidupan seperti apa yang bisa ditempuh sebagai mahasiswa di kehidupan kampus. Ada yang memilih menjadi aktivis yang aktif menyuarakan dan mengadvokasi segala ketidakadilan. Oppositenya adalah mahasiswa apatis, mahasiswa yang tidak ambil pusing dengan urusan di luar dirinya. Lalu ada mahasiswa kupu-kupu temannya si apatis yang kegiatannya hanya kuliah dan pulang. Jenis lainnya adalah mahasiswa ambis, selain IPK bagus juga selalu menang lomba dimana-mana, dan harus berhasil ikut program exchange ke kampus di luar negeri.
Lalu, apakah mahasiswa bisa memilih lebih dari satu jalan? Tentunya bisa, ada anak ambis yang juga aktif organisasi, schedule-nya padat merayap. Teman-teman lainnya selalu bertanya-tanya “Ini anak kapan ya istirahatnya?” atau bahkan jadi insecure sama diri sendiri, aku kok gini-gini aja, sementara dia punya jam terbang yang tinggi. Stop comparing yourself, let’s focus on yourself, guys.
Baca Juga: Tips Presentasi Tanpa Blank dan Gugup
Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar supaya bisa lulus kuliah dengan predikat husnul khatimah di setiap lini.
Beberapa tips di bawah ini akan membantu Sahabat untuk bisa lulus dengan baik tanpa meninggalkan beberapa kegiatan ekstra perkuliahan.
Hah? Mengenali diri sendiri? Mana mungkin ada orang yang tidak mengenali dirinya sendiri. Namun, pada kenyataannya banyak diantara kita yang tidak mengenal diri kita sendiri secara utuh. Sesederhana memahami batas diri atau bahkan mengetahui bakat dan minat. Kenapa penting untuk mengenal diri sendiri sebelum kemudian menentukan jalan atau aktivitas selama kuliah? Agar kita tidak salah jalan!
Dengan segala keterbatasan waktu yang tersedia, kita tidak mungkin bisa melakukan try and error for many times dalam kurun waktu empat tahun. Selain tidak direkomendasikan untuk cap-cip-cup, juga tidak ada satu rumus untuk semua orang sehingga memahami diri secara penuh adalah salah satu kunci untuk dapat menentukan jalan apa yang paling tepat untuk diri kita sendiri. Ada beberapa hal praktis yang dapat teman-teman lakukan untuk mengenal diri sendiri.
Setelah selesai tentang diri sendiri tahap selanjutnya adalah eksekusi semua rencana, jangan kemudian merencanakan rencana. “Okey, mulai besok gue bakal mengkonkritkan to do list ini sekarang mau malas-malasan dulu aja” hingga akhirnya adik tingkat wisuda dan nothing happens. Sebenarnya, mungkin saja banyak mahasiswa yang pengen jadi mahasiswa ambis, dapat IPK bagus, menang lomba, dan aktif organisasi. Akan tetapi, hanya segelintir orang yang berhasil untuk jadi ambis karena sebagian besar lainnya lebih memilih membawa mimpinya tidur tanpa berupaya mengwujudkannya.
Jadi, setelah melewati proses mengenal diri dan menentukan pilihan aktivitas selama kuliah the important one-nya adalah lakukan itu. Jangan berhenti di atas kertas atau bahkan dalam pikiran. Pilihan jalannya banyak, pilih jalan terbaik untuk diri sendiri bukan jalan yang banyak orang lain lalui. Jangan lupa untuk tetap konsisten untuk meraih berbagai impianmu!
Baca Juga: 5 Alasan Masa-Masa Kuliah itu Berat
Baca artikel menarik lainnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus