Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius

person
Delia
tag
lainnya
visibility
134
Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius, Apa Penyebabnya?

Halo Sahabat Edunitas!

Di tengah bulan Oktober ini, ada berita yang menyedihkan, selain karena bencana banjir ekstrem yang terjadi di beberapa titik daerah di Indonesia, juga timbul beberapa ancaman penyakit yang menghantui para penduduk global. Misalnya, di India berkembang suatu penyakit, yaitu infeksi superbug. Infeksi superbug merupakan bakteri, parasit, atau virus yang resisten terhadap paparan antibiotik dan obat lainnya. Baru-baru ini di Indonesia, dilaporkan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) terdapat beberapa anak yang menderita penyakit misterius. Apa itu penyakitnya?

Baca Juga: Perubahan Iklim Ekstrem di Negara Tropis

Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius

Berdasarkan laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hingga Oktober 2022 terdapat 131 anak yang menderita penyakit gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury of unknown origin). Tren kasus penyakit ini disebut melonjak dan memuncak pada September lalu dan terpantau mengalami penurunan pada Oktober ini. Angka tersebut didapatkan dari laporan 14 cabang IDAI dari berbagai daerah di Indonesia dengan total kasus kumulatif sebanyak 131 kasus, ungkap Eka Laksmi Hidayati, Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI.

Gejala Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius

Gejala awal yang diderita oleh hampir semua anak yang menderita penyakit ini adalah demam, batuk, pilek, diare, dan muntah. Beberapa di antaranya mengalami sakit perut, sumbatan dalam saluran buang air kecil sehingga ginjalnya tidak memproduksi air seni. Hal ini terbukti ketika dipasangkan kateter, kateternya tetap kering tanpa adanya urine. Penderita juga akan mengalami peradangan di banyak organ, terutama hati dan gangguan pada sistem darah seperti masalah pengentalan serta penggumpalan darah.

Hingga saat ini, IDAI belum memberikan hasil investasi terkini mengenai penyakit gagal ginjal akut misterius ini. Berbagai penelitian mengenai bakteri maupun virus yang diambil dari hasil swab tenggorokan dan swab rektal (anus), namun tidak didapatkan hasil yang sama sehingga belum bisa menghasilkan kesimpulan yang valid.

Kebijakan Pemerintah

Saat ini, Kemenkes bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia dan tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Baca Juga: Monkeypox Berganti Nama Menjadi Clade

Langkah Waspada

Oleh karena penyakit ini masih misterius dan belum ditemukan spesies bakteri atau virusnya yang diduga menjadi penyebabnya, pengobatannya masih cukup sulit. IDAI mengimbau kepada seluruh orang tua untuk memperhatikan berbagai gejala di atas, terutama mengenai intensitas buang air kecil anak. Jika mengalami berbagai gejala-gejala di atas, misalnya urine anak menurun dan tidak buang air sama sekali, segera untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.

Selain imbauan dari IDAI, Kemenkes juga mengimbau untuk terus memperhatikan dengan cermat gejala awal hingga 1 atau 2 minggu.

Dengan demikian, hal paling penting untuk diperhatikan di era yang beragam penyakit ini adalah kesehatan. Jika tertarik dengan dunia ini, Sahabat bisa meningkatkan pengetahuan dan skill di bidang ini dengan cara kuliah di jurusan kesehatan melalui Edunitas. Daftar di sini dan kepoin beragam informasinya di sini.

Baca Juga: Cara Penyebaran Cacar Monyet dan Gejalanya

 

Baca artikel menarik lainnya di sini.

Edunitas Author:
Delia
SEO Content Writer dengan 4 tahun pengalaman dalam menulis artikel dalam berbagai bidang, mulai dari news, entertainment, gaming, lifestyle, health, otomotif, edukasi, hingga bisnis. Ia memiliki passion khusus di bidang SEO.
Bagikan Artikel :
share

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya

Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!

Temukan Kampus Favorit di Daerahmu!

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.

Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.

Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku

Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.

Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda

Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.

Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus