"Buku adalah bukti keabadian, sebuah jendela menuju masa lalu dan juga langkah menuju masa depan." - Jessica Lange
Masih dalam nuansa Hardiknas (Hari Buku Nasional), sepertinya belum terlambat untuk kita merayakannya. 17 Mei 2002 adalah kali pertamanya hari buku nasional diperingati, tujuannya adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Meskipun sudah lebih dari 20 tahun perayaannya, namun tingkat literasi masyarakat Indonesia sepertinya masih belum meningkat jauh. Berdasarkan peringkat PISA, Indonesia masih berada di posisi ke-62 dari 70 negara peserta survei. Kondisi ini diperparah oleh kecanggihan teknologi informasi yang mengakibatkan masyarakat lebih cenderung untuk membaca bacaan singkat melalui gawai. Padahal membaca buku tidak akan pernah dapat tergantikan dengan tulisan-tulisan singkat.
Sahabat mungkin sepakat bahwa membaca buku itu penting dan bisa dikatakan sebagai kebutuhan primer pengetahuan manusia. Akan tetapi, tidak banyak di antara kita yang memilih untuk mencintai dan menghabiskan waktu bersama buku. Tidak ada kata terlambat, berikut beberapa tips untuk Sahabat bisa merayakan cinta bersama buku!
Baca Juga: Predikat I dalam Literasi Digital Indonesia Diraih oleh Daerah Istimewa Yogyakarta
Untuk mencapai tujuan besar, Sahabat perlu membangun kebiasaan-kebiasaan kecil. Sahabat tidak bisa tiba-tiba mencintai dan menghabiskan waktu berjam-jam dengan buku dalam seketika. Sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Sahabat, kuncinya ada pada “membangun kebiasaan”. Tidak perlu untuk fokus pada lamanya waktu yang dihabiskan. Luangkan waktu 15 – 30 menit dalam sehari untuk membaca buku dan pilih waktu yang menurut Sahabat menyenangkan. Misalnya, di pagi hari atau sebelum tidur. Ulangi rutinitas membaca itu sampai Sahabat merasa kehilangan jika melewatinya. Hal ini akan membuat Sahabat ketagihan buku, bukan gawai.
Ada ratusan tema dan penulis buku yang tersedia, namun hanya sebagian kecil yang akan membuat Sahabat tertarik. Jika Sahabat masih belum menemukan ‘cinta’ pada buku, mungkin Sahabat bisa mencoba cara ini, yaitu menemukan tema dan penulis yang tepat dengan karakter Sahabat sehingga bisa menjadi motivasi dan juga pemantik untuk diri Sahabat.
Trik sederhananya, Sahabat bisa memilih tema yang sesuai dengan minat Sahabat. Tidak harus populer dan banyak peminatnya, yang penting terus menumbuhkan keingintahuan dan rasa yang menarik dalam diri. Misalnya, Sahabat tertarik pada dunia pendidikan, pilih buku yang membahas pendidikan. Setelah itu, cari penulis yang kamu sukai. Sahabat juga bisa memilih penulis sesuai dengan keahliannya. Perhatikan latar belakang pendidikannya, komunitasnya, pengalamannya, dst.
Baca Juga: Daftar Web untuk Mencari Jurnal Nasional dan Internasional
Salah satu alasan orang tidak membaca buku karena merasa tidak memberikan manfaat untuk hidupnya sehingga membaca buku dianggap sebagai kegiatan yang tidak berguna. Padahal, buku adalah sumber ilmu. Jika tidak percaya, di setiap membaca buku, buatlah rangkuman mengenai apa yang bisa kamu pelajari dan dijadikan highlight. Misalnya, nilai moral apa yang disampaikan, pengaplikasian wawasan yang terdapat dalam buku tersebut, kutipan keren dari penulis, dan berbagai ramuan inspirasi dalam buku yang dapat menjadi tindakan konkrit.
Ini adalah bagian penting yang sering kali luput. Membaca adalah sebuah kebiasaan yang membutuhkan dukungan dari lingkungan. Jika Sahabat tidak berkesempatan untuk bergabung dalam komunitas besar, Sahabat bisa membuat komunitas sendiri dari lingkungan pertemanan yang lebih kecil. Pilihlah orang-orang yang akan selalu mau berbagi dan saling mengingatkan untuk membaca. Ketika Sahabat sudah berada dalam komunitas baca atau lingkungan pertemanan yang mencintai buku, Sahabat akan merasakan spesialnya buku dan kemudian jatuh cinta pada buku!
Itu beberapa tips dan trik mencintai buku, semoga bermanfaat. Selamat Hari Buku Nasional!
Baca berbagai artikel menarik tentang pendidikan dan karier di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus