Halo Sahabat Edunitas!
Ada yang baru nih di dunia media sosial. Yup! Aplikasi godokan Meta, Threads Instagram yang menyerupai thread Twitter. Kehadiran aplikasi ini membuat para artis senang karena punya wadah baru dalam mempromosikan berbagai bisnis dan juga sebagai investasi pendapatan mereka, namun beda halnya dengan para pekerja media sosial yang harus menambah tools untuk menganalisis berbagai data di Threads agar mereka bisa memasarkan bisnis mereka dengan sasaran dan cara yang tepat.
Namun, terlepas dari dua hal tersebut, kemunculan Thread Instagram ini menimbulkan perkara plagiarisme. Desain dari aplikasi ini sangat mirip dengan fitur Twitter sehingga Elon Musk, pemilik Twitter memposting sebuah cuitan pada akun Twitternya, “Competition is fine, cheating is not”. Warga Twitter langsung mengartikan bahwa cuitan itu untuk Mark Zuckerberg atas inovasi tools barunya. Sejak saat itu, berbagai meme yang menyinggung hal itu juga bermunculan. Sebagai awalan, mari mulai dengan membahas Meta
Meta adalah perusahaan induk yang memiliki berbagai platform media sosial terkenal, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Sebelumnya dikenal sebagai Facebook, perusahaan mengubah namanya menjadi Meta pada tahun 2021 untuk mencerminkan visi dan ambisi yang lebih luas. Dalam narasi ini, kita akan menjelajahi perjalanan Meta, tujuan utama perusahaan, serta pentingnya integrasi platform media sosial dalam ekosistem digital.
Meta dimulai pada tahun 2004 dengan Mark Zuckerberg yang menciptakan Facebook sebagai platform pertemanan online yang terhubung. Facebook kemudian berkembang menjadi salah satu platform media sosial paling populer di dunia, dengan miliaran pengguna aktif setiap bulannya. Kesuksesan Facebook menjadi fondasi bagi Meta untuk terus berekspansi dan memperoleh platform lain yang menjadi bagian dari portofolio mereka.
Baca Juga: Cuitan Elon Musk dan Tokoh Berpengaruh yang Lain Bikin Saham Naik-Turun
Pada tahun 2012, Meta mengakuisisi Instagram, platform berbagi foto dan video yang sangat populer. Instagram memiliki pendekatan yang berbeda dengan fokus pada konten visual dan pengalaman berbagi momen. Setahun kemudian, Meta mengakuisisi WhatsApp, aplikasi pesan instan yang populer di seluruh dunia. Kemudian, Meta mengintegrasikan fitur pesan Facebook ke dalam aplikasi Messenger, menciptakan konektivitas yang lebih kuat antara platform mereka.
Tujuan utama Meta adalah menciptakan dunia yang terhubung dan terintegrasi melalui platform media sosial mereka. Perusahaan ingin membawa orang-orang dari berbagai belahan dunia bersama-sama, mempererat ikatan dan memfasilitasi komunikasi yang lebih mudah di era digital. Meta juga ingin memberdayakan pengguna untuk berbagi pengalaman, mengekspresikan diri, dan menjalin hubungan dengan orang-orang yang penting dalam hidup mereka.
Selain itu, Meta memiliki visi untuk mendorong inovasi teknologi dan memberikan pengalaman yang lebih baik melalui pengembangan kecerdasan buatan (AI), realitas virtual (VR), dan teknologi lainnya. Perusahaan berkomitmen untuk menciptakan alat dan fitur yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi dan terhubung dengan dunia secara lebih mendalam dan imersif.
Instagram telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak diluncurkan pada tahun 2010. Awalnya, Instagram adalah platform berbagi foto sederhana yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah, memfilter, dan berbagi foto dengan pengikut mereka. Namun, seiring waktu, Instagram telah berevolusi menjadi platform multimedia yang kuat dengan berbagai fitur dan inovasi, salah satunya adalah fitur Threads.
Mari simak berbagai milestone Instagram sejak awal berdirinya.
Baca Juga: Berbagai Dinamika Bisnis Digital: Elon Musk Membeli Twitter
Dengan perkembangan ini, Instagram telah mengukuhkan posisinya sebagai platform media sosial yang dinamis dan terus berinovasi. Fitur Threads adalah contoh bagaimana Instagram merespons kebutuhan pengguna untuk berkomunikasi secara pribadi dan intim dengan teman-teman dekat mereka, sambil tetap terhubung dengan ekosistem Instagram yang lebih luas. Dengan basis pengguna yang besar, pengalaman yang diperoleh, dan pemahaman yang mendalam tentang preferensi pengguna, Instagram terus memperkenalkan fitur-fitur baru yang relevan dan memenuhi kebutuhan komunitas penggunanya.
Baca artikel menarik lainnya tentang pendidikan dan karier di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus