Beasiswa LPDP adalah salah satu beasiswa yang paling banyak diminati oleh mahasiswa. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai beasiswa sejuta umat. Kenapa? Sebab, sistemnya yang fully funded alias dibiayai penuh menjadikan beasiswa ini sangat menggiurkan. Fully funded, tunjangan yang menyejahterakan, citra dan prestise tinggi, peminat banyak, serta tingkat persaingan ketat. Eitss, sahabat gak perlu khawatir karena tahun ini ada penambahan kuota penerima beasiswa!
Baca Juga: Lonjakan Kasus Diabetes pada Anak
Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berada di bawah otoritas Kementerian Keuangan. Poin utama dari program beasiswa ini adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing global untuk menciptakan Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. LPDP terbuka untuk jenjang pendidikan magister, doktoral, dan spesialis dengan bermacam-macam jalur beasiswa mulai dari reguler, afirmasi, kewirausahaan, dll. Penerima beasiswa LPDP dapat memilih perguruan tinggi manapun yang mereka inginkan di dalam atau di luar negeri. Seleksi LPDP terdiri dua gelombang seleksi per tahunnya dan tiga tahapan seleksi yaitu administratif, kemampuan skolastik, dan seleksi substansi.
Setiap tahunnya ada sekitar 3000 kandidat yang memperoleh manfaat beasiswa ini dan untuk tahun ini ada penambahan jumlah kuota penerima hingga 7000 kandidat. So, pastikan sahabat masuk dalam 7000 kandidat yang akan menerima manfaat beasiswa LPDP tahun ini. Adapun tips dan trik lolos LPDP tahun ini bisa disimak dibawah ini!
Untuk bisa menuntaskan tiga tahapan seleksi beasiswa LPDP dan dinyatakan sebagai kandidat penerima beasiswa. Sahabat akan melewati berbagai rintangan kecil yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi penuh. Rintangan kecil ini banyak diabaikan oleh semua peserta, padahal hal-hal kecil tersebut bisa jadi penentu mulai dari timeline pendaftaran, berkas yang dibutuhkan, serta syarat dan ketentuan seleksi setiap tahapan.Sahabat perlu memperhatikan timeline yang sudah dirilis oleh panitia dan kemudian membuat jadwal sendiri secara detail. Misalnya, saat seleksi administrasi, Sahabat perlu menentukan langkah-langkah untuk memenuhi berkas yang dibutuhkan. Buatlah list dokumen dan tentukan pengurusan dokumen apa yang akan dilakukan terlebih dahulu. Sebaiknya, Sahabat dapat mengerjakan atau mengurus dokumen yang cukup rumit terlebih dahulu seperti SKCK dan surat keterangan sehat. Jika Sahabat lolos seleksi administrasi perhatikan syarat dan ketentuan mengikuti seleksi kemampuan skolastik, apakah dilaksanakan secara daring atau luring, perangkat apa saja yang dibutuhkan, dst. Attention to detail ini menjadi penting karena ada banyak kandidat yang tidak lolos seleksi karena kesalahan pada hal-hal kecil dan teknis.
Baca Juga: Kriteria Perusahaan dalam Mencari Karyawan
Setiap beasiswa memiliki tujuan dan cara pandang yang berbeda-beda. Untuk LPDP, hal dasarnya adalah menyiapkan sumber daya manusia untuk menciptakan Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Setelah mengetahui cara pandang LPDP tersebut, Sahabat perlu mengkombinasikannya dengan cara pandang sahabat secara pribadi. Nah, hasil kombinasi inilah yang akan jadi pertimbangan panitia apakah Sahabat sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.
Pada bagian ini, Sahabat tidak perlu naif dan jangan terlalu realistis, naif yang dimaksudkan adalah tidak mempertimbangkan kemampuan, latar belakang, dan kebutuhan sahabat dalam membuat esai dan motivation letter hanya fokus pada tujuan LPDP sebagai lembaga pemberi beasiswa. Begitu juga sebaliknya, jangan sampai Sahabat hanya fokus pada tujuan pribadi.
Di era digital ini tentu tidak sulit bagi Sahabat untuk bisa belajar dari pengalaman para peserta seleksi beasiswa LPDP. Banyak sekali tulisan artikel atau media sosial lainnya yang memuat cerita dan perjuangan mengikuti seleksi LPDP. Akan tetapi, jangan sampai Sahabat hanya fokus pada kisah sukses, jangan lupa untuk mengumpulkan dan bahkan membuat list penyebab peserta seleksi yang gagal. Kira-kira hal apa yang membuat mereka gagal dan bagaimana cara sahabat mengatasinya. Selain itu, LPDP tidak memiliki penilaian baku yang tertutup sehingga tidak ada standar benar salah yang berlaku dan sangat dibutuhkan kemampuan sahabat menelaah informasi yang beredar terutama terkait seleksi substansi.
Terakhir, jangan memforsir tenaga sahabat pada cerita-cerita yang tidak berdasar yang tidak bisa diambil pelajaran dan insightnya.
Baca artikel menarik lainnya di sini!
Temukan Artikel yang Sesuai dengan Minat Anda. Pilih topik yang menarik perhatian Anda, dan mulailah perjalanan menuju pengetahuan yang lebih luas!
Benar, kampus yang bekerja sama dengan kami menawarkan opsi pembayaran cicilan tanpa bunga. Anda dapat menyesuaikan pembayaran sesuai kemampuan, tanpa memberatkan.
Ya, program kuliah yang ada di edunitas bersifat fleksibel. Mahasiswa dapat mengikuti kelas di luar jam kerja, seperti di malam hari, weekend, atau waktu shift.
Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kampus dan program studi yang dipilih. Biaya pendaftaran di edunitas mulai dari 100.000. Selain itu Anda bisa mendapatkan gratis biaya pendaftaran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku
Biaya kuliah per semester bergantung pada program studi dan kampus yang dipilih. Biaya kuliah mulai dari 400.000, kami menyediakan rincian biaya pada setiap halaman program studi. Selain itu kami menawarkan program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya studi.
Edunitas menawarkan Program Perkuliahan Reguler (P2R), Program Perkuliahan Karyawan (P2K), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program Shift. Silakan cek disini untuk menyesuaikan kebutuhan program kuliah Anda
Edunitas bekerja sama dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Aceh dan berbagai kota besar lainnya. Kami menyediakan fitur pencarian lokasi kampus untuk memudahkan calon mahasiswa menemukan kampus di area yang diinginkan.
Edunitas menawarkan berbagai pilihan jenjang pendidikan yang mencakup Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), dengan 300+ program studi terbaik. Anda bisa cek melalui fitur pencarian kampus