Kembali menyapa Sahabat semua dengan satu kabar menyedihkan. Did you feel the earthquake last Monday? Yup, Sahabat semua sudah tahu bahwa pusatnya ada di Cianjur. Meskipun di daerah di luar Cianjur juga merasakan getarannya, ternyata di Cianjur dan sekitarnya mengalami keparahan akibat gempa ini. Ratusan rumah rusak dan korban meninggal. Hal ini membuat Presiden Jokowi turun tangan langsung. Simak ulasannya berikut.
Selasa, 22 November 2022, Presiden Jokowi turun langsung ke Cianjur untuk melihat langsung kejadian dan penanganan gempa yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa mencapai 268 jiwa. Lebih lanjut, kepala BNPB, Suharyanto menyebut bahwa proses identifikasi korban tewas ini masih terus dilakukan. HIngga saat itu, sudah ada 122 orang yang berhasil teridentifikasi identitasnya.
Selain korban meninggal, ada ribuan orang lainnya yang luka-luka dan sebanyak 53.362 masyarakat yang harus mengungsi karena takut gempa susulan dan rumah mereka sudah hancur karena gempa.
Baca Juga: 95% Masyarakat Indonesia Cuek terhadap Isu Resesi
Selain rumah warga yang hancur, tercatat ada puluhan ribu bangunan yang teridentifikasi hancur. Jumlah tersebut sudah termasuk rumah warga, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, sekolah, dan lain sebagainya. Gempa yang berkekuatan 5,6 SR ini memang tidak terlalu besar, namun gempa ini terjadi di darat dan berjenis tektonik kerak dangkal atau dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai Shallow Crustal Earthquake.
Sahabat Edunitas bisa mempelajari berbagai informasi dan jenis-jenis gempa bumi di jurusan geografi di kampus-kampus terbaik Indonesia. Klik di sini untuk info selanjutnya.
Shallow Crustal Earthquake adalah jenis gempa yang terjadi sangat dekat dengan permukaan bumi alias sangat dangkal sehingga getaran yang dirasakan manusia sangat kuat. Terlebih lagi, Indonesia pada umumnya, daerah yang terkena gempa Cianjur ini memiliki struktur bangunan yang tidak tahan gempa. Terdapat banyak sekali rumah yang dibangun tidak sesuai dengan prosedur tahan gempa karena besi tulangan atau semen yang standar. Selain itu juga tektur tanah yang lunak dan tidak stabil. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Selain itu, yang membuat gempa Cianjur ini berdampak kuat adalah pergeseran Sesar Cimandiri. Berdasarkan sejarahnya, gempa-gempa di sekitar Sesar Cimandiri selalu berdampak kuat dan besar. Hal serupa juga terjadi pada 1844, 1879, 1910, dan 1912 yang juga memakan banyak korban dan kerusakan parah. Hal itulah yang menyebabkan Presiden Joko Widodo terjun langsung melihar keadaan dan langsung mengadakan rapat dengan beberapa stakeholder yang ada di sana.
Baca Juga: 4 Provinsi Baru Indonesia Hasil Pemekaran Papua
Kebijakan pertama dari Pak Jokowi adalah membuka akses terhadap wilayah yang terisolasi. Bahkan, Pak Jokowi sampai memerintahkan jika evakuasi tidak bisa dilakukan secara darat, lakukan via heli. Tenda evakuasi untuk para korban juga diperintahkan untuk ditambah. Kebijakan tersebut kemudian dilanjut oleh Kang Emil selaku Gubernur Jawa Barat yang segera membangun rumah sakit darurat di halaman pendopo tempat pengungsian.Selain itu, Presiden Joko Widodo pun memerintahkan untuk segera memperbaiki infrastruktur fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak dengan memperhatikan struktur bangunan yang tahan gempa.
Selain rapat dan melihat langsung kondisi pascagempa di Cianjur, Pak Jokowi juga menyempatkan untuk menjenguk warga di tenda pengungsian sambil bagi-bagi makanan dan sembako. Tidak hanya itu, Pak Presiden mengumumkan juga bahwa setiap rumah yang terdampak bencana ini akan mendapat bantuan masing-masing 50 juta untuk rumah yang rusak berat, 25 juta untuk rusak sedang, dan 10 juta untuk rusak ringan. Namun, yang perlu diperhatikan sekarang adalah penanganan gempa yang terjadi. Pembangunan baru akan dimulai jika kondisi aman dan tenang.
Baca Juga: Dry Shampo Mengandung Bahan yang Dapat Menyebabkan Kanker
Baca artikel menarik lainnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus