Now, we will talk about Twitter and Elon Musk. Yup, seperti yang Sahabat ketahui bahwa Elon Musk, selain pemilik dari SpaceX dan Tesla juga kini resmi menjadi pemilik Twitter. Bukan hanya pemilik sebagian saham tapi Elon Musk benar-benar menjadi pemilik seutuhnya dan keseluruhan Twitter. Ia membeli Twitter dengan harga Rp682 Triliun. Lantas, bagaimana Twitter di tangan Elon Musk?
Berbagai “drama” Twitter sejak Elon Musk membelinya banyak membuat warga dunia khususnya pengguna Twitter jadi bertanya-tanya, “Sebenarnya, Elon mau ngapain sih?”, “Twitter mau diapain sih?”, dll. Berikut beberapa rangkuman mengenai drama Elon Musk sebagai pemilik Twitter.
Baca Juga: Institut Sains dan Teknologi Al-Jamal Jakarta, Kampus Swasta dengan Pilihan Jurusan yang Keren
Sejak hari pertama Elon membeli perusahaan media sosial tempat warga dunia sambat tentang kehidupannya, Elon sudah melakukan pemecatan di jajaran petinggi Twitter, misalnya CEO. Bahkan, salah satu eksekutif yang dipecat oleh Elon Musk sampai dikawal keluar kantor pusat Twitter karena diharuskan untuk meninggalkan kantor Twitter saat itu juga. Wow!
Tidak lama setelah itu, Elon Musk membentuk dewan moderasi konten yang konon tugas utamanya untuk memprioritaskan kebebasan berbicara dan berpendapat masyarakat Twitter. Tapi sayangnya, di Twitter sendiri, salah satu akun yang impersonate Elon Musk disuspend dan sontak memancing netizen berkomentar bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan tujuan Elon membentuk dewan moderasi Twitter.
Seminggu setelah menjabat sebagai pemilik Twitter, Elon Musk melakukan lay off besar-besaran. Tidak hanya sampai di situ, untuk karyawan yang masih bekerja dimintai untuk menandatangani pakta bahwa mereka harus bekerja dalam waktu yang lama dan intens, jika tidak mereka diminta untuk berhenti kerja saja. That’s why, banyak di antara para karyawan Twitter untuk memilih mundur.
Mungkin maksud Elon Musk, percuma kalau punya karyawan yang banyak tapi tidak berkomitmen untuk kerja dalam jangka panjang dan tidak intens fokus pada pekerjaannya. Daripada buang-buang uang menggaji mereka, mending dari sekarang caw aja. Anggap aja gitu ygy!
Sekarang, Elon Musk mengumumkan untuk mencari orang yang bisa menggantikan posisinya sebagai CEO Twitter. Sebagai pemimpin tiga perusahaan besar, yakni SpaceX, Tesla, dan juga Twitter, Elon Musk mengaku kerja 7 hari per minggu atau setiap hari.
Baca Juga: Gempa Cianjur, Gempa Berjenis Shallow Crustal Earthquake
Hal terbaru yang ia lakukan dan sempat memicu perdebatan di masyarakat global adalah memunculkan kembali Twitter Donald Trump yang sebelumnya diblokir gara-gara isi twitnya sering memancing provokasi ke pendukungnya, khususnya saat kejadian kerusuhan di Capitol Hill.
Elon Musk mengeluarkan aturan bahwa seseorang bisa memiliki akun ceklis biru hanya dengan membayar senilai $8 per bulan. Dengan adanya kebijakan itu, sontak ditemukan akun Twitter berceklis biru yang tentu bukan akun resmi Twitter. Akun tersebut diduga akun yang mengandung penipuan dan scam untuk mendapatkan keuntungan.
Bagaimana pun, berbagai drama atau persoalan yang timbul setelah Twitter di tangan Elon Musk di atas menjadi pelajaran berharga untuk dilihat dan dipelajari, khususnya dalam hal bisnis digital. Keberlangsungan berbagai platform media sosial atau platform digital yang ada tentu akan menjadi jembatan untuk inovasi generasi ke depannya. Dengan demikian, penting untuk Sahabat memiliki imu bisnis digital dan berbagai ilmu yang melekat padanya, misalnya marketing, komunikasi, design, dan lain sebagainya.
Ilmu-ilmu tersebut dapat Sahabat tempuh dengan jalur pendidikan formal melalui perguruan tinggi. Berikut saran jurusan-jurusan yang sangat erat kaitannya dengan bisnis digital disertai kampus-kampus berkualitas yang menyediakan program kuliah karyawan dengan biaya yang murah dan bisa dicicil.
Segera cari informasinya dan daftar sekarang, ada potongan diskon 50% biaya pendaftaran untuk Sahabat yang mendaftar di beberapa kampus pada periode November 2022, lhoooo.
Baca artikel menarik lainnya di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus