Setelah beragam informasi mengenai climate crisis dan berbagai masalah lingkungan yang terjadi dari segala penjuru dunia, akhirnya ada informasi pembawa berita segar. Di tengah gencaran itu ternyata ada satu harapan yang masih ada dan mudah kita lakukan, yaitu mangrove. Bukan hanya sebagai wisata yang instagramable, mangrove juga ternayta memiliki banyak fungsi dan manfaatnya bagi lingkungan sekitar.
Baca Juga: Kacamata Jurusan Hubungan Internasional terhadap Monarki Inggris
Mangrove merupakan pohon dan semak yang tahan dengan garam. Mangrove dapat hidup di daerah pesisir di seluruh dunia dan dapat digunakan sebagai pelindung dari badai, menyaring polutan, dan juga sebagai pembibitan serta habitat dari berbagai spesies yang tak terhitung banyaknya. Tanaman ini akan sangat bermanfaat jika di daerah yang rawan banjir dan juga bencana alam seperti Indonesia.
Sahabat sudah tau belum, di Indonesia, ada sebanyak 3,63 juta hektar ekosistem mangrove yang tersebar di berbagai daerah pesisir pantai, misalnya di Papua dengan luas 1,63 juta hektar, Sumatera dengan luas 892 ribu hektar, di Kalimantan, Maluku, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Dengan demikian, Indonesia Timur merupakan wilayah ekosistem mangrove terbesar, termasuk di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Dengan besarnya ekosistem tersebut akan sangat bermanfaat untuk melindungi daratan Indonesia yang rawan bencana, entah banjir, tsunami, dan badai.
Seperti yang terjadi pada April 2021 kemarin, Sumba Timur ditimba badai Siklon Tropis Seroja yang menyebabkan 5 ribu rumah warga rusak. Selain itu, banjir rob menyusul selang beberapa waktu setelahnya. Namun, Desa Matawai Atu yang memiliki ekosistem mangrove selamat dan terhindar dari badai serta banjir tersebut. Sekitar 1.822 masyarakat selamat dan tidak berdampak sama sekali. Hal ini dituturkan oleh Kepala Dusun, Zadrack Yohanes dan Kepala Desa, Herman Wadu.
Sejak saat itu, warga desa menyadari pentingnya konservasi mangrove untuk wilayah atau daerah rawan bencana seperti pesisir laut. Sejak saat itu pula, jika ada nelayan yang ingin melaut, mereka menyempatkan untuk menanam mangrove dari buah mangrove yang jatuh.
Baca Juga: Bahasa Arab Berkembang Seiring Pesatnya Wisata Arab
Bisa! Bisa dengan mudah ditanam sendiri! Menanam mangrove cukup dengan mengambil buah yang jatuh kemudian menancapkannya. Sebenarnya, tanpa ditancapkan pun, buah mangrove yang jatuh akan tumbuh dengan sendirinya. Setelah itu, hanya menunggu sekitar tiga bulan pohonnya akan tumbuh menjadi pohon yang lumayan tinggi. Namun, ekosistem mangrove ini perlu kewaspadaan dan perawatan juga, Sahabat! Sebab, ekosistem mangrove biasanya terganggu akibat perilaku manusia yang menjadikan kawasan mangrove sebagai lahan tambak. So, selain membutuhkan ketegasan pemerintah dalam memberikan aturan dan imbauan berupa perlindungan kepada mangrove ini, kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan sejak dini.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Desa Matawai Atu yang menerapkan sanksi adat kepada siapapun yang melakukan pelanggaran. Selain itu, pemerintahnya secara aktif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat mangrove di daerah mereka.
Jika Sahabat tertarik mengenai mangrove dan lingkungan hidup, ada banyak jurusan lho yang beririsan dengan ini. Misalnya, kehutanan, lingkungan hidup, dan perikanan. Untuk lebih rincinya, Sahabat tidak perlu susah searching informasi terkait jurusan ini dimana, cukup klik di link berikut Sahabat sudah mendapatkan informasi lengkapnya berikut dengan kampus yang menyediakan. Tidak hanya sampai di situ, hampir semua kampus yang menyediakan jurusan-jurusan ini bisa kuliah online dan memiliki program kuliah karyawan lho, Sahabat.
Yuk simak sekarang juga informasinya di sini!
Baca artikel menarik lainnya di sini.
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus